Oleh: Azzahra Tri Hapsari
Mengacu pada faktor penentu kemajuan suatu negara yaitu penguasaan inovasi, penguasaan jaringan, penguasaan teknologi, serta kekayaan sumber daya alam. Di era yang menjadikan komputer dan jaringan internet sebagai landasan utama perkembangan teknologi ini, setiap bangsa perlu meningkatkan daya saing dengan meningkatkan sumber daya manusia dengan mencetak generasi pembelajar yang mampu beradaptasi dan terus mengembangkan kompetensi.
Era digital yang mengubah masyarakat menuju era masyarakat informasi atau masyarakat ilmu pengetahuan telah membawa banyak perubahan yang mendasar dalam berbagai bidan Pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu segala persoalan harus dijawab, baik berupa perangkat kurikulum yang sering mengalami perubahan sampai kepada peningkatan kualitas seorang pendidik.
Peningkatan kualitas manusia telah dicoba di dunia melalui proses pendidikan, karena pendidikanlah yang membuat kesejahteraan masyarakat akan tercapai. Pendidikan sebagai bagian dari kebudayaan merupakan wadah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan masyarakat dengan berbagai dimensinya, serta pengembangan nilai-nilai, norma-norma, pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik.
Negara maju tentunya tidak terlepas dari dunia pendidikan. Semakin tinggi kualitas pendidikan suatu negara, maka semakin tinggi pula kualitas sumber daya manusia yang dapat memajukan dan mengharumkan negaranya.
Sebenarnya, tidak ada perbedaan antara sumber daya manusia antara negara maju dan negara berkembang yang berbeda hanyalah cara mendidik sumber daya manusia itu sendiri.
Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran seorang guru. Hal yang terpenting namun sering terlupakan dari seorang guru dalam mendidikan siswanya adalah kejujuran. Bohong adalah bibit korupsi, dan menyontek adalah perilaku korupsi kecil.
Lihatlah, banyak siswa yang menyontek demi nilai dan tugas terpenuhi tanpa mengerti apa yang mereka kerjakan. Tidak sedikit pula para siswa mengikuti tambahan pada guru mata pelajaran tertentu demi mendapatkan nilai bagus. Banyak guru yang tidak menerangkan, meremehkan siswanya, membiarkan siswanya tidak bisa, mengajarkan siswanya bahwa nilai dapat dibeli dengan uang, dan perilaku yang sering terjadi pada saat siswanya menghadapi ujian, yaitu tidak percaya akan kemampuan siswanya.
Perkembangan ilmu dan teknologi yang kian mencuat nampaknya berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Bahkan pengaruhnya dalam bidang pendidikan ini adalah salah satu yang paling mencolok. Kemudahan mendapat berbagai informasi dari seluruh penjuru dunia hanya dengan “one finger” menjadi salah satu sebab berubahnya haluan pendekatan yang dipergunakan guru dalam pembelajara. Akibat perkembangan teknologi internet dan kemajuan teknologi digital yang telah dapat menyebabkan pengetahuan menjadi bersifat sementara dan singkat. Pengetahuan yang bersifat sementara membutuhkan pembaharuan secara konstan, perkembangan dan peningkatan kemampuan pribadi. Kemajuan ini mempengaruhi dunia pendidikan secara mendasar, dari cara pandang terhadap pengetahuan, sampai dengan bagaimana pengetahuan itu diajarkan di depan kelas.
Hal ini juga tentu berpengaruh terhadap dunia pendidikan guru dan tenaga kependidikan, terutama bagaimana kompetensi guru harus diorientasikan terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan masyarakat digital dewasa ini.
Seorang guru merupakan salah satu profesi yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Namun,untuk menjadi seorang guru yang memiliki kualitas dan karakteristik tersendiri sesuai dengan perkembangan zaman merupakan sebuah tantangan yang serius. Guru merupakan kunci utama dalam penyelenggaraan proses pendidikan dan sangat berperan penting bagi keberhasilan peserta didik.Kualitas seorang guru merupakan bagian dari lembaga pendidikan yang penting untuk mencapai tujuan.
Peran guru tidak hanya sebagai pengajar,tetapi juga sebagai mentor dan motivasi bagi peserta didik. Guru harus mampu menginspirasi siswa untuk mencapai potensi maksimal mereka dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan.
Dalam konteks ini, penting bagi guru untuk membangun hubungan yang positif dengan peserta didik,memahami kebutuhan dan minat setiap peserta didik, serta memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan mereka. pembelajaran yang sesuai dengan harapan.
Selain itu, seorang guru juga ditekankan untuk memiliki ciri khas tersendiri dalam melaksanakan tugasnya dan menjadi sebuah karakteristik yang membedakan antara satu guru dengan guru yang lain.
Guru yang berkualitas dapat dilihat dari kinerja mengajarnya oleh karena itu kinerja mengajar guru merupakan hasil yang dicapai oleh seorang guru dalam mencapai tujuan sekolah. Hasil kerja guru dapat dilihat dari tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah, profesi yang diembannya, serta moral yang dimilikinya, yang tercermin dari kepatuhan, komitmen dan loyalitasnya dalam mengembangkan potensi peserta didik serta memajukan sekolah. Kualitas dari kinerja mengajar guru tidak terlepas dari pencapaian hasil belajar. Oleh karena itu kinerja mengajar guru sangat menentukan keberhasilan proses belajar yang efektif dan efisien sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dan terwujud dari hasil belajar siswa yang dapat mencetak lulusan yang berkualitas.
Maka dari itu sangat diperlukan guru masa kini karena memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi mudah yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa dampak signifikan dalam dunia pendidikan.Maka dari peran guru bukan hanya sebagai fasilitator pembelajaran. Mereka tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mengajarkan siswa untuk menjadi pembelajar mandiri. Guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan kolaboratif. Mereka harus menggunakan berbagai teknologi dan media pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa.
Memasuki era masyarakat digital, guru juga dituntut memiliki kompetensi literasi digital yang memadai. Kemampuan tersebut tidak hanya mencakup keterampilan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga kemampuan memilih sumber informasi yang kredibel, memanfaatkan media digital secara efektif, serta mengajarkan etika dalam berkomunikasi di ruang digital.
Dengan penguasaan literasi digital yang baik, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih inovatif, memanfaatkan berbagai platform pembelajaran daring, serta mendorong peserta didik untuk menggunakan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
Selain kompetensi digital, guru masa kini perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif agar mampu menjawab tuntutan pembelajaran abad ke-21. Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan berorientasi pada peserta didik sebagai subjek aktif yang membangun pengetahuannya melalui pengalaman belajar.
Oleh karena itu, guru perlu menerapkan berbagai model pembelajaran inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan pembelajaran kolaboratif yang mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi serta karakter peserta didik.
Dengan demikian, profesionalisme guru tidak hanya diukur dari penguasaan materi ajar, tetapi juga dari kemampuannya beradaptasi terhadap perubahan zaman dan kebutuhan peserta didik.
Guru yang profesional senantiasa meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan, penelitian, maupun pengembangan diri secara berkelanjutan. Komitmen untuk terus belajar dan berinovasi menjadi modal utama bagi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Melalui guru yang adaptif, kreatif, dan berintegritas, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (*)
Bionarasi Penulis
Azzahra Tri Hapsari merupakan mahasiswi IKIP Siliwangi yang saat ini sedang menempuh pendidikan pad Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Lahir di Bandung, 29 Oktober 2005. Sejak menempuh pendidikan di bidang keguruan, Azzahra memiliki ketertarikan yang besar terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan bermakna bagi peserta didik sekolah dasar. Selain menempuh pendidikan akademik, Azzahra juga telah terbiasa beraktivitas di bidang pegajaran. Berbagai pengalaman dalam mendampingi dan membimbing peserta didik menjadi bekal berharga dalam mengembangkan kemampuan pedagogik, kumonikasi, serta pengelolaan pembelajaran. Pengalaman tersebut semakin menguatkan komitmennya untuk menjadi pendidik yang profesional, sabar dan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik.










