No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Membaca Humor: dari Sastra hingga Filsafat

1 September 2026
in Esai, Nasional, Opini
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Heri Isnaini

Humor sering dianggap sebagai sesuatu yang ringan dan sekadar hiburan. Padahal, di balik tawa terdapat persoalan bahasa, budaya, pendidikan, bahkan filsafat kehidupan manusia. Buku The Philosophy of Humour karya Paul McDonald menunjukkan bahwa humor bukan sekadar lelucon, melainkan bagian penting dari cara manusia memahami dunia. Humor membantu manusia menghadapi kenyataan, menyampaikan kritik, membangun relasi sosial, dan mengekspresikan kreativitas.

BACA JUGA

Bersedia Pertama Divaksin, Ini Usul Sudjiwotedjo kepada Jokowi

Hadang Omricon, ‘Aisyiyah Terus Galakkan Kampanye Pentingnya Prokes

Semarakkan Muktamar, PDM Bantul Gelar Lomba PPGD Ambulan Muhammadiyah

Soroti Pilpres 2024, BEM UIN Malang: Ada Pihak yang Ingin Melanggengkan Kekuasaan

Haedar Nashir: Tidak Boleh Hanya Ada, AUM Harus Unggul dan Berkemajuan

Konsep Relasi Antara Agama dan Negara Ala Ki Bagus Hadikusumo

Dalam dunia sastra, humor memiliki fungsi yang jauh lebih dalam dibanding sekadar membuat pembaca tertawa. Humor menjadi medium kritik sosial, sindiran budaya, dan refleksi terhadap kehidupan manusia. Hal ini sejalan dengan pembahasan McDonald mengenai pemikiran Cicero yang melihat humor sebagai sarana retorika untuk menyampaikan kebenaran secara halus.

Banyak karya sastra justru terasa kuat karena mampu menghadirkan ironi dan kelucuan di tengah tragedi. Dalam tradisi sastra Indonesia, humor hadir melalui tokoh-tokoh seperti Kabayan atau cerita-cerita satire yang menertawakan realitas sosial. Humor dalam sastra membuat pembaca tidak hanya tertawa, tetapi juga berpikir.

Humor juga memiliki hubungan erat dengan bahasa. Dalam The Philosophy of Humour, dijelaskan bahwa humor sering muncul dari ketidaksesuaian atau incongruity, yakni benturan antara harapan dan kenyataan. Dalam bahasa Indonesia, hal ini tampak pada budaya plesetan, permainan kata, ambiguitas, hingga meme digital.

Kelucuan muncul ketika makna bahasa “dipelintir” dari ekspektasi awal. Misalnya, “Cinta itu buta, tapi tagihan listrik membuka mata.” Ungkapan sehari-hari yang dibalik logikanya dapat menghasilkan efek komikal yang spontan. Humor bahasa Indonesia memperlihatkan bahwa masyarakat tidak hanya menggunakan bahasa untuk komunikasi formal, tetapi juga sebagai ruang bermain kreativitas.

Di dunia digital, meme juga menjadi bentuk humor bahasa yang sangat populer. Gambar seorang siswa tertidur di kelas dengan tulisan “belajar sambil merem supaya ilmunya masuk lewat mimpi” adalah contoh humor yang lahir dari absurditas logika. Kelucuannya muncul karena pembaca memahami bahwa pernyataan tersebut tidak masuk akal, tetapi terasa dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Keragaman budaya Indonesia juga memengaruhi bentuk humor masyarakatnya. Humor Sunda cenderung spontan dan ringan, humor Jawa sering hadir dalam bentuk sindiran simbolik, sedangkan humor Betawi terkenal lugas dan egaliter.

Semua itu menunjukkan bahwa humor adalah cermin budaya. Bahasa menjadi medium yang memperlihatkan cara masyarakat memandang kehidupan, kekuasaan, dan relasi sosial.

Dalam pendidikan bahasa, humor memiliki fungsi pedagogis yang penting. Suasana belajar yang terlalu serius sering membuat peserta didik takut berbicara atau takut melakukan kesalahan. Humor mampu menciptakan ruang belajar yang lebih cair dan komunikatif. Ketika guru menggunakan cerita lucu, anekdot, atau permainan bahasa, siswa lebih mudah memahami materi sekaligus merasa dekat dengan proses pembelajaran.

Buku The Philosophy of Humour menjelaskan bahwa humor membantu manusia menjadi lebih terbuka terhadap gagasan baru dan lebih fleksibel dalam berpikir. Dalam pembelajaran bahasa, hal ini sangat penting karena bahasa bukan hanya soal tata bahasa, melainkan juga soal konteks sosial dan kemampuan memahami makna tersembunyi seperti ironi, sindiran, dan satire. Humor membantu siswa memahami bahwa bahasa hidup bersama masyarakatnya.

Namun, pembahasan paling menarik dalam buku tersebut adalah hubungan antara humor dan filsafat. Sejak zaman Yunani Kuno, humor telah menjadi perhatian para filsuf. Plato memandang tawa sebagai sesuatu yang berbahaya karena dapat merusak keseriusan manusia. Sebaliknya, Aristotle melihat humor sebagai bagian alami kehidupan sosial selama digunakan secara proporsional.

Kemudian, Thomas Hobbes menjelaskan bahwa manusia tertawa karena merasa lebih unggul dibanding orang lain. Dari sini lahir teori superioritas dalam humor. Sementara itu, teori incongruity melihat humor sebagai hasil benturan logika dan realitas yang tidak sesuai harapan.

Semua teori tersebut memperlihatkan bahwa tertawa sebenarnya adalah aktivitas intelektual: manusia tertawa karena mampu mengenali kontradiksi kehidupan.

Pada akhirnya, humor menunjukkan sisi paling manusiawi dari manusia. Ketika hidup terasa berat, humor menjadi cara untuk bertahan. Ketika kenyataan terasa absurd, humor menjadi cara untuk memahaminya. Karena itu, humor bukan lawan dari keseriusan, melainkan bentuk lain dari kebijaksanaan.

Melalui humor, manusia belajar bahwa hidup tidak selalu harus dipahami dengan dahi berkerut; kadang-kadang, dunia justru lebih mudah dimengerti melalui senyuman dan tawa. (*)

 

Bionarasi Penulis

Heri Isnaini adalah dosen sastra di IKIP Siliwangi, Kota Cimahi, Jawa Barat. Heri lahir di Subang pada 17 Juni dan memiliki minat yang mendalam terhadap dunia sastra beserta berbagai kajiannya.

Tulisan-tulisannya telah dipublikasikan di beragam media massa, baik daring maupun cetak. Heri merupakan kontributor media RNSI dan Literatura Nusantara.

Tags: Heri IsnainiHumorsastra
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

by Mujaddid
5 September 2026
18
Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini
Daerah

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini

by Mujaddid
5 September 2026
13
Julia Kristeva dan Teks yang Tidak Pernah Berdiri Sendiri
Esai

Julia Kristeva dan Teks yang Tidak Pernah Berdiri Sendiri

by Mujaddid
1 September 2026
19
Bahasa, Efisiensi Mesin, dan Kelumpuhan Empati
Esai

Bahasa, Efisiensi Mesin, dan Kelumpuhan Empati

by Mujaddid
1 September 2026
26
Adab Lebih Dulu daripada Artificial Intelligence
Nasional

Adab Lebih Dulu daripada Artificial Intelligence

by Mujaddid
16 Agustus 2026
30
Pesantren Tidak Pernah Kekurangan Teori
Islam

Pesantren Tidak Pernah Kekurangan Teori

by Mujaddid
27 Juli 2026
21
Puisi-puisi Zahra Nur Alfiyah
Nasional

Puisi~puisi Zahra Nur Alfiyah (2)

by Mujaddid
14 Juli 2026
67
Indonesia yang Dibangun oleh Cerita-cerita Kecil
Esai

Indonesia yang Dibangun oleh Cerita-cerita Kecil

by Mujaddid
1 September 2026
16
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

by Mujaddid
28 Juni 2026
19
Mengajarkan Sastra dengan Hidup, Bukan Sekadar dengan Teori
Esai

Mengajarkan Sastra dengan Hidup, Bukan Sekadar dengan Teori

by Mujaddid
1 September 2026
23

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Kampus Berdampak, Prodi Biokewirausahaan UMJT Gelorakan Literasi Numerasi di SMAN Mejayan Madiun
  • UMSU Melejit
  • Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
  • Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara
  • Hari Radio Nasional, Fajar Junaedi: Industri Radio Perlu Adaptasi Multiplatform
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
Nasional

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.