TAJDID.ID~Surabaya 🔳 MTs Muhammadiyah 19 Surabaya sukses menggelar agenda tahunan seremonial Purnasiswa ke-IV untuk melepas 54 siswa-siswi kelas IX tahun ajaran 2025/2026 di Hall BG Junction, Senin (15/6/2026).
Acara ini mengusung tema yang sarat akan harapan besar: “Berakhlak Mulia, Berprestasi, dan Menginspirasi Menuju Masa Depan Gemilang”.
Kepala MTs Muhammadiyah 19 Surabaya, Budi Asmawan, ST., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran proses pendidikan selama ini. Ia secara khusus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua wali murid yang telah memercayakan putra-putrinya di madrasah.
“Kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak dan Ibu wali murid kelas IX yang selama 3 tahun ini telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada kami untuk mendidik putra-putrinya di MTs Muhammadiyah 19 Surabaya. Mudah-mudahan segala pengorbanan Bapak Ibu, baik berupa materi, motivasi, saran, hingga kritik, dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda,” ujarnya.
Sesuai dengan tema yang diangkat, Budi Asmawan berharap agar para alumni angkatan ke-IV ini tidak hanya unggul dalam nilai akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat di tengah masyarakat. Ia berpesan agar para siswa terus mengejar impian mereka ke jenjang yang lebih tinggi, baik di SMA, SMK, Madrasah Aliyah (MA), maupun Pondok Pesantren.
Di hadapan puluhan pasang mata siswa dan wali murid, Kepala Madrasah juga menitipkan pesan mendalam agar para lulusan tidak pernah menanggalkan identitasnya sebagai kader persyarikatan. Ia menekankan 6 Ciri Khas Pelajar Muhammadiyah yang wajib melekat dan dihafalkan oleh anak-anak Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), yakni:
1. Menegakkan perintah agama Islam.
2. Hormat dan patuh terhadap orang tua dan guru.
3. Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.
4. Bekerja keras, mandiri, dan berprestasi.
5. Rela berkorban dan menolong sesama.
6. Siap menjadi kader Muhammadiyah dan bangsa.
”Insyaallah anak-anak IPM hafal dan wajib hafal, karena ini adalah karakter pelajar Muhammadiyah di mana pun berada,” tegasnya.
Agenda tersebut diapresiasi langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bulak Abdul Haris, S.Ag.
Abdul Haris memberikan pesan mendalam kepada seluruh wisudawan. Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang tertulis dalam tema kelulusan tersebut tidak boleh sekadar menjadi slogan, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan nyata.
“Kami berpesan, mudah-mudahan ini tidak hanya tulisan kepada anak-anakku. Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Kepala Madrasah, kalian adalah ujung tombak dari MTs Muhammadiyah 19 Surabaya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tetap menjaga nama baik madrasah saat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Tidak hanya di sini saja, tapi nanti ke jenjang yang lebih tinggi, ke SMA atau lainnya, kalian wajib menjaga almamater dan nama baik MTs Muhammadiyah 19 Surabaya,” tegasnya.
Mengutip esensi ayat suci Al-Qur’an, Ketua PCM Bulak ini juga mengingatkan para orang tua dan hadirin agar memiliki kekhawatiran jika meninggalkan generasi atau keturunan yang lemah di masa depan. Sebagai solusi konkret untuk mencetak generasi yang kuat secara akhlak dan spiritual, ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyekolahkan anak-anak mereka ke institusi Muhammadiyah.
”Artinya apa? Kalau Bapak, Ibu, dan Saudara ingin anaknya berakhlak mulia, ingin didoakan oleh anak-anaknya, dan ingin pengetahuan agamanya luas, tidak usah ragu-ragu, sekolahkan saja di MTs Muhammadiyah 19 Surabaya,” tambahnya sembari mempromosikan madrasah.
Sambil berseloroh menceritakan pengalamannya yang sempat tersesat mencari lokasi acara karena baru pertama kali ke BG Junction, ia memuji soliditas seluruh elemen persyarikatan.
”Kami sebagai Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bulak mengucapkan selamat dan sukses atas lembaga di bawah naungan PCM Bulak. Semuanya kompak, semuanya solid. Dan itulah tujuan dari PCM Bulak, tidak terpecah-pecah, selalu bersinergi dengan PCM maupun PCA Bulak,” pungkasnya.
Di penghujung kebersamaan ini, ruang aula dibuat luluh oleh ketulusan. Isak tangis tak lagi dapat dibendung saat dekapan hangat saling dilingkarkan di antara sesama lulusan MTs Muhammadiyah 19 Surabaya.
Kini, lutut-lutut keduniawian pun direndahkan, tubuh-tubuh muda itu bersimpuh pasrah di hadapan ayah dan bunda. Tangan-tangan yang mulai keriput itu dicium dengan takzim, sementara untaian maaf dan rida tak putus-putus dibisikkan ke telinga mereka. Sungguh, sebuah bakti yang nyata sedang dipersembahkan.
Acara purnasiswa ke-IV ini menandai babak baru bagi 54 alumni MTs Muhammadiyah 19 Surabaya untuk melangkah mantap menyongsong masa depan, membawa bekal akhlak dan ilmu yang telah ditempa selama tiga tahun di madrasah. (Yuda)














