No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Dosen FK UMSU Edukasi Masyarakat Terkait Makanan yang Terkontaminasi Bahan Kimia

2 September 2022
in Daerah, PTM/A
Reading Time: 4 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID~Medan || Tiga oarang Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FK UMSU) yakni: dr. Isra Thirsty, M.Biomed, dr. Amelia Eka Damayanty, M.Gizi dan dr. Nanda Sari Nuralita, SpKJ melakukan kegiatan  pengabdian masyarakat di Kelurahan Tegal Sari Mandala 2 dan Kelurahan Tegal Sari Mandala 3, kecamatan Medan Denai, 30 Juni 2022.

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini mengusung tema “Mengenali Makanan yang Terkontaminasi Bahan Kimia dan Dampaknya Terhadap Kesehatan dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Keluarga”.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberi edukasi kepada masyarakat, khususnya warga Tegal Sari Mandala 2 dan Tegal Sari Mandala 3 mengenai dampak bahan kimia dalam makanan terhadap kesehatan serta cara mengenali bahan kimia dalam makanan.

Dalam paparannya, dr. Amelia Eka Damayanty, M.Gizi menjelaskan, bahwa kesehatan memiliki makna yang sangat luas.

Dituturkannya, menurut badan organisasi kesehatan dunia (WHO) kesehatan didefinisikan sebagai suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat. Konsep paradigma sehat memandang pola hidup sehat yang holistik dan komprehensif dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan secara berkesinambungan.

“Salah satu pola hidup sehat yang harus diperhatikan adalah pola konsumsi makanan, dimana kegiatan makan ini dilakukan setiap manusia sejak dalam kandungan hingga akhir hayat,” sebut dr Amelia.

“Makan ini merupakan hak dasar manusia untuk mempertahankan keberlangsungan kehidupan namun kualitas dan kuantitas makanan yang dimakan juga akan sangat mempengaruhi keseimbangan dalam tubuh, sehingga keamanan pangan sangat urgensi saat ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, makanan sangat beragam mulai dari jenis, proses, pengemasan hingga perkembangan rekayasa genetik yang sudah mampu menciptakan spesies baru bahan makanan tertentu, misalnya pada buah-buahan ataupun sayuran. Salah satu yang sangat mengkhawatirkan akan dampaknya terhadap kesehatan adalah pemrosesan makanan dengan penambahan berbagai bahan yang tujuannya adalah untuk meningkatkan cita rasa, estetik hingga tujuan meraup keuntungan yang besar.

Menurut dr Amelia, bahan tambahan pangan (BTP) ini tidak menjadi masalah apabila berasal dari bahan alami seperti daun pandan atau kunyit untuk pewarna makanan, namun berbahaya jika menggunakan bahan kimia seperti formalin yang digunakan untuk mengawetkan makanan, sementara lazimnya digunakan untuk mengawetkan mayat, rhodamin B yang merupakan pewarna pada industri tekstil namun digunakan untuk memberi warna pada makanan agar terlihat lebih menarik atau boraks yang dalam kesehariannya berfungsi sebagai pembersih, fungisida, herbisida dan insektisida namun digunakan sebagai pengenyal dalam makanan dan bahan kimia lainnya yang tentunya akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan.

Dampak negatif ini dapat timbul dalam jangka waktu yang singkat (segera) setelah terpapar yaitu berupa gejala keracunan makanan akut seperti sakit perut hebat, muntah, diare, pusing, kejang hingga penurunan kesadaran dan kematian tergantung dosis yang digunakan atau dapat juga timbul dimasa yang akan datang sebagai akumulasi dari bahan kimia tersebut antara lain kanker.

Dokter Amelia membeberkan, saat ini kasus penyakit kanker semakin meningkat bahkan dapat terjadi di semua usia. Penderita kanker tentunya memiliki kualitas hidup yang menurun. Selain penyakit kanker, tentunya pemanis sintetis yang sering digunakan pada industri makanan juga dapat memberikan dampak jika dikonsumsi berlebihan, contohnya adalah penyakit degeneratif yang bersifat kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi akibat konsumsi monosodium glutamate (MSG) berlebihan dimana BTP ini sering ditemukan pada snack atau jajanan anak-anak hingga makanan cepat saji dan produk olahan, sehingga dapat memengaruhi kesehatan dimasa mendatang.

“Bukan hanya dapat menyebabkan penyakit, namun penyakit-penyakit kronis ini tentu dapat menimbulkan komplikasi dengan berbagai kegagalan organ, ketergantungan terhadap obat atau tindakan medis tertentu untuk mempertahankan kehidupan yang pastinya akan memengaruhi produktifitas dan kualitas hidup,” tutupnya.

Sementara itu dr. Isra Thristy, M.Biomed dan pemaparannya menjelaskan, selain pentingnya pengetahuan masyarakat mengenai kandungan bahan kima berbahaya yang terdapat pada makanan serta dampaknya bagi kesehatan, masyarakat juga perlu dibekali mengenai cara mendeteksi sederhana kandungan bahan kimia berbahaya pada makanan tersebut.

Dokter Isra mengungkapkan, salah satu mekanismenya adalah dengan mengenali tanda-tanda makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya tersebut dari warnanya, bau, tekstur dan ketahanan makanan tersebut.

“Selain itu juga cara deteksi dengan menggunakan metode sederhana yang dapat dilakukan oleh masyrakat dengan menggunakan bahan yang terdapat di lingkungan sehari-hari dan dengan biaya yang murah. Antara lain menggunakan kunyit untuk mendeteksi kandungan formalin pada makanan,” ujar dr Isra.

Menurut dr Isra, pengetahuan akan BTP ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari sehingga tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan dampak bahan kimia dalam makanan.

“Diharapkan dimulai dari keluarga yang merupakan populasi terkecil ini dapat menjaga kesehatan dengan meminimalkan paparan bahan kimia dalam makanan sehari-hari dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan hingga pencegahan timbulnya penyakit,” kata dr Isra.

Penyuluhan selanjutnya disampaiakan dr. Nanda Sari Nuralita, SpKJ. Ia menjelaskan, selain pentingnya pengetahuan masyarakat mengenai kandungan bahan kima berbahaya yang terdapat pada makanan, masyarakat hendaknya juga memahami dampak gangguan psikis terhadap kesehatan tubuh.

Menurut dr Nanda, salah satu gangguan psikis yang sering kita jumpai pada masyarakat Indonesia adalah stres. Stres adalah gangguan terhadap tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan penyesuaian terhadap tuntutan kehidupan. Ia mengutip pendapat Charles D. Speilberger yang mengatakan stres adalah suatu respons tuntutan eksternal pada diri seseorang yang berhubungan dengan objek lingkungan atau respons stimulus yang dianggap berbahaya. Stres dapat juga merupakan tekanan, ketegangan, gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang.

Dokter Nanda juga membeberkan laporan penelitian yang dilakukan World Health Organization pada tahun 2006, prevalensi gangguan jiwa adalah 100 jiwa per 1000 penduduk. Stres telah menyebabkan kerugian ekonomi Negara Amerika Serikat lebih dari $100 miliar per tahun, dan diperkirakan 40% dari kasus keluar masuknya tenaga kerja disebabkan karena masalah stres.

Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta menunjukkan jumlah penduduk DKI Jakarta saat ini mencapai 9,5 juta jiwa. Jumlah penduduk yang stres mencapai 1,33 juta (14% dari 9,5 juta), sementara stres berat mencapai 95.000-285.000 orang (1-3% dari 9,5 juta).

BACA JUGA

Dosen UMM Laksanakan Diseminasi Aplikasi “Metaverse Moot Court Mahkamah Konstitusi” di FH UMSU

Imam Sairi: Muhammadiyah Baruamba adalah Ranting Rasa Cabang yang Sangat Dinamis dan Berkemajuan

Pakar: Pernyataan Tim Hukum Edy-Hasan Dapat Timbulkan Kegaduhan

Muhammadiyah Kritik Keras: Hukum Positif Gagal Lindungi Tanah Ulayat, Negara Subordinasikan Hak Adat Demi Korporasi

Kalak BPBA Safari Ramadhan di Masjid Baitul Qiram Nagan Raya

Aliansi OKU Timur Datangi Baznas Serahkan Bantuan Peduli Palestina

Dalam menghadapi stres, kata dr Nanda, dapat dilakukan langkah-langkah manjemen stres untuk mengurangi stres yang muncul.

“Jika stres terus berlanjut dan menimbulkan gejala psikosomatis, pengobatan stres harus dibarengi dengan pemberian obat-obatan. Perlu peranan psikiatri dalam mengobati dan menanggulangi gangguan stres yang muncul,” katanya. (*)

Tags: dr. Amelia Eka Damayantydr. Isra Thristydr.Nanda Sari NuralitaFK UMSUUMSU
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Resmi Jadi Canselor UMAM, Raja Muda Perlis Siap Bawa UMAM Menuju Kelas Dunia
Internasional

Resmi Jadi Canselor UMAM, Raja Muda Perlis Siap Bawa UMAM Menuju Kelas Dunia

by Mujaddid
14 September 2026
11
Kukuhkan Raja Muda Perlis Jadi Canselor UMAM, Prof. Abdul Mu’ti Berharap Jadi Jembatan Ilmu Pengetahuan Dua Bangsa
Internasional

Kukuhkan Raja Muda Perlis Jadi Canselor UMAM, Prof. Abdul Mu’ti Berharap Jadi Jembatan Ilmu Pengetahuan Dua Bangsa

by Mujaddid
14 September 2026
11
UMSU Bangga Jadi Tuan Rumah Pengukuhan Raja Muda Perlis sebagai Canselor UMAM
Internasional

UMSU Bangga Jadi Tuan Rumah Pengukuhan Raja Muda Perlis sebagai Canselor UMAM

by Mujaddid
14 September 2026
4
PP Muhammadiyah Kukuhkan Raja Muda Perlis sebagai Canselor UMAM di UMSU
Internasional

PP Muhammadiyah Kukuhkan Raja Muda Perlis sebagai Canselor UMAM di UMSU

by Mujaddid
14 September 2026
7
Ujian Akhir Program RPL MIH UMSU Berjalan Sukses dan Khidmat, 60 Mahasiswa Dinyatakan Lulus
Daerah

Ujian Akhir Program RPL MIH UMSU Berjalan Sukses dan Khidmat, 60 Mahasiswa Dinyatakan Lulus

by Mujaddid
14 September 2026
36
UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

by Mujaddid
12 September 2026
60
Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara
Internasional

Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara

by Mujaddid
12 September 2026
10
UMSU Kembali Peroleh 3 Sertifikat Paten 
Daerah

UMSU Kembali Peroleh 3 Sertifikat Paten 

by Mujaddid
12 September 2026
11
PT KIM Siap Dukung Sukses Muktamar 49 Muhammadiyah 2027
Daerah

PT KIM Siap Dukung Sukses Muktamar 49 Muhammadiyah 2027

by Mujaddid
12 September 2026
17
Rimbawati, Dosen UMSU yang Mengubah Rongsokan dan Limbah Menjadi Energi untuk Desa
Daerah

Rimbawati, Dosen UMSU yang Mengubah Rongsokan dan Limbah Menjadi Energi untuk Desa

by Mujaddid
10 September 2026
9

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Belajar dari Daun Kelor: Sederhana, Sehat, Berkelanjutan dan Kaya Manfaat
  • Resmi Jadi Canselor UMAM, Raja Muda Perlis Siap Bawa UMAM Menuju Kelas Dunia
  • Kukuhkan Raja Muda Perlis Jadi Canselor UMAM, Prof. Abdul Mu’ti Berharap Jadi Jembatan Ilmu Pengetahuan Dua Bangsa
  • UMSU Bangga Jadi Tuan Rumah Pengukuhan Raja Muda Perlis sebagai Canselor UMAM
  • PP Muhammadiyah Kukuhkan Raja Muda Perlis sebagai Canselor UMAM di UMSU
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Belajar dari Daun Kelor: Sederhana, Sehat, Berkelanjutan dan Kaya Manfaat
Jufri Daily

Belajar dari Daun Kelor: Sederhana, Sehat, Berkelanjutan dan Kaya Manfaat

Bertumbuh Bersama Tapak Suci UIN Raden Fatah Palembang
Daerah

Bertumbuh Bersama Tapak Suci UIN Raden Fatah Palembang

UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
Nasional

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.