TAJDID.ID~Medan 🔳 Dalam upaya mempercepat langkah internasionalisasi kampus dan memperluas akses pendidikan tinggi, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU) menggelar audiensi strategis ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan pada Rabu (10/6).
Pertemuan ini berfokus pada dua agenda utama: fasilitas keimigrasian untuk mobilitas global akademisi dan pengenalan kualifikasi akademik melalui jalur rekognisi.
Delegasi FH UMSU dipimpin oleh Wakil Dekan III, Dr. Atikah Rahmi, S.H., M.H., didampingi oleh Kepala Bagian Hukum Bisnis Dr. Faisal Riza, S.H., M.H., Sekretaris Lab Hukum Rajarif Syah Akbar Simatupang, S.H., M.H., serta dosen FH Rizki Siahaan, S.H., M.H.
Kunjungan ilmiah dan kelembagaan ini disambut langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, bersama Kasubsi Muhammad Iqbal.

Strategi Akselerasi Mobilitas Internasional
Dalam pengantarnya, Dr. Atikah Rahmi memaparkan bahwa FH UMSU tengah menginisiasi program pembuatan paspor kolektif bagi dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa. Langkah ini dirancang sebagai persiapan administratif guna mendukung ekosistem internasionalisasi fakultas yang berkelanjutan.
“Kemudahan akses dokumen keimigrasian ini akan memperkuat kesiapan sivitas akademika dalam berpartisipasi pada ajang global, mulai dari penelitian kolaboratif hingga pengabdian masyarakat internasional,” ujar Atikah.
Lebih lanjut, program ini diproyeksikan mampu mendongkrak indikator kinerja utama fakultas melalui skema:
â—¾Pertukaran Mahasiswa & Magang Internasional: Meningkatkan global exposure bagi mahasiswa di institusi mitra luar negeri.
â—¾Visiting Lecturer & Joint Research: Memfasilitasi dosen untuk mengajar dan meneliti di kancah internasional.
â—¾Konferensi Ilmiah: Mempermudah partisipasi aktif dalam forum-forum akademik global.
Hilirisasi Pendidikan Lewat Program RPL
Selain isu keimigrasian, FH UMSU juga menawarkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi personel Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan. Program ini menjadi karpet merah bagi para staf imigrasi yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dengan mengonversi pengalaman kerja, sertifikasi, dan kompetensi kedinasan mereka menjadi SKS akademik.
Melalui skema RPL, pegawai imigrasi dapat mengupgrade kualifikasi pendidikan mereka secara lebih efisien dan fleksibel, tanpa harus meninggalkan tugas-tugas kedinasan yang mendesak.
Respons Positif dan Komitmen Sinergi
Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, memberikan apresiasi tinggi terhadap visi akademis yang diusung FH UMSU. Pihaknya menyatakan siap mendukung penuh kemudahan layanan paspor demi kelancaran mobilitas akademik kampus.
Terkait program RPL, Eko mengakui bahwa skema ini merupakan solusi konkret yang sangat diminati oleh institusinya.
“RPL memberikan alternatif efektif bagi staf kami untuk meningkatkan kualifikasi akademik. Ini adalah sinergi yang saling menguntungkan (mutualistic simbiosis) antara dunia birokrasi dan dunia pemikiran,” pungkas Eko. (*)















