Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Dari Kartini ke Rasuna: Ketika Kata-kata Menjadi Perlawanan

Mujaddid by Mujaddid
2026/04/22
in Jufri Daily, Nasional, Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Dari Kartini ke Rasuna: Ketika Kata-kata Menjadi Perlawanan
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh : Jufri

Di setiap bulan April, kita akrab merayakan Raden Ajeng Kartini sebagai simbol kebangkitan perempuan Indonesia. Namun di sela-sela ingatan kolektif itu, ada satu nama yang sering luput kita beri ruang yang sama: Rasuna Said. Jika Kartini menyalakan cahaya melalui pemikiran dan pendidikan, maka Rasuna datang membawa api—api keberanian yang menyala di panggung-panggung perjuangan.

Saya selalu merasa, ada sesuatu yang berbeda ketika membaca kisah Rasuna Said. Ia bukan hanya berbicara tentang perubahan, tetapi menjalaninya dengan risiko nyata. Lahir dari tanah Minangkabau yang sarat tradisi intelektual, ia tumbuh dengan keyakinan bahwa ilmu tidak boleh berhenti di kepala. Ilmu harus berani turun ke gelanggang, berhadapan dengan ketidakadilan, dan jika perlu, menantang kekuasaan.

Di masa kolonial, ketika banyak orang memilih diam demi keselamatan, Rasuna justru memilih bersuara. Ia berdiri di hadapan massa, menyampaikan kritik yang tajam terhadap penjajahan. Suaranya bukan sekadar retorika; ia adalah panggilan kesadaran. Tidak heran jika kemudian ia menjadi perempuan pertama yang dijerat dengan speek delict, hukum kolonial yang membungkam kebebasan berbicara. Namun seperti banyak pejuang sejati, penjara justru memperkuat gaung namanya. Dari sana lahir julukan yang begitu kuat: “Singa Podium dari Tanah Minang.”

Bagi Rasuna, perjuangan perempuan bukanlah isu pinggiran. Melalui Persatuan Muslimin Indonesia, ia menanamkan kesadaran bahwa perempuan harus hadir dalam denyut politik dan arah bangsa. Ia tidak ingin perempuan hanya menjadi penonton sejarah. Perempuan, menurutnya, harus menjadi penulisnya.

Setelah Indonesia merdeka, langkahnya tidak surut. Ia tetap hadir di ruang-ruang strategis negara, dari parlemen hingga Dewan Pertimbangan Agung, berdialog bahkan dengan Soekarno. Namun yang menarik, kekuasaan tidak pernah mengubah nadanya. Ia tetap kritis, tetap berani, dan tetap berpihak pada mereka yang kecil.

Hari ini, nama Rasuna Said mungkin lebih sering kita lihat sebagai papan jalan di ibu kota, di Jakarta. Ribuan kendaraan melintas setiap hari, tergesa oleh urusan masing-masing. Saya sendiri pernah membayangkan, berapa banyak di antara kita yang benar-benar berhenti sejenak—bukan untuk menepi, tapi untuk mengingat—bahwa nama itu pernah mengguncang kesadaran sebuah bangsa.

Mungkin di sinilah letak pentingnya kita tidak hanya merayakan Hari Kartini, tetapi juga memberi ruang pada “Hari Rasuna Said”—bukan sekadar sebagai tanggal seremonial, tetapi sebagai momentum refleksi. Sebab sejarah perempuan Indonesia tidak hanya ditulis dengan gagasan yang indah, tetapi juga dengan keberanian yang berisiko.

Dan dari Rasuna Said, kita belajar satu hal yang sederhana namun dalam: kata-kata, jika lahir dari keberanian, tidak hanya terdengar—ia mampu menggerakkan, bahkan mengubah arah sejarah. (*)

 

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Tags: RA KartiniRasuna Said
Previous Post

Waspadai Potensi Penyelewengan BBM dan Gas Elpiji Bersubsidi

Next Post

Kisah Pejabat yang Menolak Tunjangan

Related Posts

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

30 Juni 2026
119
Potret Reformasi Polri

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
116
Kayu Gelondongan dan Hutan Kita

Muktamar Muhammadiyah: Menyalakan Pencerahan, Merawat Demokrasi, Membangun Peradaban

29 Juni 2026
108
Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

29 Juni 2026
104
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
Next Post
Kisah Pejabat yang Menolak Tunjangan

Kisah Pejabat yang Menolak Tunjangan

Cegah Kriminalitas, Shohibul: Muhammadiyah Perlu Tentukan Prioritas Orientasi Dakwahnya

Ketua LHKP PW Muhammadiyah Sumut Soroti Urgensi Dekonstruksi Birokrasi dalam Tata Kelola Desa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
116
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan