• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Sabtu, Mei 23, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Haedar Nashir: Muhammadiyah Hadir Tidak Hanya untuk Diri Sendiri

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2019/09/03
in Muhammadiyah, PTM/A
0
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID-Malang || Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, Muhammadiyah hadir tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi Muhamamdiyah hadir untuk mencerdaskan, umat, bangsa dan kemanusiaan semesta.

Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Senin (2/9) di Dome UMM.

Dijelaskannya,  Muhammadiyah lahir, tumbuh dan berkembang baik di negeri tercinta, dan bahkan sekarang sudah meluas ke 27 negara.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, dari rahim Muhammadiyah lahir para pahlawan nasional yang memiliki peran besar dalam memajukan, bahkan dalam masa perjuangan ikut berjuang untuk kemerdekaan Negara Indonesia.

Karenanya, kata Haedar, kita harus bisa belajar dari tokoh-tokoh bangsa. Yang intinya adalah mereka anak-anak muda awal yang cerdas dan tercerahkan kemudian hadir menjadi tokoh bangsa yang membawa peradaban pencerahan itu untuk kemerdekaan dan membangun Indonesia.

Dalam ceramahnya dihadapan 7.000 mahasiswa baru UMM, Haedar menyampaikan tiga pesan.

Pertama,  jadikan kampus sebagai tempat untuk menempa diri dengan kekuatan karakter al-akhlak al -karimah.

“Jadilah anak-anak bangsa dan generasi umat yang berkarakter mulia. Orang-orang sukses, orang-orang yang diukir peran sejarahnya dalam perjalanan peradaban bangsa adalah orang-orang yang punya karakter jujur, terpercaya, kuat kemauan, dan berperilaku mulia,” ujarnya.

Kedua, Muhammadiyah menanamkan nilai-nilai dan tradisi iqro’ bagi generasinya termasuk di kampus-kampus Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).

Dijelaskannya, ayat pertama, surat pertama, dan wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT lewat Nabi Muhammad SAW bukan tentang sholat, zakat, puasa.

“Tetapi iqro. Iqro bukan hanya sekadar tradisi membaca, namun juga tradisi mewujudkan ulul albab, yang mana kekuatan berfikirnya bersinergi dengan kekuatan berdzikirnya,” sebutnya.

Ketiga, jadilah orang-orang yang punya kekuatan untuk bersungguh-sungguh, kerja keras dan dalam hidup selalu beramal kebajikan.

“Setinggi-tingi anda berilmu, ilmu itu tidak akan ada maknanya ketika tidak diamalkan. Ilmu tidak mengajarkan orang berada di Menara Gading,” tegasnya.

Lihatlah tokoh-tokoh bangsa kita, kata Haedar, betapapun ilmunya tinggi tetapi mereka berkhidmat untuk umat, untuk bangsa, bahkan tanpa perlu menjadi seperti orang-orang yang selalu demam pangung.

“Hidup tokoh-tokoh yang lahir dari rahim Muhammadiyah selalu bersahaja. Karena di dalam dirinya ada jiwa yang membentuk untuk beramal kebajikan buah dari ilmu dan kekuatan iman yang mencerahkan,” tutur Haedar.

Terakhir,  Haedar menyampaikan bahwa Negeri ini akan menyambut era emas atau satu abad Indonesia. Bagi Haedar,  generasi emas harus lahir satu diantaranya adalah orang-orang yang mau berkhidmat memajukan, mencerdaskan, dan mencerahkan bangsanya tanpa pamrih. (*)


Sumber: muhammadiyah.or.id

Tags: Berita MuhammadiyahHaedar NashirMuhammadiyahPTMUMM Malang
Previous Post

Bertindak Represif, IMM Minta Pamdal DPRD NTB Dipecat

Next Post

Haedar Nashir: PTM Sumbang 10 Persen Total Mahasiswa Indonesia

Related Posts

Wakaf untuk Masa Depan: Dari Amal Ibadah menuju Gerakan Peradaban

Wakaf untuk Masa Depan: Dari Amal Ibadah menuju Gerakan Peradaban

15 Mei 2026
149
Dinamika Organisasi dan Organisasi Dinamika

Dinamika Organisasi dan Organisasi Dinamika

15 Mei 2026
149
Inovasi Kurban Muhammadiyah: Mulai dari Distribusi, Ramah Lingkungan hingga Transparansi dan Keadilan Sosial

Inovasi Kurban Muhammadiyah: Mulai dari Distribusi, Ramah Lingkungan hingga Transparansi dan Keadilan Sosial

13 Mei 2026
145
Amanah Peradaban: Ketika Muhammadiyah Menjaga Arah Pendidikan Bangsa

Amanah Peradaban: Ketika Muhammadiyah Menjaga Arah Pendidikan Bangsa

3 Mei 2026
124
Mendidik dengan Keteladanan

Mendidik dengan Keteladanan

2 Mei 2026
142
Kaderisasi: Menanamkan Cinta dan Menjaga Martabat Organisasi

Kaderisasi: Menanamkan Cinta dan Menjaga Martabat Organisasi

21 April 2026
149
Next Post

Haedar Nashir: PTM Sumbang 10 Persen Total Mahasiswa Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In