TAJDID.ID~Denpasar || Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) pada Rabu, 3 Juni 2026. Acara yang dipusatkan di SD Muhammadiyah 3 Denpasar ini dibuka secara resmi oleh Ketua PWM Bali dan dihadiri oleh total 54 peserta yang terdiri dari Pimpinan Daerah, pengurus Dikdasmen, kepala sekolah, serta perwakilan guru dari berbagai daerah di Bali.
Acara pembukaan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh unsur persyarikatan majelis dan lembaga lingkungan PWM Bali. Kemeriahan pembukaan diawali dengan penampilan apik dari paduan suara SD Muhammadiyah 3 Denpasar, disusul dengan aksi memukau dari atlet Tapak Suci yang telah menorehkan banyak prestasi di tingkat nasional.

Menatap Misi Pendidikan Muhammadiyah yang Unggul
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM Bali, Dr. Sugito, M.Pd., menyampaikan bahwa hasil Muktamar telah menetapkan target “unggul” untuk semua aspek di bidang pendidikan. Hal ini sejalan dengan misi besar perkembangan pendidikan
Muhammadiyah.
Target unggul ini dapat dicapai jika kepala sekolah berperan aktif, membangun sinergi yang kuat antara sekolah dan majelisnya, serta terus melakukan pendampingan yang konsisten. Rakorwil ini dilaksanakan sebagai salah satu pemicu gerakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) guna pencapaian target masing-masing Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Bali,” ujar Dr. Sugito.
Menghidupkan Ekosistem Pendidikan yang Berkemajuan
Ketua PWM Bali, Ir. Husnul Fahmi, dalam pidato arahannya berharap agar hasil dari Rakorwil ini dapat segera diimplementasikan di tingkat daerah. Langkah ini harus selaras dengan tema yang diusung: “Sinergi Membangun Ekosistem Pendidikan Muhammadiyah Bali yang Unggul dan Berkemajuan.”
Husnul Fahmi menambahkan bahwa potensi ini sudah terbukti nyata. Salah satunya adalah SD Muhammadiyah 3 Denpasar yang telah ditunjuk langsung oleh kementerian sebagai sekolah model Muhammadiyah di Bali.
“Harapan kami, melalui Rakorwil ini, seluruh daerah termotivasi untuk maju dan unggul. Saya berpesan kepada seluruh pengelola AUM untuk selalu menjaga komunikasi yang baik dan bekerja sama secara erat dengan Majelis Dikdasmen & PNF PWM,” tutur Ir. Husnul Fahmi sebelum mengetuk palu tanda dibukanya acara secara resmi.
Sebagai bentuk penguatan, Kepala SD Muhammadiyah 3 Denpasar, RA. Emma Rosada, S.S., M.Pd., turut memberikan paparan best practice (praktik baik) mengenai pengelolaan sekolah model. Sesi ini diharapkan dapat menjadi motivator bagi sekolah-sekolah lain di Bali untuk bergerak maju bersama demi mencapai predikat unggul.
Mari jadikan momentum Rakorwil ini sebagai titik balik untuk meruntuhkan sekat-sekat pemisah. Ketika Majelis Dikdasmen, para kepala sekolah, guru, dan persyarikatan bergerak dalam satu derap langkah yang sama, maka tantangan zaman seberat apa pun akan mampu dilewati.
Setiap madrasah dan sekolah Muhammadiyah di Bali memiliki potensi yang luar biasa. Dengan komunikasi yang terbuka, saling mendukung, dan memegang teguh semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), ekosistem pendidikan Muhammadiyah Bali tidak hanya akan melahirkan sekolah yang unggul secara akademik, tetapi juga menjadi pusat peradaban yang berkemajuan dan mencerahkan semesta. Tetap semangat, mari bersinergi memajukan pendidikan Bali! (*)
Penulis: Nove





