• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Selasa, April 21, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Kaderisasi: Menanamkan Cinta dan Menjaga Martabat Organisasi

Jufri by Jufri
2026/04/21
in Jufri Daily, Kemuhammadiyahan, Muhammadiyah, Opini
0
Kaderisasi: Menanamkan Cinta dan Menjaga Martabat Organisasi
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh : Jufri

Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi

Organisasi pada hakikatnya adalah alat perjuangan. Ia lahir dari gagasan, tumbuh karena harapan, dan bertahan karena manusia yang mengisinya. Karena di dalam organisasi terdapat manusia, maka selain kesamaan tujuan, pasti ada perbedaan pandangan. Bahkan sering kali perbedaan itu dipengaruhi oleh latar belakang, pengalaman, hingga kepentingan yang beragam.

Selama organisasi masih kecil, perbedaan biasanya mudah dikelola. Namun ketika organisasi membesar, menjadi berpengaruh, dan terlihat memiliki potensi memberi dampak, baik secara intelektual maupun sosial, maka perhatian dari luar pun ikut datang. Pada titik inilah ujian sesungguhnya dimulai.

Perbedaan yang tidak dikelola dengan baik dapat berubah menjadi perpecahan. Dari perpecahan lahir dualisme, dari dualisme muncul konflik berkepanjangan. Dalam situasi seperti itu, tidak jarang ada pihak di luar organisasi yang melihat peluang untuk memanfaatkan kondisi tersebut. Mereka mungkin tidak selalu hadir sebagai lawan yang nyata, tetapi cukup dengan memberi ruang, dukungan, atau akses pada salah satu pihak, pelemahan organisasi dapat terjadi secara perlahan.

Fenomena ini bukan hal baru. Ia adalah siklus yang berulang dalam perjalanan banyak organisasi di dunia. Karena itu, organisasi membutuhkan ketahanan internal, ketahanan yang tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga emosional dan ideologis.

Di sinilah kaderisasi memainkan peran yang sangat penting.

Kaderisasi bukan sekadar proses rekrutmen anggota baru. Ia adalah proses menanamkan rasa cinta. Rasa memiliki. Rasa tanggung jawab. Rasa bangga. Sekaligus kesadaran untuk menjaga martabat organisasi di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

Kaderisasi itu bisa berbentuk formal dengan kurikulum yang terstruktur. Ada tahapan, materi, evaluasi, dan metode yang dirancang secara sistematis. Namun lebih penting lagi, kaderisasi adalah keterlibatan nyata dalam proses dan kegiatan organisasi yang menumbuhkan ikatan hati dan persaudaraan di dalamnya. Kebersamaan dalam kerja, diskusi, pengabdian, dan pengalaman lapangan sering kali jauh lebih kuat membentuk loyalitas daripada sekadar ruang kelas. Di situlah tumbuh rasa memiliki yang tidak mudah digoyahkan.

Seorang kader yang baik harus mampu menjaga martabat dan kehormatan organisasinya. Ia memahami bahwa organisasi adalah rumah bersama yang harus dirawat, bukan arena untuk melampiaskan ambisi pribadi. Karena itu, ia mampu membedakan kapan saatnya bertanding dalam mekanisme organisasi—beradu gagasan, berkompetisi secara sehat, dan menyampaikan kritik secara konstruktif—dan kapan saatnya bersanding, bekerja sama membesarkan organisasi. Kematangan seperti inilah yang membuat seorang kader tetap terhormat secara pribadi, sekaligus menjaga kehormatan organisasi yang ia perjuangkan.

Kaderisasi yang berkelanjutan—melalui pengajian, diskusi, pelatihan, dan pembinaan—menjadi ruang untuk menyatukan kembali visi, mengingatkan kembali tujuan, serta merawat nilai-nilai dasar organisasi. Tanpa kaderisasi yang hidup, organisasi akan mudah kehilangan ruhnya. Ia mungkin tetap berdiri secara struktural, tetapi kehilangan daya tahan secara moral.

Sejarah panjang Muhammadiyah menunjukkan bahwa dinamika seperti ini bukan sesuatu yang asing. Sejak masa kolonial, Orde Lama, Orde Baru, hingga hari ini, Muhammadiyah juga pernah menghadapi perbedaan, ujian, bahkan tekanan. Namun organisasi ini tetap bertahan karena memiliki tradisi kaderisasi yang kuat dan berkelanjutan. Tradisi yang menanamkan cinta pada gerakan, bukan sekadar loyalitas pada tokoh. Tradisi yang menjaga martabat organisasi di atas kepentingan sesaat.

Kita belajar bahwa organisasi tidak runtuh karena serangan dari luar semata. Ia sering melemah karena rapuh dari dalam. Dan kerapuhan itu lahir ketika rasa cinta memudar, ketika kaderisasi terabaikan, ketika martabat organisasi tidak lagi menjadi prioritas bersama.

Karena itu, kaderisasi bukan kegiatan seremonial. Ia adalah investasi jangka panjang. Ia adalah benteng yang menjaga organisasi tetap tegak, sekaligus kompas yang memastikan perjuangan tetap berada di jalurnya.

Organisasi boleh tumbuh besar. Tantangan boleh semakin kompleks. Perbedaan boleh terus muncul. Namun selama rasa cinta tertanam dan martabat dijaga melalui kaderisasi yang berkelanjutan, organisasi akan selalu memiliki daya tahan untuk melewati zaman. (*)

Tags: KaderKader MuhammadiyahMuhammadiyah
Previous Post

Ketimpangan Kampus Negeri~Swasta Kian Lebar, Muhammadiyah Desak Evaluasi Jalur Mandiri di PTN

Next Post

Menyalakan Habis Gelap Terbitlah Terang

Related Posts

Ketimpangan Kampus Negeri~Swasta Kian Lebar, Muhammadiyah Desak Evaluasi Jalur Mandiri di PTN

Ketimpangan Kampus Negeri~Swasta Kian Lebar, Muhammadiyah Desak Evaluasi Jalur Mandiri di PTN

21 April 2026
137
Majelis Ulama Indonesia Berkemajuan

Majelis Ulama Indonesia Berkemajuan

19 April 2026
119
100 Kader Muhammadiyah Solo Raya Ikuti Silaturahmi Syawalan Halal Bihalal

100 Kader Muhammadiyah Solo Raya Ikuti Silaturahmi Syawalan Halal Bihalal

12 April 2026
110
Demokrasi yang Menumbuhkan Kader

Demokrasi yang Menumbuhkan Kader

4 April 2026
124
Muhammadiyah Civil Society: Ketika Kritik Menjadi Wujud Cinta kepada Negeri

Muhammadiyah Civil Society: Ketika Kritik Menjadi Wujud Cinta kepada Negeri

2 April 2026
122
Dari Ruang Siber ke Ruang Keluarga: Perang Panjang Melawan Judi Online

Kader di Semua Lini, Muhammadiyah sebagai Investor Peradaban Bangsa

1 April 2026
124
Next Post
Menyalakan Habis Gelap Terbitlah Terang

Menyalakan Habis Gelap Terbitlah Terang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In