• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Senin, April 20, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Kesenjangan Sosial Ekonomi dan Perjuangan Moderasi Keagaaman

Shohibul Anshor Siregar by Shohibul Anshor Siregar
2020/12/15
in Opini, Ulasan
0
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp
Ilustrasi kesenjangan sosial ekonomi.

Indonesia adalah negara yang paling senjang dan menjadi lahan yang subur untuk radikalisasi. Itu disebut tegas oleh Prof Dr Didik J Rahbini kemaren, pada seminar Majelis Tarjih. Jika dirunut sejarahnya, ternyata ini sudah berlangsung sejak pertamakali penjajah Portugis datang dan bercokol di sini (1509-1595) yang kemudian disusul oleh 5 bangsa penghisap darah lainnya (Spanyol, 1521-1692; Belanda,1602-1942; Perancis, 1806-1811; Inggris, 1811-1816); dan Jepang, 1942-1945).

Adalah kebodohan yang “dikehendaki pihak dominan dalam satu bangsa” seperti di Afrika Selatan zaman pra Nelson Mandela, memperjuangkan moderasi keberagamaan oleh kaum elit yang dipilih tanpa memahami fakta dan akar masalah kesenjangan sosial ekonomi.

Hambatan ketidakadilan dan kesenjangan sosial ekonomi yang dipelihara zaman pra Nelson Mandela yang berakar pada kolonialisme kita tahu telah membawa korban kemanusiaan yang tak terperikan. Tetapi itu hanya menjadi catatan pinggir belaka karena mereka tahu cara memutarbalik fakta bahwa dengan penjajahanlah interaksi dengan modernitas berlangsung di semua koloni.

***

Nelson Mandela sendiri ditetapkan secara hukum sebagai radikal, ekstrimis, kriminal dan sebutan khas kolonial lainnya karena nenentang kondisi struktural yang sangat menindas mayoritas (Benson, 1986).

Ia lama sekali mendekam di penjara. Bayangkan, 27 tahun penjara, terbagi antara Pulau Robben, Penjara Pollsmoor dan Penjara Victor Verster. Ia pun sadar kemajuan missi agama tertentu di negerinya sangat pesat dan itu dikendalikan ketat dari negara paling maju.

Tetapi orang yang beragama di sini mungkin hanya ingin sukses mengejar kesalehan pribadi. Itu corak dan mazhab teologi yang diajarkan. Makanya tak ada secuil pembelaan untuk Nelson Mandela; dari kaum elit keagamaan, dari lembaga kemanusiaan dan apalagi media arus utama.

Bahkan Tuhan yang selalu dialamatkan doa untuk keselamatan “akhirnya tahu” tak pernah beroleh lantunan narasi permintaan keadilan sosial kecuali dari warga jajahan pemilik asli benua hitam yang tertindas. Tuhan dan agama telah tak difahami sejatinya di sini.

Mungkin orang menjadi tak tersalahkan jika berfikir di sini bahwa Tuhan berkulit hitam perlu hadir memimpin perlawanan terhadap Tuhan berkulit putih seperti ditulis Greg Keyes dalam Blackgod (2015) dan Biko Lives (2008). Ketika membuat resensi terhadap Biko Lives, Tinyiko Maluleke memberi judul ulasannya sangat mengharukan “May The Black God Stand, Please! Biko’s Challenge To Religion”.

Bersambung (Hal 3)

Page 2 of 3
Prev123Next
Tags: Kesenjangan Sosial politik ekonomiKesnjanganmoderasimoderasi keagamaanshohibul anshor siregar
Previous Post

Azmi Syahputra: Agar Tak Bias, Saatnya Polisi Buka Data Rekaman Jejak Digital

Next Post

Polisi Tindaklanjuti Laporan Kasus Pengerusakan Aset Muhammadiyah Tanjung Balai

Related Posts

Magnet Investor, Tanah yang Menghilang

Magnet Investor, Tanah yang Menghilang

1 April 2026
117
Kegagalan Sistemik dan Devaluasi Gotong Royong Hambat Pembangunan Nasional

Kegagalan Sistemik dan Devaluasi Gotong Royong Hambat Pembangunan Nasional

13 Maret 2026
136
Sejarah 1400 Tahun Upaya Rekonsiliasi Sunni-Syiah yang Terlupakan

Sejarah 1400 Tahun Upaya Rekonsiliasi Sunni-Syiah yang Terlupakan

7 Maret 2026
133
Babi, Agama, dan Politik Identitas di Era Global

Babi, Agama, dan Politik Identitas di Era Global

4 Maret 2026
150
Menjaga Oksigen Demokrasi: Membongkar Krisis Struktural Keselamatan Jurnalis di Indonesia

Menjaga Oksigen Demokrasi: Membongkar Krisis Struktural Keselamatan Jurnalis di Indonesia

22 Februari 2026
164
Paradoks Kepercayaan Publik: Saat Polri Dipuji, Namun Reformasi Mendesak

Paradoks Kepercayaan Publik: Saat Polri Dipuji, Namun Reformasi Mendesak

13 Januari 2026
178
Next Post
Polisi Tindaklanjuti Laporan Kasus Pengerusakan Aset Muhammadiyah Tanjung Balai

Polisi Tindaklanjuti Laporan Kasus Pengerusakan Aset Muhammadiyah Tanjung Balai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In