TAJDID.ID~Qom || Ayatollah Agung asal Iran, Ayatollah al-Uzma Makarem Shirazi, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan tegas yang menyerukan aksi pembalasan atas kematian seorang “Pemimpin Syahid Revolusi”. Dalam fatwa yang beredar luas di kalangan masyarakat Syiah, ulama berpengaruh ini secara eksplisit menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang utama di balik peristiwa berdarah tersebut.
“Bangsa Iran dan dunia Islam akan membalas darah Pemimpin Syahid Revolusi,” demikian bunyi pernyataan yang dikutip dari laman resmi kantornya dan juga dikutip oleh sejumlah media mainstream dunia.
Dalam seruannya, Ayatollah Shirazi menyebut pemerintah Amerika Serikat sebagai entitas yang arogan dan rezim Zionis sebagai pihak terkutuk.
Lebih lanjut, Ayatollah tersebut menyatakan bahwa melakukan pembalasan atas kejadian ini bukan sekadar tindakan opsional, melainkan sebuah kewajiban agama (wajib syar’i) yang mengikat seluruh Muslim di penjuru dunia. “Agar kejahatan para penjahat ini dapat dilenyapkan dari muka bumi,” tegas pernyataan itu, menggambarkan seruan untuk tindakan yang bersifat global dan tanpa kompromi.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah pasca serangkaian insiden yang menargetkan tokoh-tokoh kunci aliansi Poros Perlawanan. Meskipun pernyataan tersebut tidak menyebutkan nama spesifik “Pemimpin Syahid” yang dimaksud, pengamat menilai seruan ini berpotensi memicu gelombang protes dan aksi milisi pro-Iran di berbagai negara, khususnya di Suriah, Irak, dan Lebanon.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS maupun Israel mengenai fatwa tersebut. Namun, penguatan status keamanan di instalasi-instalasi militer AS di kawasan Timur Tengah mulai terpantau meningkat. (*)







