• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Minggu, Februari 15, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Haedar: Muhammadiyah Tidak Pandai Beretorika Teriak NKRI Harga Mati, Tapi Mempraktekkannya dalam Amal Nyata

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2023/09/30
in Muhammadiyah, Nasional
0
Haedar: Muhammadiyah Tidak Pandai Beretorika Teriak NKRI Harga Mati, Tapi Mempraktekkannya dalam Amal Nyata

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Foto: muhammadiyah.or.id).

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Depok || Menjelang usia 111 tahun pada 12 November nanti, Persyarikatan Muhammadiyah telah menjelma menjadi satu-satunya organisasi kemasyarakat yang memiliki pengkhidmatan terbesar di dunia.

Muhammadiyah bersama ‘Aisyiyah telah memiliki 173 Perguruan Tinggi, 20.000 lebih TK/PAUD, ribuan sekolah/madrasah, 127 rumah sakit, 365 klinik/balai kesehatan, hingga ribuan sekolah/madrasah. Amal Usaha Muhammadiyah tersebut juga banyak yang memberikan pelayanan di daerah mayoritas non muslim, bahkan mancanegara.

Meski pengkhidmatan Muhammadiyah terhadap umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta telah begitu besar, menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, masih banyak masyarakat yang kurang mengenal kiprah Persyarikatan.

“Itulah cara Muhammadiyah membangun. Muhammadiyah itu inklusif, Muhammadiyah itu NKRI. Cuma Muhammadiyah ini tidak pandai beretorika, jarang Muhammadiyah berteriak NKRI Harga Mati, jarang bilang Bhinneka Tunggal Ika, tapi Muhammadiyah mempraktekkan NKRI Harga Mati dan Bhinneka Tunggal Ika itu dalam perbuatan nyata yang mencerdaskan, mencerahkan, dan memajukan. Dan itu dirasakan betul (oleh masyarakat),” ujarnya dikutip dari laman muhammadiyah.or.id.

Dalam Tabligh Akbar Muhammadiyah Ranting Sawangan, Depok, Jawa Barat, Ahad (24/9), Haedar juga menyinggung peran Muhammadiyah hingga ke daerah-daerah terpencil yang minim sentuhan dari Pemerintah, salah satu misalnya Pulau Arar, Sorong, Papua Barat.

“Di situlah Muhammadiyah hadir ketika bahkan negara masih minimal hadir. Muhammadiyah hadir untuk masyarakat luas. Itulah yang sering kita suarakan ketika kami ke luar negeri, Muhammadiyah For All, Muhammadiyah untuk semua,” imbuhnya.

Keberhasilan Muhammadiyah menghadirkan pengkhidmatan di atas kemandirian organisasi, menurutnya buah dari keikhlasan para pegiatnya. Oleh karena itu, Haedar berpesan agar setiap pegiat Muhammadiyah tidak surut semangat untuk merawat dakwah di Persyarikatan dengan semangat tajdid dan rahmatan lil ‘alamin.

“Maka dakwah kita harus menyebar dan meluas, tidak boleh menyempit, apalagi hanya di lingkungan sendiri,” pungkasnya.

Tags: Haedar NashirMuhammadiyah
Previous Post

Rakernas LHKP, Haedar Nashir Kembali Tegaskan Pandangan Politik Muhammadiyah

Next Post

Paduan Suara Aisyiyah Randudongkal Tampil Memukau

Related Posts

Kayu Gelondongan dan Hutan Kita

Bermuhammadiyah yang Ikhlas: Spirit Kader Muhammadiyah Berkemajuan

6 Februari 2026
125
Bermuhammadiyah: Antara Amal, Kuasa, dan Ujian Akhlak

Bermuhammadiyah: Antara Amal, Kuasa, dan Ujian Akhlak

25 Januari 2026
131
Muhammadiyah Cinta Indonesia: Darul Ahdi wa Syahadah sebagai Jalan Bernegara

Muhammadiyah Cinta Indonesia: Darul Ahdi wa Syahadah sebagai Jalan Bernegara

24 Januari 2026
130
Muhammadiyah Vibes

Muhammadiyah Vibes

19 Januari 2026
214
Komitmen Ideologis Kader Muhammadiyah di Tengah Dinamika Politik dan Tantangan Zaman

Komitmen Ideologis Kader Muhammadiyah di Tengah Dinamika Politik dan Tantangan Zaman

18 Januari 2026
147
Kayu Gelondongan dan Hutan Kita

Menjaga Marwah Nama Muhammadiyah: Teladan KH Ahmad Dahlan, Para Tokoh Bangsa, dan Spirit Muktamar ke-49

12 Januari 2026
155
Next Post
Paduan Suara Aisyiyah Randudongkal Tampil Memukau

Paduan Suara Aisyiyah Randudongkal Tampil Memukau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In