• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Senin, Mei 25, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Refleksi Perkembangan Dakwah Islam di Indonesia

Rahmatullah Syabir by Rahmatullah Syabir
2020/10/10
in Esai, Opini
0
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Periode Penjajahan Jepang

Pada mulanya, Jepang datang dengan membawa hawa persahabatan bagi masyarakat lokal. Jepang pada waktu itu yang bersekutu dengan Nazi Jerman pada era Perang Dunia II, berhasil mengusir belanda tanpa syarat pada 9 Maret 1942. Disinilah dimulai penjajahan Jepang selama kurang lebih 3 tahun.

Kegembiraan masyarakat lokal pada waktu itu dengan datangnya jepang bukan tanpa sebab, selain berhasil mengusir Belanda dan memenjarakan sebagian serdadunya, Jepang juga mengirim pelajar pribumi ke Jepang untuk dididik.

Tapi masyarakat sangat menyadari tujuan Jepang, yang akan menipponkan bangsa jajahannya, dan mengganti agamanya dengan Sintoisme secara perlahan.

Maka dari itu perlawanan keras tetap muncul dimana-mana, selama bukan bangsa sendiri yang mengelola tumpah darahnya, maka semangat perlawanan tidak akan pernah luntur.

Lalu kemudian umat Islam fokusnya terbagi, ada yang berjuang lewat perang fisik, dan ada juga berjuang lewat pemikiran melalui organisasi.

Akhirnya, Jepang membentuk suatu Kantor Urusan Agama Daerah atau Shumubu pada 1944. Disinilah peran aktif Kahar Muzakkar maupun Wahid Hasyim dalam memperjuangkan Islam walaupun dalam pengawasan Jepang.
Karena agitasi dan perlawanan yang terlalu keras, MIAI yang didukung oleh NU dan Muhammadiyah dibubarkan oleh Jepang. Dan Jepang membentuk suatu organisasi baru yaitu Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi dengan KH. Hasyim Asy’ari sebagai pemimpinnya.

Masyumi semakin berkembang dan kokoh , yang menyebabkan Jepang melakukan reorganisasi Shumubu yang bertujuan agar segala permasalahan agama tidak terlalu dipersulit. Dan membuat Masyumi dan Umat Islam lebih leluasa terhadap dakwah atau penyebaran agamanya.

Kemudian setelah Jepang membentuk Masyumi yang bertujuan mempersatukan Nasionalis dan Agamis, Jepang juga membentuk Hizbullah sebagai organisasi kemiliteran untuk pemuda-pemuda maupun rakyat lokal.
Karena desakan terus-menerus dari PD II, Jepang akhirnyamenjajikan kemerdekaan bagi Indonesia dengan dibentuknya BPUPKI.

Ketika semakin terdesak dan dibomnya kota Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945, Jepang semakin melemah dan Fokusnya bukan lagi kepada wilayah jajahannya.

Akhirnya momentum ini dimanfaatkan oleh rakyat untuk memproklamirkan kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 yang dibacakan oleh Bung Karno.

Selama masa penjajahan Jepang, walaupun banyak kekejaman yang dilakukannya, tetapi tidak sedikit juga keuntungan-keuntungan yang didapatkan oleh rakyat Indonesia.

Arah politik Jepang pada waktu itu sebatas memobilisasi massa untuk kepentingan perang Asia Timur Raya, beda halnya dengan Belanda yang menindas rakyat dengan mengeksploitasi SDA Indonesia.  Karena tujuan itulah, Jepang memberikan kesempatan yang terbuka lebar bagi para golongan Islam dan Nasionalis Sekuler untuk berpolitik maupun berlatih militer dan sebagainya.

Tapi walaupun begitu, kejahatan-kejahatan Jepang yang pernah dilakukan, tetap susah untuk dilupakan.

Periode Orde Lama

Setelah di proklamirkannya Kemerdekaan Indonesia oleh Bung Karno , semua masyarakat dari berbagai lapisan dalam keadaan bergembira dan merayakan hari bersejarah itu

Tapi itu tidak lama, banyak PR besar yang harus di selesaikan oleh pemimpin-pemimpin nasional kala itu. Seperti dasar negara, bentuk pemerintahan, bahkan kedatangan kembali kolonial Belanda.

Setelah jalan panjang mencapai dasar negara yaitu Pancasila pada 1 Juni 1945, akhirnya Panitia Sembilan melengkapi rumusan dokumen penetapan dasar negara tersebut pada 22 Juni 1945, salah satu diantaranya ialah Piagam Jakarta sebagai Mukaddimah atau Pembukaan UUD 1945.

Tapi poin atau sila pertama dari Piagam Jakarta itu, mendapatkan penolakan dari utusan Indonesia Bagian Timur. Yang bunyinya “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”
Lalu Bung Hatta pada sidang pertama PPKI 18 Agustus 1945 mengusulkan sila tersebut dengan “Ketuhan Yang Maha Esa”. Dan semuanya sepakat.

Selain pada pembentukan dasar negara itu, dan Agresi Militer Belanda yang berakhir 1949. Banyak pemberontakan-pemberontakan yang terjadi, salah satunya yaitu DI/TII pimpinan S.M Kartosoewiryo yang bertujuan mendirikan Negara Islam.

DI/TII merupakan perjuangan yang paling terlama ditumpas karena masyarakat pada waktu itu juga mendukung, dan Daud Beureueh di Aceh, Amir Fattah di Jawa Tengah, Ibnu Hadjar di Kalimantan Selatan, dan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan ikut bergabung dengan DI/TII Jawa Barat Pimpinan Kartosoewiryo. DI/TII bertahan dari 1949-1962.

Lalu Partai Masyumi yang sebelumnya populer, bahkan anggotanya pernah menduduki jabatan Perdana Menteri seperti M.Natsir, Sukiman Wirdjosandjojo, dan Burhanuddin Harahap. Kemudian menjadi nomor dua di Pemilu 1955 dan memperjuangkan Islam dlsebagai dasar negara di Konstituante. Akhirnya dibubarkan bersamaan Partai Sosialis Indonesia pada tahun 1960 oleh Bung Karno-karena dianggap anggotanya terlibat pada pemberontakam PRRI.

Untuk ranah Pendidikan Islam, pada masa orde lama adalah berkembangnya Madrasah-Madrasah, Masuknya pelajaran agama di Sekolah Umum bahkan swasta, Perguruan Tinggi Islam dan lain-lain. Peran Muhammadiyah bahkan NU sangat terasa pada era ini, apalagi terkait pesantren-pesantren bahkan perjuangan dakwah oleh kalangan kepemudaan.

Tapi ketika tahun 1949-1965 dimana era Demokrasi Terpimipin yang semuanya di bawah komando Presiden Soekarno, banyak pemikir Islam yang ditahan akibat terlalu kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah diantaranya Buya Hamka, Syarifuddin Prawinegara, Burhanuddin Harahap, dan lain-lain.

Page 2 of 3
Prev123Next
Tags: DakwahPerkembangan Dakwah Islam di IndonesiaSejarah DakwahSejarah Dakwah Islam di Indonesia
Previous Post

Ekonom INDEF Sebut DPR Sahkan Kertas Kosong di Paripurna RUU Ciptaker

Next Post

Tapak Suci dan Spirit "Nasi Bungkus"

Related Posts

PUI Jabar Dorong Muhammadiyah Pimpin Kolaborasi Gerakan Dakwah

PUI Jabar Dorong Muhammadiyah Pimpin Kolaborasi Gerakan Dakwah

10 Mei 2024
152
Prof Ahmad Dahlan Serukan Pentingnya Kolaborasi Gerakan Dakwah dan Kemanusian Universal

Prof Ahmad Dahlan Serukan Pentingnya Kolaborasi Gerakan Dakwah dan Kemanusian Universal

9 Mei 2024
158
Fajar Junaedi: Media Sosial Bisa Menjadi Sarana Dakwah Efektif

Fajar Junaedi: Media Sosial Bisa Menjadi Sarana Dakwah Efektif

10 Desember 2023
180
KH Nurul Yakin: Kesadaran Manfaat Teknologi Informasi untuk Dakwah Masih Minim di Kalangan Muhammadiyah

KH Nurul Yakin: Kesadaran Manfaat Teknologi Informasi untuk Dakwah Masih Minim di Kalangan Muhammadiyah

11 Oktober 2021
209
Next Post
Tapak Suci dan Spirit “Nasi Bungkus”

Tapak Suci dan Spirit "Nasi Bungkus"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In