No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Din Syamsuddin: Agama dan Pancasila itu ‘Setali Dua Uang’

Seminar Pra-Muktamar ke-48

4 Maret 2020
in Muhammadiyah, Muktamar
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID-Sidoarjo ||  Agama, khususnya Islam mempunyai pengaruh kuat terhadap Negara Pancasila. Maka dari itu, Pancasila bukan musuh agama.

Demikian ditegaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015 Din Syamsuddin pada acara Seminar Pra-Muktamar ke-48 yang berlangsung di Universitas Muhmmadiyah Sidoarjo (Umsida), pada Selasa (3/2/2020).

“Karena Pancasila dengan agama negara menjadi kuat, menjadi tegak. Tanpa agama, negara Pancasila menjadi retak,” ujarnya.

Dalam penyampaian materi ‘Negara Pancasila Darul ‘Ahdii was Syahadah: Relevensi dan Implementasi’, Din memaparkan konsep Darul ‘Ahdi was Syahadah merupakan penanaman baru tentang corak negara yang telah menjadi ijtihad indonesiawi. Istilah tersebut belum ada literatur pemikiran politik Islam.

Sebagai ijtihad, Din memperjelas konsep Darul ‘Ahdi was Syahadah dalam konteks Negara Pancasila merupakan upaya intelektual untuk adanya harmonisasi, kalau tidak rekonsiliasi antara identitas agama (Islam) dan realitas politik di Indonesia.

“Walaupun Pancasila dan Islam berhimpit dan tidak pelak lagi bahwa nilai-nilai dalam Pancasila adalah Islami. Maka, oleh karena itu keduanya tidak perlu dipertentangkan,”kata Din.

Dalam Negara Pancasila, Din menegaskan bahwa yang terpenting adalah penerapan atau implementasi. Untuk itu, kata Din perlu dilakukan langkah-langkah strategis, antara lain: Pertama, menjauhkan Pancasila dari upaya monopoli kepemilikan penafsiran kelompok tertentu. Karena upaya kepemilikan dan penafsiran secara sepihak tidak hanya bertentangan dengan esensi Pancasila sebagai kesepakatan tetapi juga membuyarkan kesepakatan itu sendiri.

Kedua, mendekatkan Pancasila dan Negara Pancasila dengan akar kelahirannya, khususnya agama dan budayanya.

“Jelas Sila Ketuhanan Yang Maha Esa berpangkal pada agama, karena agama dan Pancasila adalah setali dua uang, keduanya bersahabat dekat. Maka, Pancasila harus didekatkan dengan agama, dan agama harus didapatkan dengan Pancasila,” kata Din.

Ketiga, sebagai ideologi negara Pancasila perlu diperbuatkan, tidak sekedar diperkataan. “Maka niali-nilai Pancasila perlu disenyawakan ke dalam proses Pembangunan Nasional dalam berbagai aspek, ” kata Din.

Lebih spesifik Din menjelaskan Darul ‘Ahdi wa Syahadah dimaksudkan sebagai nilai ke dalam yaitu untuk warga Muhmmadiyah dan umat Islam. Supaya umat Islam selesai tidak mempermasalahkan dan mempertentangkan lagi Pancasila dengan agama.

BACA JUGA

SD Muhammadiyah 24 Jakarta Perkenalkan Lingkungan Sekolah kepada Siswa Baru

LHKP Muhammadiyah: Bila RUU KUHP Dipaksakan Diundangkan, Akan Ulangi Praktik Buruk Legislasi

ISEI Komisariat UM Bandung Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

RS Muhammadiyah Palembang Sukses Gelar Workshop Tingkatkan SDM dan Pelayanan

Silaturahim Nasional Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, Mendag Zulhas Sampaikan pesan Inspiratif

Kolaborasi Forum PRB dan Sekber SPAB Jadi Kunci Percepatan Implementasi Pendidikan Tangguh Bencana

Dengan begitu Din meyakini Negara sebagai Darul ‘Ahdi was Syahadah merupakan bentuk ideal kenegaraan dan kebangsaan Indonesia dan dapat menjadi model untuk bangsa-bangsa di dunia.

“Dari nilai Darul Ahdi wa Syahadah akan menjadi Darul Hadarah wal Fadhilah, ” tutup Din. (*)


Sumber: muhammadiyah.or.id

Tags: agamaDarul 'Ahdi was SyahadahDin SyamsuddinMuktamar Muhammadiyah dan Aisiyah ke 48 SurakartaPancasilaseminar pra muktamar muhammadiyah
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Datang ke Madiun, Din Syamsudin Ajak Warga Persyarikatan Kuliah di UMJT
Daerah

Datang ke Madiun, Din Syamsudin Ajak Warga Persyarikatan Kuliah di UMJT

by Mujaddid
24 Juni 2026
66
Din Syamsuddin: Muhammadiyah Berpeluang Besar untuk Berkontribusi dalam Diplomasi, Perlindungan, dan Peningkatan Kualitas Pekerja Migran Indonesia
Internasional

Din Syamsuddin: Muhammadiyah Berpeluang Besar untuk Berkontribusi dalam Diplomasi, Perlindungan, dan Peningkatan Kualitas Pekerja Migran Indonesia

by Mujaddid
9 Juni 2026
62
Hadirkan Din Syamsuddin di Masjid Remaja, PCM Kenjeran Dorong Penguatan Ideologi dan Dakwah Pemuda
Daerah

Hadirkan Din Syamsuddin di Masjid Remaja, PCM Kenjeran Dorong Penguatan Ideologi dan Dakwah Pemuda

by Mujaddid
8 Juni 2026
86
Pancasila: Nama yang Ditemukan Bangsa, Nilai yang Dihidupkan Muhammadiyah
Esai

Pancasila: Nama yang Ditemukan Bangsa, Nilai yang Dihidupkan Muhammadiyah

by Mujaddid
1 Juni 2026
77
Sastra Diuji, Agama Dihafal: Krisis Pendidikan di Kampus yang Kehilangan Makna
Esai

Sastra Diuji, Agama Dihafal: Krisis Pendidikan di Kampus yang Kehilangan Makna

by Mujaddid
1 September 2026
109
Tabligh Akbar PDM Surabaya dan PRM Keputih Hadirkan Prof Din Syamsuddin
Daerah

Tabligh Akbar PDM Surabaya dan PRM Keputih Hadirkan Prof Din Syamsuddin

by Mujaddid
30 November 2024
111
Agama dan Politik
Esai

Agama dan Politik

by Mujaddid
11 Juni 2023
205
Prof Din Usulkan Wawasan Islam Berkemajuan Dibangun Berdasarkan Kosmopolitan Pemikiran
Muhammadiyah

Prof Din Usulkan Wawasan Islam Berkemajuan Dibangun Berdasarkan Kosmopolitan Pemikiran

by Mujaddid
25 Maret 2023
165
Paradigma Islam tentang Hubungan Sains~Agama
Esai

Paradigma Islam tentang Hubungan Sains~Agama

by Mujaddid
7 Februari 2023
869
Din Syamsuddin: Insiden Pengeroyokan Ade Armando Membuat Esensi Demo Mahasiswa Tenggelam
'Aisyiyah

Prof Din Syamsuddin Beberkan Daftar Kader “Berdarah Segar” yang Layak Masuk PP Muhammadiyah

by Mujaddid
30 Oktober 2022
449

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
  • Terpilih Secara Aklamasi, Arya Sinulingga Resmi Pimpin PSSI Sumut Periode 2026–2030
  • Kaji Industri Komunikasi Hadapi Disrupsi, UMY dan UMJT Gelar Seminar di Madiun
  • Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
  • SMeCK Hooligan Apresiasi League Cup, Siap Jadikan Medan Tuan Rumah yang Ramah
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
Esai

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Daerah

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.