TAJDID.ID~Medan 🔳 Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (PPG FKIP UMSU) mengikuti kegiatan Bela Negara sebagai bentuk penguatan karakter kebangsaan dan nasionalisme bagi calon guru profesional di masa depan. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan semangat tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan mahasiswa PPG FKIP UMSU.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan FKIP UMSU, Dra. Hj. Syamsuyurnita, M.Pd didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Dewi Kesuma Nasution serta Dr. Mandra Saragih Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UMSU.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMSU menyampaikan bahwa mahasiswa calon guru profesional harus memiliki wawasan kebangsaan, karakter disiplin, dan jiwa nasionalisme yang kuat. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi bangsa sehingga nilai-nilai bela negara perlu ditanamkan sejak dini kepada para calon pendidik.
Sementara itu, dalam laporannya Ketua Program Studi PPG FKIP UMSU, Dr. Irfan Dahnial menyampaikan bahwa kegiatan Bela Negara ini diikuti sebanyak 90 mahasiswa PPG FKIP UMSU. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan yang ke-9 dan memiliki urgensi yang sangat tinggi dalam membentuk kesiapan mahasiswa sebagai calon guru profesional di masa mendatang.
“Kegiatan bela negara ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter mahasiswa calon guru profesional. Guru masa depan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan pedagogik, tetapi juga harus mampu menjaga nilai persatuan, nasionalisme, serta menjadi teladan bagi generasi muda,” ungkapnya.
Kegiatan Bela Negara tersebut diisi langsung oleh Komandan Batalyon Kavaleri Naga Karimata, Letkol Kav. Adzan Marjohan Nasution. Dalam materinya, beliau menekankan pentingnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui semangat bela negara yang harus dimiliki oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk para calon guru profesional.
Ia menjelaskan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya berupa ancaman fisik, tetapi juga ancaman moral, ideologi, serta lunturnya rasa persatuan akibat perkembangan zaman dan teknologi. Oleh karena itu, calon guru harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai persatuan, kedisiplinan, dan cinta tanah air di lingkungan pendidikan.
“Bela negara bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi tanggung jawab seluruh warga negara. Guru memiliki peran besar dalam membangun karakter bangsa melalui pendidikan,” tegasnya di hadapan peserta.
Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pemaparan materi, diskusi kebangsaan, hingga refleksi tentang peran guru dalam menjaga persatuan bangsa. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, FKIP UMSU berharap mahasiswa PPG dapat menjadi guru profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, serta komitmen dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia melalui dunia pendidikan. (*)













