Oleh : Jufri
Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi
Di sela-sela kegiatan pengkaderan Baitul Arqam, sore itu saya berbincang santai dengan Bendahara PCM Serbelawan, Bapak Syofyan Natsir, dan Sekretaris Dikdasmen PCM Serbelawan, Bapak Indra. Obrolannya ringan, tetapi penuh optimisme. Topiknya adalah kegembiraan ber-Muhammadiyah yang tumbuh melalui amal usaha pendidikan yang terus berkembang.
Pak Indra menjelaskan dengan penuh semangat bahwa saat ini SMA Muhammadiyah Serbelawan telah memiliki 19 rombongan belajar (rombel) dengan 654 siswa. Sementara itu, SMP Muhammadiyah memiliki 429 siswa, dan SD Muhammadiyah telah mencapai sekitar 220 siswa.
Yang lebih menarik lagi, menurut Pak Syofyan Natsir, setiap tahun pendaftaran siswa baru di SD Muhammadiyah bahkan sering harus ditutup lebih awal, jauh sebelum pendaftaran di sekolah negeri dimulai. Hal itu menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan Muhammadiyah.
Dalam perbincangan itu, kami juga sampai pada satu kesimpulan sederhana. Kunci pengelolaan perguruan Muhammadiyah di Serbelawan sesungguhnya bukan sesuatu yang rumit. Kejujuran, disiplin, dan kerja sama menjadi fondasi utama dalam memelihara kepercayaan masyarakat. Kejujuran melahirkan integritas, disiplin menjaga kualitas, dan kerja sama memperkuat seluruh unsur persyarikatan untuk bergerak dalam satu irama. Tiga hal itulah yang, dengan izin Allah, menjadikan perguruan Muhammadiyah terus berkembang dan semakin dipercaya oleh masyarakat Serbelawan.
Tentu, kompetisi dengan sekolah-sekolah lain di sekitar Serbelawan tetap berlangsung. Namun persaingan itu berjalan secara sehat, saling memacu untuk memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat. Dalam dunia pendidikan, kompetisi seperti inilah yang justru melahirkan inovasi dan peningkatan kualitas.
Yang menarik untuk direnungkan, jumlah warga Muhammadiyah di Serbelawan sebenarnya tidaklah besar. Namun, animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di sekolah Muhammadiyah terus meningkat. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik dibangun bukan semata-mata oleh besarnya jumlah anggota, tetapi oleh konsistensi dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Barangkali inilah wujud nyata Islam Berkemajuan yang selama ini menjadi napas gerakan Muhammadiyah. Pendidikan tidak hanya melahirkan peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk manusia yang berakhlak, berdaya saing, dan siap menjadi bagian dari cita-cita mewujudkan Bangsa Semesta yang bercahaya.
Perbincangan sore itu mengingatkan saya bahwa dakwah tidak selalu dilakukan dari mimbar. Dakwah juga hadir melalui ruang-ruang kelas, melalui guru-guru yang mengabdi dengan ikhlas, melalui sekolah yang terus dipercaya masyarakat, dan melalui amal usaha yang dikelola dengan amanah.
Kegembiraan ber-Muhammadiyah ternyata bukan sekadar rasa memiliki sebuah organisasi, melainkan menyaksikan secara langsung bagaimana amal usaha terus memberi manfaat bagi umat. Ketika sekolah-sekolah Muhammadiyah semakin maju, sesungguhnya yang sedang bertumbuh bukan hanya jumlah siswa, tetapi juga harapan masyarakat akan masa depan generasi yang lebih baik.
Semoga semangat membangun pendidikan ini terus terjaga. Sebab selama kejujuran tetap dijadikan prinsip, disiplin tetap dipelihara, dan kerja sama terus diperkuat, maka dengan izin Allah kepercayaan masyarakat akan tetap terawat, dan Muhammadiyah akan terus menjadi pelita yang mencerdaskan, memajukan, dan mencerahkan kehidupan bangsa.
Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni














