Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Ethics of Care: Medan Makin Kusut dan DPRD Terlihat Gamang

Mujaddid by Mujaddid
2026/01/06
in Daerah
Reading Time: 2 mins read
0
Penanganan Bencana Sibolga Dinilai Kaku, Ethics of Care: Negara Harus Dahulukan Manusia, Bukan Prosedur

Founder Ethics of Care, Farid Wajdi

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Medan || Kondisi Kota Medan dinilai berada dalam situasi darurat tata kelola akibat menumpuknya persoalan perkotaan yang tidak tertangani secara sistemik. Mulai dari persoalan sampah, sungai yang tercemar, parkir semrawut, ruang publik bermasalah, hingga polemik perizinan bangunan, semuanya mencerminkan absennya peta jalan pembangunan kota yang tegas dan konsisten.

Founder Ethics of Care, Farid Wajdi, menilai kekacauan tersebut tidak bisa dilepaskan dari lemahnya fungsi pengawasan DPRD Kota Medan terhadap jalannya pemerintahan.

“Medan hari ini bukan sekadar menghadapi masalah klasik kota besar. Ini sudah menjadi etalase kekacauan yang dibiarkan menumpuk. Pemerintah kota dan DPRD seperti sama-sama kebingungan menentukan titik awal pembenahan,” kata Farid melalui keterangan tertulisnya, Selasa (6/1).

Menurut Farid, dalam situasi seperti ini DPRD seharusnya tampil sebagai institusi paling waspada dan paling tidak nyaman terhadap status quo. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

“DPRD Medan lebih sering hadir sebagai komentator setelah kekacauan terjadi, bukan sebagai pencegah sejak awal,” ujarnya.

 

Kasus Lapangan Merdeka Jadi Contoh Telanjang

Farid menyoroti polemik revitalisasi Lapangan Merdeka sebagai contoh paling nyata lemahnya pengawasan legislatif. Proyek yang diklaim sebagai simbol kemajuan kota itu belakangan menuai sorotan karena diduga belum memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

“Ini bukan sekadar soal administrasi. Ini soal kecakapan tata kelola. Ke mana DPRD saat proyek direncanakan, dilelang, dan dijalankan?” tegas Farid.

Ia menilai pengawasan yang baru muncul setelah isu ramai di media menunjukkan fungsi legislatif telah bergeser menjadi penonton pasif.

“Kalau pengawasan baru keras setelah media ribut, itu bukan keberanian politik. Itu reaksi terlambat,” katanya.

 

Marah atas Anggaran yang Disahkan Sendiri

Farid juga mengkritik polemik anggaran yang disebut-sebut menguntungkan kawasan perumahan elite. Menurutnya, kemarahan DPRD atas kebijakan anggaran tersebut justru memunculkan pertanyaan publik.

“Anggaran itu disahkan bersama DPRD. Marah pada keputusan yang ikut disetujui sendiri bukan sikap kritis, tapi potret lemahnya kontrol sejak awal,” ujarnya.

Ia menegaskan masalah DPRD Medan bukan kurang vokal, melainkan terlalu permisif dalam proses pengambilan keputusan.

 

Dugaan Pelanggaran Oknum DPRD

Situasi dinilai semakin paradoks ketika muncul dugaan pelanggaran perizinan bangunan yang melibatkan oknum anggota DPRD. Dalam konteks ini, Farid menyebut kritik dewan terhadap pelanggaran aturan menjadi kehilangan legitimasi moral.

“Ini seperti ceramah moral tanpa cermin. Bagaimana rakyat diminta patuh hukum jika pembuat dan pengawas aturan sendiri diduga melanggarnya?” ucapnya.

Menurut Farid, integritas lembaga legislatif runtuh bukan karena kritik publik, melainkan akibat standar ganda yang dibiarkan.

 

Warga Menanggung Dampak Pembiaran

Sementara itu, warga Medan masih harus berhadapan dengan persoalan sehari-hari yang tak kunjung teratasi. Sampah menjadi ancaman kesehatan, banjir terjadi berulang, dan parkir liar terus memicu kekacauan serta kebocoran pendapatan daerah.

Farid menilai kebijakan eksekutif, termasuk instruksi wali kota soal kebersihan dan bank sampah, tidak akan efektif tanpa dukungan regulasi, anggaran, dan pengawasan yang kuat dari DPRD.

“Medan bukan kekurangan aturan. Medan kelebihan pembiaran,” katanya.

 

Publik Tidak Butuh Drama Elite

Farid juga menanggapi isu retaknya hubungan wali kota dan wakil wali kota yang belakangan beredar. Menurutnya, terlepas dari benar atau tidaknya isu tersebut, publik sama sekali tidak membutuhkan drama elite di tengah kondisi kota yang carut-marut.

“Ketika pucuk pimpinan eksekutif tampak tak seirama dan DPRD gagal menjadi penyeimbang yang fokus, kebijakan tersendat dan masalah dibiarkan menumpuk,” ujarnya.

 

DPRD Diminta Berani Menyakiti Kepentingan Sempit

Di akhir pernyataannya, Farid menegaskan DPRD Medan hanya memiliki satu jalan untuk kembali relevan: keluar dari zona nyaman dan berhenti dengan politik reaksi.

“Rakyat Medan tidak menuntut pidato keras. Mereka menuntut keberanian mengurai benang kusut kota, meski harus memutus simpul kepentingan yang selama ini dibiarkan mengikat,” pungkasnya. (*)

Tags: Ethics of CareKota Medan
Previous Post

Melangkah Bersama, Maju Bersama: SMP Muhammadiyah Purwojati Memperkuat Karakter dan Prestasi Generasi Muda

Next Post

Pengadilan Agama Gandeng LBH-AP Muhammadiyah Simalungun Jadi Posbakum

Related Posts

Mahasiswa PPG FKIP UMSU Ikuti Bela Negara

Mahasiswa PPG FKIP UMSU Ikuti Bela Negara

1 Juli 2026
107
Perkuat Keadilan Ekologis, FH UMSU dan WALHI Nasional Jalin Sinergi Strategis Advokasi Hukum Lingkungan

Perkuat Keadilan Ekologis, FH UMSU dan WALHI Nasional Jalin Sinergi Strategis Advokasi Hukum Lingkungan

30 Juni 2026
108
Angka Kasus Keracunan Program MBG Terus Meningkat, Ethics of Care: Bukan Sekadar Statistik, tapi Potret Kegagalan Sistemik

Momentum HUT ke-436 Medan, Ethics of Care Desak Pemerintah Fokus Solusi Publik ketimbang Pencitraan

30 Juni 2026
107
UMSU dan Telkom Gelar Pelatihan AI Gemini Academy

UMSU dan Telkom Gelar Pelatihan AI Gemini Academy

30 Juni 2026
103
LPPM UMSU Hadir di Desa Gung Pinto, Wujudkan Pengabdian Nyata untuk Lingkungan, Kesehatan, dan Kemandirian Masyarakat

LPPM UMSU Hadir di Desa Gung Pinto, Wujudkan Pengabdian Nyata untuk Lingkungan, Kesehatan, dan Kemandirian Masyarakat

29 Juni 2026
115
Lapas Labuhan Ruku Sulap 10 Hektar Lahan Jadi Kebun Jagung, IMM Batu Bara: Ini Kepemimpinan Visioner!

IMM Batu Bara Dukung Inisiasi Pembentukan Perda Kepemudaan

29 Juni 2026
104
Next Post
Pengadilan Agama Gandeng LBH-AP Muhammadiyah Simalungun Jadi Posbakum

Pengadilan Agama Gandeng LBH-AP Muhammadiyah Simalungun Jadi Posbakum

Bimtek Penulisan Sejarah sebagai Ruang Refleksi Intelektual Kader Muhammadiyah Garut

Bimtek Penulisan Sejarah sebagai Ruang Refleksi Intelektual Kader Muhammadiyah Garut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
108
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
116
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
117

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan