Rabu, Juli 15, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Kisah Pejabat yang Menolak Tunjangan

Mujaddid by Mujaddid
2026/04/22
in Islam, Nasional, Sejarah, Syahdan
Reading Time: 2 mins read
0
Kisah Pejabat yang Menolak Tunjangan

Foto ilustrasi.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Pada suatu hari di masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, sebuah laporan kecil dari meja administrasi mengantarkan lahirnya sebuah pelajaran besar tentang amanah, keikhlasan, dan cara memandang harta.

Ada sejumlah dana yang tersisa dari anggaran tunjangan seorang pejabat. Anehnya, dana itu tidak diambil oleh yang berhak. Dalam catatan administrasi, uang tersebut justru diberi keterangan: untuk sedekah kepada orang-orang miskin.

Laporan itu sampai ke telinga Amirul Mukminin.

Umar bin Khattab terdiam sejenak. Baginya, ini bukan perkara sederhana. Tunjangan itu adalah hak seseorang yang telah bekerja untuk umat. Mengapa justru ditolak?

Dengan langkah tegas, Umar memutuskan untuk mendatangi langsung pejabat yang dimaksud. Namanya Abdullah bin Sa’di, seorang sahabat yang dikenal tekun menjalankan tugasnya.

Saat bertemu, Umar langsung membuka percakapan.

“Wahai sahabatku, bukankah urusan yang engkau tangani begitu banyak? Engkau telah bekerja keras, dan engkau berhak atas tunjangan itu.”

Abdullah menunduk hormat, lalu berkata: “Benar, wahai Amirul Mukminin. Tugas saya adalah mengabdi untuk rakyat.”

Umar memandangnya lekat-lekat, lalu bertanya kembali, “Lalu apa sebabnya engkau tidak mengambil gaji yang menjadi hakmu?”.

Sejenak suasana hening.

Dengan suara tenang dan wajah yang menyiratkan ketulusan, Abdullah menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, saya merasa telah cukup. Saya masih memiliki beberapa kuda dan sedikit harta. Jika diizinkan, saya ingin gaji dan tunjangan itu diberikan kepada mereka yang lebih membutuhkan, orang-orang miskin di sekitar kita.”

Jawaban itu membuat Umar tersenyum.

Di hadapannya berdiri seorang pejabat yang memandang jabatan bukan sebagai jalan memperkaya diri, melainkan ladang pengabdian. Namun Umar, dengan kebijaksanaannya, tidak serta-merta membenarkan sikap tersebut.

Ia lalu membagikan pengalaman pribadinya bersama Rasulullah SAW.

“Jangan terburu-buru berbuat demikian, wahai sahabatku,” kata Umar lembut.

Ia bercerita bahwa suatu ketika dirinya pernah melakukan hal yang hampir sama. Tunjangan yang menjadi haknya hendak ia serahkan seluruhnya kepada fakir miskin. Namun Rasulullah SAW memanggilnya.

“Wahai Umar, ambillah kembali harta itu,” ujar Rasulullah SAW.

Umar menjawab, “Berikanlah kepada orang yang lebih membutuhkan daripada saya, ya Rasulullah.”

Tetapi Rasulullah SAW kembali menyerahkan harta itu kepada Umar, lalu bersabda:

“Ambillah dan milikilah harta itu, kemudian engkau boleh menyedekahkannya. Harta ini adalah hakmu, sedangkan engkau tidak memintanya dan tidak pula mengharapkannya.”

Petuah Nabi yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari itu menjadi penjelasan penting: menerima hak bukanlah bentuk kecintaan pada dunia, selama hati tetap bersih dari kerakusan. Bahkan, dari harta yang halal dan sah itulah sedekah menjadi lebih bermakna.

Mendengar kisah tersebut, Abdullah bin Sa’di akhirnya memahami nasihat Amirul Mukminin. Ia pun menerima tunjangan dan gajinya sebagai pejabat yang telah menunaikan amanah dengan baik.

Namun kisah itu tidak berhenti di sana. Setelah menerima haknya, Abdullah tetap melakukan apa yang diniatkannya sejak awal: ia menyerahkan harta itu kepada orang-orang miskin di sekitarnya.

Di situlah letak keindahan akhlak para salihin. Mereka tidak menolak hak, tetapi juga tidak diperbudak oleh hak itu. Harta diterima sebagai amanah, lalu dilepas kembali sebagai jalan ibadah.

Sebuah pelajaran yang tetap relevan hingga hari ini: jabatan sejatinya bukan sarana menumpuk kekayaan, melainkan kesempatan untuk memberi manfaat yang lebih luas. Wallahu a’lam. (*)

 

Tags: Abdullah bin Sa’diUmar bin Khattab
Previous Post

Dari Kartini ke Rasuna: Ketika Kata-kata Menjadi Perlawanan

Next Post

Ketua LHKP PW Muhammadiyah Sumut Soroti Urgensi Dekonstruksi Birokrasi dalam Tata Kelola Desa

Related Posts

Ethics of Care: Kelangkaan BBM Berulang di Sumut adalah Kegagalan Sistemik, Bukan Insiden

Ethics of Care: Kelangkaan BBM Berulang di Sumut adalah Kegagalan Sistemik, Bukan Insiden

15 Juli 2026
105
Pertamina: Agonizing Indonesia

Pertamina: Agonizing Indonesia

15 Juli 2026
145
Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya

Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya

14 Juli 2026
105
Puisi-puisi Zahra Nur Alfiyah

Puisi~puisi Zahra Nur Alfiyah (2)

14 Juli 2026
108
Dr Alpi Sahari: Penegakan Hukum terhadap Penghasutan Bukan Ancaman Kebebasan Sipil

Menepis Polemik Kasus FA: Akademisi ini Sebut Pelimpahan Penyidikan ke Kejaksaan Agung Sah Berdasarkan KUHAP Baru

14 Juli 2026
116
Muhammadiyah Perkuat Sinergi Pelayanan Sosial Indonesia Timur, Teguhkan Spirit Al-Ma’un sebagai Pilar Gerakan

Muhammadiyah Perkuat Sinergi Pelayanan Sosial Indonesia Timur, Teguhkan Spirit Al-Ma’un sebagai Pilar Gerakan

13 Juli 2026
112
Next Post
Cegah Kriminalitas, Shohibul: Muhammadiyah Perlu Tentukan Prioritas Orientasi Dakwahnya

Ketua LHKP PW Muhammadiyah Sumut Soroti Urgensi Dekonstruksi Birokrasi dalam Tata Kelola Desa

Kisah Si Cerdik Taklukkan Si Cerdas

Kisah Si Cerdik Taklukkan Si Cerdas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20082 shares
    Share 8033 Tweet 5021
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6311 shares
    Share 2524 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6099 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah
Daerah

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

15 Juli 2026
108
Pertamina: Agonizing Indonesia
Daerah

Pertamina: Agonizing Indonesia

15 Juli 2026
145
Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya
Esai

Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya

14 Juli 2026
105
Ketika Orang Batak Mengajarkan Kelembutan
Daerah

Ketika Orang Batak Mengajarkan Kelembutan

14 Juli 2026
117
Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan
Daerah

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

13 Juli 2026
114
Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’
Daerah

Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’

13 Juli 2026
117

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan