• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Sabtu, Juli 5, 2025
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
        • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
        • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Yunahar Ilyas: Tahun Baru Islam adalah Momen untuk Muhasabah

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2019/08/31
in Islam, Muhammadiyah
0
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID || Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah, sebagaimana tahun baru sebelumnya menjadi momen melakukan muhasabah atau evaluasi. Standar ukuran melakukan evaluasi adalah takwa, jadi yang paling utama harus dievaluasi adalah kadar ketakwaan diri selama satu tahun.

Demikian dikatakan Prof Dr Yunahar Ilyas Lc, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dikutip dari republika.co.id, Jumat (30/8).

Menurutnya, yang harus dievaluasi yang pertama adalah iman, apakah tahun ini kita melakukan kemusyrikan atau tidak.

“Kedua evaluasi ibadah kita apakah sudah tertib dan sesuai dengan sunah Rasul atau belum,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa Tahun Baru Islam juga menjadi momen melakukan evaluasi akhlak, renungkan apakah sudah memiliki akhlak mulia dan terpuji atau belum. Serta menjadi momen untuk evaluasi muamalat, renungkan apakah sudah melakukan muamalat yang tidak melanggar syariat Islam atau masih memakan riba.

“Jadi yang harus dievaluasi pada diri setiap Muslim di momen Tahun Baru Islam di antaranya iman, ibadah, akhlak dan muamalat,” katanya.

Selain itu, menurut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu juga, tahun baru Islam juga bisa jadi momen melakukan evaluasi organisasi. Caranya dengan melihat perjalanan organisasi selama satu tahun ke belakang, hal-hal yang baik dipertahankan, yang kurang ditingkatkan.

Begitu juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,  bisa dievaluasi di momen Tahun Baru Islam ini. Lihat satu tahun ke belakang bagaimana perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dia menilai evaluasi sangat diperlukan apalagi setelah pemilihan presiden dan pemilihan legislatif.

Muhammadiyah juga mengingatkan umat agar melakukan evaluasi dalam beragama.

“Umat sebaiknya beragama dengan lebih substantif, tidak hanya yang bersifat artificial. Artinya beragama jangan hanya sebatas kulitnya atau sebatas pakaian,” tegasnya

Diingatkannya, keshalehan individual dan keshalehan sosial harus digabungkan. Kalau ada orang yang rajin melaksanakan shalat dan puasa, maka harus baik dalam bermasyarakat dan memperhatikan kaum dhuafa. (*)


Sumber: republika

Tags: MuhammadiyahTahun Baru Islam 1441 HYunahar Ilyas Muhasabah
Previous Post

Baru Sekali Tampil, Drumband SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban Berhasil Curi Perhatian

Next Post

Ini 3 Saran Muhammadiyah untuk Selesaikan Kisruh Papua

Related Posts

Potensi Regional Istimewa untuk Solo: Waktunya jadi ‘Special Region of Surakarta’

Potensi Regional Istimewa untuk Solo: Waktunya jadi ‘Special Region of Surakarta’

20 Juni 2025
106
Prof Irwan Akib: Ruh Keikhlasan Jadi Dasar Muhammadiyah Jalankan Amal Usaha

Prof Irwan Akib: Ruh Keikhlasan Jadi Dasar Muhammadiyah Jalankan Amal Usaha

16 Juni 2025
115
Gaungkan Ketahanan Iklim Dimulai dari Desa, Muhammadiyah & ‘Aisyiyah Luncurkan Program “Karang Tangguh” di NTB

Gaungkan Ketahanan Iklim Dimulai dari Desa, Muhammadiyah & ‘Aisyiyah Luncurkan Program “Karang Tangguh” di NTB

11 Juni 2025
105
Haedar Nasir Tanggapi Putusan MK Soal SD Swasta Gratis

Haedar Nasir Tanggapi Putusan MK Soal SD Swasta Gratis

4 Juni 2025
124
Fordek FH PTMA Dukung Otokritik dan Usulan Busyro Muqaddas

Fordek FH PTMA Dukung Otokritik dan Usulan Busyro Muqaddas

24 Mei 2025
130
Busyro Muqoddas Ungkap 3 Sektor Kelemahan Muhammadiyah: Harus Segera Direspon dengan Langkah Konkrit

Busyro Muqoddas Ungkap 3 Sektor Kelemahan Muhammadiyah: Harus Segera Direspon dengan Langkah Konkrit

23 Mei 2025
168
Next Post
Ini 3 Saran Muhammadiyah untuk Selesaikan Kisruh Papua

Ini 3 Saran Muhammadiyah untuk Selesaikan Kisruh Papua

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In