Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Perang Melawan Narkoba: Nihilkan Supply!

Mujaddid by Mujaddid
2025/01/03
in Esai, Nasional, Opini, Ulasan
Reading Time: 3 mins read
0
Perang Melawan Narkoba: Nihilkan Supply!
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Shohibul Anshor Siregar

Mengapa pilihan pendekatan kombinasi demand side dan supply side dalam perang melawan narkoba 100 persen dapat dipastikan sebagai bukti permissiveness dan ketidakberdayaan negara?

Pertarungan dua pendekatan (demand side dan supply side) dalam perang terhadap narkoba dengan hasil akhir yang lebih menonjolkan pendekatan yang mengkombinasikan kedua pendekatan telah lama berlangsung. Hal yang pasti hasil kerja kombinasi pendekatan demand side dan supply side tidak pernah memuaskan karena sama sekali tidak berani menyasar akar masalah.

Dengan tegas harus dikatakan bahwa pendekatan kombinasi ini sama sekali bukan pilihan, melainkan hanya menunjukkan permissiveness belaka, kalau bukan ketidakberdayaan negara atas dikte para mafia narkoba, yang dengan demikian akar masalah sama sekali tidak pernah terselesaikan.

Gagasan melibatkan korban narkoba (pengguna) dalam latihan militer dan memobilisasinya pada sektor pertanian adalah salah satu contoh pengarusutamaan pendekatan kombinasi itu. Pada zaman kolonial para pecandu dibuatkan rumah-rumah khusus yang menggambarkan semacam Upaya isolasi. Memang pemerintah kolonial waktu itu tentu sangat tergiur dengan hasil perdagangan narkoba, baik secara terang-terangan maupun secara diam-diam.

Baca juga:

  • Kemaharajalelaan Toke Narkoba

  • Perang Tiada Akhir Melawan Narkoba

Diprediksi hasil dari rencana ini akan sia-sia. Bayangkan, usai latihan militer, peserta akan kembali ke rumah masing-masing yang diduga lingkungannya tidak lagi sebagai tempat yang aman bagi siapa saja dari bahaya narkoba.

Bahkan di lokasi pertanian sekali pun (katakanlah di Papua) para pecandu itu masih akan potensial beroleh supply dan melanjutkan kebiasaan kecanduannya, sebagaimana lembaga pemasyarakatan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, ternyata tidak pernah bisa dibersihkan dari pengendalian perdagangan dan peredaran narkoba.

Lembaga Pemasyarakatan itu kerangkeng tembok dan besi, dengan pengawalan petugas hukum yang bertanggung jawab kepada negara. Malah tak jarang orang-orang lapas itu terlibat, karena kecanggihan penyelundupan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan yang dijaga ketat, selama ini memang dibiarkan sebagai mitos belaka.

Selain itu, baik sektor militer maupun sektor pertanian, bukanlah sektor-sektor sia-sia dalam sebuah negara, yang bahkan sama sekali tak dapat disepelekan seperti cara pandang Yusril Ihza Mahendra itu.

Yusril Ihza Mahendra perlu diberitahu, bahwa korban narkoba yang dilibatkan dalam latihan militer akhirnya akan dapat sangat mengancam, karena tidak ada jaminan mereka berhenti dari kecanduan. Bagaimana jika keterampilan militer yang diperolehnya itu akan digunakan dalam perdagangan dan peredaran narkoba? Negara akan semakin terancam melebihi massifikasi bahaya narkoba hari ini.

Perencanaan yang dikemukakan Yusril Ihza Mahendra ini juga sangat gagal paham tentang kenyataan bahwa pengguna narkoba memiliki kemungkinan bakat cemerlang yang sama sekali tidak terkait dengan pertanian.
Tentu saja Yusril Ihza Mahendra tak perlu ikut skenario lama menyerahkan kebijakan pertanian ke pihak tak kompeten seperti Kementerian Pertahanan semasa pemerintahan Joko Widodo. Saya yakin organisasi pangan dunia (FAO) akan mengeritik keras Yusril Ihza Mahendra atas kesepelean cara pandangnya atas food security dunia yang tiap hari tambah mencemaskan.

Saran saya, kembalilah ke akar masalah. Tidak perlu harus dalam kapasitas sebagai presiden sepeeti Duterte di Filipina, Yusril Ihza Mahendra dapat mengendalikan perang melawan Narkoba di Indonesia dengan memastikan pendekatan supply side. Nihilkan supply. Indonesia tak perlu keluar biaya untuk rehabilitasi dan dengan sendirinya dengan menolkan supply akan memastikan reduksi tajam sumber-sumber permasalahan kemiskinan, berbagai modus kejahatan dan keadilan sosial serta kualitas penegakan hukum. (*)

Penulis Dosen FISIP UMSU Medan

Tags: narkobaPerang Melawan Narkoba
Previous Post

Fenomena Klitih di Yogyakarta Menurut Muhammadiyah

Next Post

Presidential Threshold

Related Posts

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

30 Juni 2026
119
Potret Reformasi Polri

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
116
Kayu Gelondongan dan Hutan Kita

Muktamar Muhammadiyah: Menyalakan Pencerahan, Merawat Demokrasi, Membangun Peradaban

29 Juni 2026
108
Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

29 Juni 2026
104
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
Next Post
Presidential Threshold

Presidential Threshold

Ustaz Jatmiko: Muhammadiyah Gerakan Rahmatan Lil Alamin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
116
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan