No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Sejarah Lahirnya ‘Aisyiyah

11 Januari 2022
in 'Aisyiyah, Kemuhammadiyahan, MahasiswaMu Menulis, Opini
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Foto: schmu.id

Foto: schmu.id

Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Tiara Nisrina Nyweda Putri


Aisyiyah merupakan organisasi otonom bagI wanita Muhammadiyah yang dibentuk oleh Siti Walidah atau yang biasa dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan bersama dengan suaminya, Kiai Haji Ahmad Dahlan.

‘Aisyiyah didirikan pada tanggal 19 Mei 1917 (27 Rajab 1335 H) di Yogyakarta. Organisasi ini terbentuk di waktu yang bersamaan dengan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW padatanggal 27 Rajab 1335 H.

Tujuan dibentuknya organisasi ini yaitu sebagai wadah pergerakan bagi kaum wanita Muhammadiyah.

Padaawalnya, organisasi ini memiliki nama SopoTresno, yang memiliki makna literal ‘siapa suka atau siapacinta’. Lahirnya Sopo Tresno digagasi oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan bersama istrinya, Nyai Ahmad Dahlan. Pada waktu itu, Sopo Tresno belum menjadi organisasi, hanya suatu forum pengajian untuk wanita,baik tua maupun muda.

Awal Didirikannya ‘Aisyiyah

SopoTresno merupakan kelompok pengajian yang dibentuk oleh Nyai Ahmad Dahlan bersama suaminya, KH Ahmad Dahlan. Untuk mengubah SopoTresno menjadi organisasi yang konkret, pembentukan organisasi perempuan Muhammadiyah ini diawali dengan adanya rapat yang dilaksanakan di kediaman Kiai Haji Ahmad Dahlan pada tahun 1917.

Rapat tersebut dihadiri oleh beberapa pengurus Muhammadiyah antara lain KH Fachrudin, KH Mochtar, Ki Bagus Hadikusumo serta pengurus Muhammadiyah lainnya. Rapat tersebut menghasilkan keputusan bahwa organisasi tersebut akan dibentuk dengan nama ‘Aisyiyah, atas usul Haji Fachrudin.

Dikutip dari muhammadiyah.or.id, pada awalnya muncul usulan nama “Fatimah” untuk organisasi perkumpulan kaum wanita Muhammadiyah itu, tetapi usulan nama tersebut tidak diterima oleh beberapa anggota rapat. Lalu, KH Fachrudin mengusulkan nama “’Aisyiyah” yang kemudian disepakati dalam rapat tersebut.

 

Mengapa Dinamakan Aisyiyah?

Berdasarkan yang dikutip dari aisyiyah.or.id, nama Aisyiyah terinspirasi dari nama istri Nabi Muhammad SAW, yaitu Aisyah yang dikenal cerdas dan mumpuni. Muhammadiyah memiliki arti pengikut Nabi Muhammad, sedangkan Aisyiyah memiliki arti pengikut Aisyah. Keduanya merupakan pasangan serasi dalam berdakwah, seperti figur Muhammad dan Aisyah, bahwa Aisyiyah akan berjuang berdampingan bersamaMuhammadiyah.

Organisasi Aisyiyah diresmikan pada 22 April 1917, yang dikepalai olehNyai Ahmad Dahlan atau SitiWalidah. Lalu lima tahun kemudian, organisasi ini ikut menjadi bagian dari Muhammadiyah, organisasi yang didirikan oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan.

 

Aisyiyah, Gerakan Amal yang Membuahkan Hasil Nyata

Setelah pondasi ‘Aisyiyah terbentuk, Nyai Ahmad Dahlan dengan giat melayani dan member pendidikan untuk masyarakat dengan melakukan pembangunan sekolah-sekolah putri dan asrama, serta menginisiasi program pendidikan Islam bagi perempuan melalui organisasi ‘Aisyiyah ini.

Sekolah Aisyiyah sendiri merupakan penganut ideology pendidikan Ahmad Dahlan, yaitu Catur Pusat: pendidikan di rumah, pendidikan di sekolah, pendidikan di masyarakat, dan pendidikan di tempat-tempat ibadah.

Di tahun 1919, ‘Aisyiyah membangun pendidikan dini untuk anak-anak dengan nama FROBEL, yang merupakan Taman Kanak-kanak yang didirikan oleh bangsa Indonesia untuk pertama kalinya.

Pada tahun 1923, ‘Aisyiyah mengadakan kegiatan memberantas buta huruf, baik huruf arab maupun latin. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk memperdalam ilmu dan untuk kemajuan emansipasi wanita di dunia publik.

‘Aisyiyah juga mulai menerbitkan majalah organisasi yang dinamakan SuaraAisyiyah di tahun 1926, yang awalnya menggunakan Bahasa Jawa.
Usaha-usaha tersebut membuahkan hasil yang dibuktikan dengan semakin bertambahnya kader ‘Aisyiyah dan berkembangnya organisasi tersebut.

Dilansir dari llhpb.aisyiyah.or.id, saat ini ‘Aisyiyah mengelola 4.560 satuan pendidikan, 280 fasilitas kesehatan, 459 organisasisosial, dan 503 industri usaha kecil. Saat ini ‘Aisyiyah memiliki jaringan yang tersebar luas di 34 provinsi, 370 daerah kabupaten atau kota, 2.332 cabang atau kecamatan, dan 6.924 ranting atau desa.

Organisasi Aisyiyah selalu berkembang dan meningkat seiring berjalannya waktu, sehingga Aisyiyah tumbuh sebagai organisasi otonom yang meluas keseluruh penjuru tanah air.

 

Pembinaan Kaum Perempuan

BACA JUGA

Perkuat Internasionalisasi Prodi, FISIP UMSU Kembangkan Jaringan ke Luar Negeri dan Teken MoA dengan PCIA Malaysia

KPU Wajib Surati Para Bakal Calon Perseorangan

Menyongsong Muktamar ke-49 Muhammadiyah di Kota “Para Ketua” Medan

Nama yang Ditinggalkan, Makna yang Ditinggikan

Kisruh Barcode Parkir Berlangganan: Cerminan Kerapuhan Sistem Parkir Kota Medan

Akrim

‘Aisyiyah membentuk dan mengembangkan berbagai program untuk pembinaan dan pendidikan perempuan. Program tersebut di antaranya adalah Siswa Praja Wanita yang didirikan di Yogyakarta pada tahun 1919, yang kemudian berganti nama menjadi Nasyi’atul ‘Aisyiyah (NA) pada tahun 1931.

Gagasan membentuk Nasyi’atul Aisyiyah ini merupakan ide dari Somodirdjo, beliau merupakan seorang guru dari Standart School Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa perjuangan Muhammadiyah akan berkembang dengan meningkatnya mutu pendidikan yang diajarkan beliauke pada murid-muridnya, baik di bidang intelektual, spiritual, ataupun jasmani. (*)


Penulis adalah Mahasiswi ITB Ahmad Dahlan Jakarta

Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Hari Kedua Pencarian 8 Korban Speedboat Hilang, Tim SAR Gabungan Sisir Perairan Krakatau
Nasional

Cari Pewarta Foto Hilang Kontak, ANTARA Perkuat Koordinasi dengan Basarnas dan Polda Banten

by Mujaddid
9 September 2026
2
Hari Kedua Pencarian 8 Korban Speedboat Hilang, Tim SAR Gabungan Sisir Perairan Krakatau
Daerah

Hari Kedua Pencarian 8 Korban Speedboat Hilang, Tim SAR Gabungan Sisir Perairan Krakatau

by Mujaddid
9 September 2026
4
Cari Jurnalis yang Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau, PFI Pusat Berkoordinasi Intensif dengan Tim SAR Gabungan 
Nasional

Cari Jurnalis yang Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau, PFI Pusat Berkoordinasi Intensif dengan Tim SAR Gabungan 

by Mujaddid
9 September 2026
5
Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

by Mujaddid
9 September 2026
2
Belajar Profesionalitas dalam Bekerja, Mahasiswa Prodi Ilmu Aktuaria UMJT Madiun Ikuti Magang di BPJS Kesehatan Madiun
Daerah

Belajar Profesionalitas dalam Bekerja, Mahasiswa Prodi Ilmu Aktuaria UMJT Madiun Ikuti Magang di BPJS Kesehatan Madiun

by Mujaddid
9 September 2026
2
Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

by Mujaddid
9 September 2026
28
85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

by Mujaddid
8 September 2026
27
Dosen FISIP UMSU dan Mahasiswa KKN Edukasi Ibu-ibu PKK Desa Bulu Cina tentang Teknologi AI dan Aman Bermedia Sosial
Daerah

Dosen FISIP UMSU dan Mahasiswa KKN Edukasi Ibu-ibu PKK Desa Bulu Cina tentang Teknologi AI dan Aman Bermedia Sosial

by Mujaddid
8 September 2026
21
Puluhan Peserta Ikuti Kelas “Menjadi Bintang dengan Berita dan Pena” di SMK Mutu Purwokerto
AUM

Puluhan Peserta Ikuti Kelas “Menjadi Bintang dengan Berita dan Pena” di SMK Mutu Purwokerto

by Mujaddid
8 September 2026
12
Menuju Pesantren Mandiri, LPP PDM Brebes Standarisasi Sistem Pengelolaan dan Kemandirian Ekonomi
Daerah

Menuju Pesantren Mandiri, LPP PDM Brebes Standarisasi Sistem Pengelolaan dan Kemandirian Ekonomi

by Mujaddid
8 September 2026
6

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Cari Pewarta Foto Hilang Kontak, ANTARA Perkuat Koordinasi dengan Basarnas dan Polda Banten
  • Hari Kedua Pencarian 8 Korban Speedboat Hilang, Tim SAR Gabungan Sisir Perairan Krakatau
  • Cari Jurnalis yang Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau, PFI Pusat Berkoordinasi Intensif dengan Tim SAR Gabungan 
  • Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
  • Belajar Profesionalitas dalam Bekerja, Mahasiswa Prodi Ilmu Aktuaria UMJT Madiun Ikuti Magang di BPJS Kesehatan Madiun
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

Desil dan Bantuan: Antara Tepat Sasaran dan Gaya Hidup
Daerah

Desil dan Bantuan: Antara Tepat Sasaran dan Gaya Hidup

Budak Tahta (Buta)
M. Risfan Sihaloho

Budak Tahta (Buta)

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
Jufri Daily

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.