Oleh : Andi Hariyadi
Ketua Majelis Pustaka Informatika Digitalisasi PDM Surabaya
Penghargaan Kalpataru dari Pemerintah Republik Indonesia kembali di berikan pada para “pahlawan” pegiat lingkungan, karena atas perjuangan, perintisan dan pengabdiannya yang luar biasa, sehingga layak diberikan penghormatan atas jasa yang dilakukan meski penuh rintangan tidak menyurutkan perjuangan melestarikan lingkungan.
Ada beberapa kategori penganugerahan Kalpataru yang disampaikan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026, meliputi : Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, Pembina Lingkungan, serta kategori baru Kalpataru Yuvan untuk generasi muda.
Salah satu penerima penghargaan Kalpataru yang sangat bergengsi dan menginspirasi yaitu Ananto Isworo kader Muhammadiyah yang bekerja sebagai staff kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogjakarta yang mampu bersaing mengungguli peserta dari beberapa daerah di Indonesia dalam kiprahnya merintis Gerakan Sedekah Sampah sejak tahun 2013.
Kesibukannya di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogjakarta tidak mengurangi kepeduliannya terhadap persoalan-persoalan lingkungan yang semakin berat khususnya sampah, yang selama ini dianggap sebagai barang sisa tidak berguna dan parahnya dibuang begitu saja tanpa dipilah sehingga mengurangi estetika dan mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan, dan jika tidak ada solusi yang tepat sampah bisa jadi bencana yang mengerikan.
Sebagai kader Muhammadiyah yang peduli atas problematika sampah yang saat ini terus menghantui warga kota, dimana terjadi penumpukan sampah yang volumenya semakin overload, bau busuk menyengat dan berpotensi rawan mengganggu kesehatan ditambah masih minimnya kesadaran untuk peduli terhadap sampah, sehingga tidak saja estetika tapi juga etika dalam menyikapi sampah. Meski sudah banyak himbauan dan diajarkan di ruang sekolah tetapi masih minim kesadarannya bahwa, tidak saja akan tetapi sudah terwujudkan bahwa sampah menjadi bencana.
Ananto Isworo tergerak untuk berdakwah nyata berbasis Eko Masjid, dimana masjid tidak sekedar tempat untuk ritual ibadah dan dakwah Keagamaan, tetapi dari dakwah masjid diharapkan bangkit kesadaran jamaah untuk peduli sampah, karena hal itu juga bernilai ibadah. Tentu kita sangat tidak nyaman jika lingkungan masjid terdapat banyak berserakan sampah, masjid sebagai tempat suci seharusnya berdampak menciptakan lingkungan yang bersih.
“Ini saya kira menjadi poin penting bahwa pendekatan penanganan sampah bisa dilakukan melalui pendekatan agama dan berbasis rumah ibadah. Gerakan ini juga telah direplikasi oleh ratusan komunitas. Di Bantul sendiri ada kurang lebih 532 komunitas, kemudian menyebar hingga ke ratusan masjid dan rumah ibadah. Jika dihitung, jumlahnya mencapai sekitar 300 masjid di seluruh Indonesia,” jelas Ananto, dikutip dari Muhammadiyah.or.id.
Ada kecerdasan penafsiran tentang sedekah melalui sampah, hal ini memperkuat sekaligus memberi nuansa tentang sedekah, jika selama ini kita bersedekah dengan uang atau makanan, tetapi melalui sampah yang sering kita salah pahami tidak berguna ternyata ada nilai keberkahan dengan kebaikan yang terus bertambah.
Sedekah sampah akan sebanding nilainya ketika kita bersedekah dengan uang dan makanan, tentunya ada perilaku khusus saat bersedekah sampah, meski tangan terlihat kotor saat berinteraksi dengan sampah, justru inilah nilai lebih yang kita dapatkan sebagai bagian dari amal soleh kita.
Mengingat penulis juga sebagai pegiat lingkungan di tingkat Rukun Tetangga (RT), ada beberapa perlakukan yang dapat memberikan nilai lebih saat bersedekah sampah, diantaranya pertama, pilah sampah sejak di rumah seperti sampah organik dan non organik serta barang berbahaya, pemilahan lebih awal ini sangat bermanfaat, serta ditempatkan sesuai tempatnya. Sampah organik seperti dedaunan bisa untuk kompos yang ditempatkan di Kompusteraerob, sedang sampah anorganik khususnya botol plastik bisa ditempat pada sebuah keranjang sebagai tempat sedekah botol plastik. Dan di masjid diharapkan ada petugas yang menangani bank sampah untuk menerima nasabah dari jamaah.
Pencapaian Kalpataru ini benar benar menginspirasi untuk memberi solusi atas problematika tentang sampah, melalui gerakan sedekah sampah sedikit banyak turut berpartisipasi dalam isu isu lingkungan, dan Muhammadiyah melalui Amal Usahanya serta jejaring struktur serta Angkatan Mudanya diharapkan terlibat aktif tidak hanya dalam dakwah dan edukasi saja tetapi menjadi relawan penggerak dalam aksi di dunia nyata dan maya dengan konten kreatifnya.
Sampah bagi dakwah Muhammadiyah ada peluang besar yang tidak hanya untuk kelestarian lingkungan saja, tetapi ada nilai finansial untuk pemberdayaan yang mensejahterakan diantaranya pemenuhan energi alternatif yang ramah lingkungan dan karya karya lain yang bermanfaat bagi kehidupan.
Capaian kader Muhammadiyah Ananto Isworo yang mendapat penghargaan Kalpataru diharapkan bermunculan kader kader lain khususnya yang peduli lingkungan. Upaya memakmurkan masjid dengan hadirnya kader kader lingkungan yang mampu memilah dan mengolah sampah, merintis penyelamatan lingkungan, mengembangkan penemuan energi alternatif serta program penguatan pangan yang menyehatkan.
Kehadiran kader kader lingkungan berbasis masjid yang ada di Ranting semakin mengokohkan peran dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan, betapa bangganya ketika kader kader kita begitu terampil mengolah sampah dan itulah perjuangan nyata, namun betapa sedihnya kita ketika kader kader bersikap pasif atau bahkan menghindar dari persoalan lingkungan yang dianggap tidak relevan untuk penguatan iman, justru dengan kepedulian lingkungan merupakan diantara pilar tegaknya Islam dengan iman yang fungsional dengan persoalan kekinian, sehingga kesolehan spiritual diantaranya berwujud ke solehan lingkungan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Ar Rahman ayat 60 : ‘Tidak ada balasan untuk kebaikan, selain kebaikan (pula)”. Ayat ini begitu memotivasi kepada kita untuk Istiqomah berbuat kebaikan, seperti memilah dan mengelola sampah untuk sedekah melalui bank sampah, aktif menanam dan merawat tanaman sehingga tumbuh subur yang tidak hanya asri ke rindangan tetapi itu wujud sedekah tanaman sehingga menambah pasokan oksigen untuk membantu pernafasan, dan masih banyak kebaikan lainnya, sehingga Allah SWT akan membalas dengan yang lebih baik.
Akhirnya disampaikan selamat dan sukses kepada Kader Muhammadiyah Ananto Isworo yang mendapat penghargaan Kalpataru, semoga terus bermanfaat dan berkelanjutan terlibatnya kader kader yang berkemajuan. (*)














