Oleh : Jufri
Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi
Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender. Ia adalah momentum hijrah, refleksi, dan pembaruan diri. Bagi Muhammadiyah Sumatera Utara dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), tahun baru ini memiliki makna yang lebih luas karena hadir di tengah persiapan panjang menuju Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 yang Insya Allah akan diselenggarakan di Sumatera Utara pada November 2027. Dengan mengusung tema besar “Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya,” muktamar tersebut menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah untuk memperkuat kontribusinya bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta.
Hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perpindahan cara berpikir, cara bertindak, dan cara membangun peradaban. Semangat itulah yang relevan bagi Muhammadiyah hari ini. Menyongsong Muktamar ke-49 bukan hanya soal menyiapkan gedung, jalan, sarana, atau acara seremonial, tetapi juga menyiapkan kualitas kader, kualitas pemikiran, dan kualitas pengabdian kepada umat dan bangsa.
Masih ada waktu lebih dari satu tahun menuju November 2027. Waktu yang tersedia harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas gerakan dakwah, meningkatkan kualitas amal usaha, serta menyiapkan kader-kader yang memiliki integritas, kapasitas, dan semangat pengabdian. Muktamar yang sukses lahir dari proses panjang yang dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, bukan hanya pada saat pelaksanaan.
Muhammadiyah sejak kelahirannya telah menjadikan pendidikan sebagai jalan utama pencerahan. Karena itu, tema “Cerdas Bangsa” sesungguhnya merupakan kelanjutan dari perjuangan panjang yang telah dirintis oleh KH. Ahmad Dahlan melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan gerakan sosial kemasyarakatan. Kecerdasan yang dimaksud bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual, moral, sosial, dan kebangsaan.
Dalam konteks Sumatera Utara, tema tersebut memiliki makna yang sangat relevan. Daerah ini merupakan miniatur Indonesia yang dihuni oleh beragam suku, budaya, bahasa, dan agama. Di tengah keberagaman itu, Muhammadiyah hadir dengan dakwah yang mencerahkan, mempersatukan, dan memajukan. Karena itu, “Semesta Bercahaya” merupakan cita-cita agar kehadiran Muhammadiyah memberi manfaat yang luas bagi seluruh masyarakat.
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memiliki posisi strategis dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terbaik di Indonesia, UMSU tidak hanya menjadi pusat pendidikan tinggi, tetapi juga pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, riset, dan kaderisasi. Kehadiran UMSU menjadi bukti bahwa Muhammadiyah terus berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jalur pendidikan yang berkemajuan.
Memasuki tahun 1448 Hijriah, warga Muhammadiyah Sumatera Utara perlu menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk memperkuat semangat Islam Berkemajuan. Semangat bekerja keras tanpa menghalalkan segala cara, semangat berilmu tanpa kehilangan akhlak, semangat berorganisasi tanpa kehilangan keikhlasan, dan semangat beramal tanpa mengharapkan pujian manusia.
Muktamar ke-49 yang akan berlangsung pada November 2027 bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang Muhammadiyah dalam membangun peradaban. Keberhasilannya sedang dipersiapkan hari ini melalui kaderisasi, penguatan amal usaha, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan keteladanan yang ditunjukkan oleh setiap kader Muhammadiyah.
Tahun Baru 1 Muharram 1448 H mengingatkan kita bahwa setiap hijrah selalu dimulai dari perubahan diri. Jika setiap kader Muhammadiyah mampu menjadi cahaya di keluarga, sekolah, kampus, masjid, tempat kerja, dan lingkungan masyarakatnya, maka cahaya-cahaya kecil itu akan menyatu menjadi terang yang besar.
Dari Sumatera Utara, Muhammadiyah memiliki kesempatan untuk menunjukkan kepada Indonesia bahwa gerakan Islam yang berkemajuan tidak hanya berbicara tentang gagasan, tetapi juga menghadirkan solusi. Bahwa mencerdaskan bangsa adalah kerja nyata, dan ketika bangsa menjadi semakin cerdas, berakhlak, dan berkemajuan, maka semesta pun akan semakin bercahaya.
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Mari menjadikan tahun hijrah ini sebagai tahun penguatan kader, penguatan amal usaha, dan penguatan pengabdian, menuju Muktamar 49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sumatera Utara pada November 2027.
Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya.
Islam Berkemajuan untuk Indonesia dan Kemanusiaan Semesta.














