Senin, Agustus 10, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Pentingnya Waktu dalam Kehidupan Muslim

Oleh: M. Risfan Sihaloho

Mujaddid by Mujaddid
2020/01/16
in Islam
Reading Time: 3 mins read
0
Bagikan di Facebook
Bagikan di Twitter
Bagikan di Whatsapp

Segala sesuatu, ketika hilang, dapat diperoleh kembali, kecuali waktu. Jika hilang, tidak ada harapan untuk mendapatkannya kembali. Itulah sebabnya waktu adalah hal yang paling berharga bisa dimiliki dalam kehidupan ini.

Tidak diragukan lagi, Islam adalah agama yang sangat memandang penting dan menghargai waktu. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah SWT di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS 10:6)

Selain itu, Islam juga mendistribusikan ajaran ibadahnya yang luar biasa ke seluruh bagian hari, bulan dan tahun  untuk membentuk sistem yang akurat dan tepat yang mengatur kehidupan Islam dan mengukurnya dengan hitungan menit, mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

Maka bertasbihlah kepada Allah SWT di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh, (Ar-Rum 30:17)

Di dalam Tafsir Al-Jalalain dijelaskan,  (Maka bertasbihlah kepada Allah) maksudnya shalatlah kalian (di waktu kalian berada di petang hari) di kala kalian memasuki petang hari; di dalam waktu ini terdapat dua shalat, yaitu salat Magrib dan salat Isyak (dan di waktu kalian berada di waktu subuh) sewaktu kalian memasuki pagi hari di dalam waktu ini terdapat salat subuh.

“Dan bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur”. (Ar-Rum 30:18).

Menurut Tafsir Al-Jalalain, makna kalimat “Dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi”  pada ayat di atas merupakan jumlah i’tirad. Maksudnya,  Dia dipuji oleh penduduk langit dan bumi (dan di waktu kalian berada pada petang hari) diathafkan kepada lafal hiina yang ada pada ayat sebelumnya; di dalam waktu ini terdapat salat Isya (dan sewaktu kalian berada di waktu Zuhur) yakni di waktu kalian memasuki tengah hari, yang pada waktu itu terdapat salat Zuhur.

***

Umur manusia adalah modal besarnya yang akan ditanyakan pada Hari Penghakiman kelak. Manusia akan ditanya tentang bagaimana dia menngisi dan menghabiskan umurnya. Terkait hal ini Nabi SAW bersabda:

“Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba nanti pada hari kiamat, sehingga Allah akan menanyakan tentang (4 perkara:) Pertama, tentang umurnya dihabiskan untuk apa. Kedua, tentang ilmunya diamalkan atau tidak. Ketiga, tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan ke mana dia habiskan. Keempat, tentang tubuhnya, capek / lelahnya untuk apa.” (HR Tirmidzi)

Berikut ada beberapa karakteristik waktu yang penting dipahami oleh seorang muslim.

Pertama, waktu berlalu begitu cepat  seperti awan. Tidak peduli berapa lama manusia hidup dalam kehidupan ini, hidupnya singkat, karena kematian adalah akhir dari setiap makhluk hidup.

Ketika Nabi Nuh AS ditanya: “Wahai nabi yang hidup paling lama, bagaimana Anda menemukan dunia ini?”. Lantas ia berkata: “Itu seperti sebuah rumah yang memiliki dua pintu. Saya masuk dari salah satu dari mereka dan keluar melalui yang lain.”

Kiranya inilah yang diungkapkan oleh al-Quran dengan menyebutkan bahwa masa hidupnya adalah singkat, setelah mati dan pada hari kiamat. Allah SWT berfirman:

“Pada hari ketika mereka melihat hari iamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari,” (An Naazi’at 79: 46)

Kedua, waktu tidak dapat dikompensasi. Apa pun yang terjadi waktu tidak bisa kembali dan diputar ulang. Makna ini diungkapkan oleh Al-Hasan Al-Basri ketika dia berkata: “Setiap hari panggilan, mengatakan: ‘Wahai anak Adam, aku adalah ciptaan baru dan aku adalah saksi atas perbuatanmu, jadi ambil ketentuan dari saya karena jika saya lulus, saya tidak kembali sampai Hari Pengadilan”.

Ketiga, waktu adalah hal yang paling berharga yang dapat dimiliki manusia. Berharganya waktu dikaitkan dengan kenyataan bahwa itu adalah wadah dari semua perbuatan. Padahal, itu adalah modal nyata manusia, baik secara individual maupun sosial.

Waktu bukan hanya emas seperti pepatah umum, tetapi lebih berharga dari emas, intan dan mutiara. Waktu adalah hidup. Sesungguhnya, kehidupan manusia tidak lain adalah waktu yang diberikan kepadanya sejak hari kelahirannya sampai hari kematiannya.

Al-Hasan Al-Basri berkata: “Wahai putra Adam, sesungguhnya kamu tidak lain hanyalah beberapa hari … setiap kali sehari binasa sebagian dari dirimu binasa. Itu sebabnya kita harus tertarik untuk mengambil manfaat dari waktu.

Diantara berkah di mana banyak orang lalai dan sering tidak mensyukurinya adalah berkah dari waktu luang. Nabi SAW berkata: “Ada dua berkah di mana banyak orang mengalami kerugian: kesehatan dan waktu luang. ” (HR al-Bukhari).

Begitulah, sesungguhnya manusia tak perlu ragu mencintai kehidupan dan menginginkan hidup yang lama. Sebab umur panjang adalah salahsatu  berkah dari Allah SWT, jika seseorang menggunakannya untuk mendukung kebenaran dan melakukan amal shalih.

Rasululllah SAW bersabda: “Manakah di antara orang-orang yang terbaik?.  Dia berkata: “Orang yang hidup panjang umur dan melakukan perbuatan benar.” (HR at-Tirmizi). (*)


Artikel ini diramu dari pelbagai sumber.

Tags: Islampentingnya waktu dalam islamwaktu
Previous Post

Sosok Ahmad Dahlan di Mata Hendrik Kremer

Next Post

Pilkada Medan, Pembentukan Poros Baru Positif Antisipasi Ancaman Degradasi Demokrasi

Related Posts

Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak

Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak

8 Agustus 2026
103
Benarkah Agustus Membawa Dua Gerhana?

Benarkah Agustus Membawa Dua Gerhana?

5 Agustus 2026
115
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Waryono: Tujuan LAZ Mengentaskan Kemiskinan Wujudkan Kesejahteraan

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Waryono: Tujuan LAZ Mengentaskan Kemiskinan Wujudkan Kesejahteraan

3 Agustus 2026
104
Batang Toru, Jalur Bersejarah yang Menyatukan Perjalanan dan Peradaban

Batang Toru, Jalur Bersejarah yang Menyatukan Perjalanan dan Peradaban

1 Agustus 2026
112
Menakar Koordinasi Keislaman: Tantangan Fatwa, Pendanaan, hingga Tata Kelola

Menakar Koordinasi Keislaman: Tantangan Fatwa, Pendanaan, hingga Tata Kelola

1 Agustus 2026
106
Menelusuri Metodologi Baru untuk Peradaban Islam Modern

Menelusuri Metodologi Baru untuk Peradaban Islam Modern

1 Agustus 2026
109
Next Post
Pilkada Medan, Pembentukan Poros Baru Positif Antisipasi Ancaman Degradasi Demokrasi

Pilkada Medan, Pembentukan Poros Baru Positif Antisipasi Ancaman Degradasi Demokrasi

Lima Karakter 'Aisyiyah Menurut Siti Noordjannah Djohantini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20096 shares
    Share 8038 Tweet 5024
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11918 shares
    Share 4767 Tweet 2980
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9190 shares
    Share 3676 Tweet 2298
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6315 shares
    Share 2526 Tweet 1579
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6102 shares
    Share 2441 Tweet 1526

OPINI

Muhammadiyah dan Seni Berkompromi: Melawan Arus Tanpa Kehilangan Arah
Jufri Daily

Muhammadiyah dan Seni Berkompromi: Melawan Arus Tanpa Kehilangan Arah

9 Agustus 2026
112
Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah
Jufri Daily

Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah

8 Agustus 2026
133
UNIMUS Jadi Saksi! Muktamar Tapak Suci XVI, Meneguhkan Iman & Pukulan
Nasional

UNIMUS Jadi Saksi! Muktamar Tapak Suci XVI, Meneguhkan Iman & Pukulan

7 Agustus 2026
112
Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas
Daerah

Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas

7 Agustus 2026
124
Marbot Bukan Sekadar Penjaga Masjid, tetapi Penjaga Peradaban
Daerah

Marbot Bukan Sekadar Penjaga Masjid, tetapi Penjaga Peradaban

7 Agustus 2026
129
Gelanggang yang Menempa Kader Muhammadiyah
Nasional

Dari Gelanggang Menuju Peradaban: Rekonstruksi Tapak Suci sebagai Organisasi Berbasis Pengetahuan

6 Agustus 2026
170

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan