Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Suatu Hari di Venesia

Mujaddid by Mujaddid
2020/05/17
in Pedoman
Reading Time: 3 mins read
0
Suatu Hari di Venesia

Foto: twiter @HaedarNs

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

 

 

 

Oleh: Haedar Nashir


Pertengahan Oktober 2019, bersama istri tercinta mencuri waktu ke Venesia. Kota ikonik klasik dunia di Itali utara. Acara utama sebenarnya menghadiri konferensi internasional tokoh agama dunia bertajuk “Bridges of Peaces, Religions and Cultures in Dialogue”.

Diselenggarakan oleh Community of San’t Egidio Archdiocese of Bologna, di kota tua Bologna Itali. Saya menyampaikan bahasan “Bridges of Peaces, Religions and Cultures in Dialogue”.

Dari Venesia semua bisa diceritakan. Tentang Piazza San Marco pusat turis dengan pemandangan ikonik seperti Basilika Santo Markus, Istana Doge, dan pusat cenderamata. Lokasinya ditempuh setelah melewati kanal besar dengan bus air atau vaporetto.

Mereka yang datang terpesona, pulang tentu dengan kenangan indah. Meski boleh jadi mereka lupa atau tidak tahu bahwa Venesia menjelma jadi kota ikonik dalam sejarah yang panjang, terjadi sekitar tahun 542 Masehi pasca meluasnya wabah penyakit di kawasan timur Itali.

Sejak itu makin banyak orang datang ke Venesia. Artinya, wabah pernah meluas di Itali timur dan berdampak ke Venesia di utara, yang saat itu ada di bawah kekaisaran Romawi.

Cerita indah Venesia berubah setelah wabah Covid-19 melanda dunia. Itali termasuk negara Eropa pertama yang terserang dahsyat. Kota Bologna dan Venesia, lebih-lebih Milan, yang berada di kawasan utara, dikabarkan termasuk parah.

Kini, Itali menempati urutan tertinggi ketiga wabah Corona setelah Amerika Serikat dan Inggris, sejak penyebarannya pada 21 Februari. Sampai 16 Mei 2020 yang meninggal di negeri sepakbola Seri A ini mencapai 30.201 jiwa.

Dubes Itali di Indonesia, ketika saya kirimi ucapan belasungkwa dan empati atas tingginya kematian di negerinya, menyampaikan terimakasih yang mendalam.

Valeria, aktivis San’t Egidio, saat saya sampaikan dukungan moral untuk rakyat Itali, dengan haru menyampaikan balasan.

Corona telah menjelma jadi pandemi mematikan, yang menyerang siapa saja tanpa kenal batas negara, bangsa, agama, ras, dan golongan. Semua menyimpan duka mendalam.

Seluruh tatanan kehidupan porakporanda dan mobilitas sosial pun lumpuh. Ancaman virus ini masih di hadapan kita, kendati kita berharap badai segera berlalu.

Karenanya rasa empati dan sikap ta’awun tanpa sekat menjadi niscaya terus kita gelorakan dengan sesama hingga ke ranah semesta. Bak api yang harus terus kita nyalakan dan tidak boleh padam.

Bila sebagian langkah negara tampak gamang, rakyat selaku pemilik negeri harus tetap tegar meski bergelut beban. Sebaliknya sikap arogan, egois, tidak peduli, dan menyepelekan keadaan mesti dibuang jauh.

Lebih dari cukup betapa pandemi ini telah menelan ratusan ribu korban di berbagai belahan dunia. Lihatlah para dokter dan petugas kesehatan yang harus berjibaku dengan seribusatu resiko bertaruh nyawa.

Pemerintah dan warga tak boleh gegabah, hanya karena merasa negerinya tidak terkena wabah sebesar negeri-negeri lain. Kematian satu orang pun sangat mahal, apalagi ratusan nyawa.

Kita memang tidak boleh panik, namun perkataan-perkataan dan langkah yang terkesan meringankan wabah juatru menunjukkan ketidakarifan, ketika banyak anak manusia telah menjadi korban serta para petuas medis sedang bertaruh nyawa dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Berhentilah merasa diri perkasa dan kebiasaan menggampangkan urusan. Introspeksi diri agar hidup makin arif, merasa memerlukan orang lain, dan mengakui Kemahakuasaan Tuhan Semesta Alam.

Bagaimana kabar Venesia saat ini? Kota wisata dunia ternama nan eoksotik itu, menjadi sunyi dan seolah mati karena pandemi. Namun di balik musibah, selalu terkuak hikmah. Info terbaru mewartakan, saat ini air di kanal-kanal Venesia menjadi jernih.

Ikan-ikan pun menyeruak ke permukaan, menemukan ekosistemnya yang aseli. Panorama ini mengingatkan memori pada era Laguna Venesia di masa kuno yang serba alami.

Meminjam mazhab ekologi baru “back to nature”: Alam kembali alamiah. Manusia berlabuh ke habitatnya nan aseli, menjadi kembali manusiawi.

 

Peleman, Sabtu senja, 16 Mei 2020.


Tulisan ini diangkat dari sebuah utas (untaian tweet) di akun twitter Haedar Nashir

Tags: Haedar Nashirtulisan haedar nashir
Previous Post

Webinar MAHUTAMA, Buya Gusrizal Sebut Kondisi Bangsa Indonesia Sekarang ini Seperti Orang Stroke

Next Post

HMJ Kessos FISIP UMSU Gagas “Kencleng BaPer” untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Related Posts

Dihadiri Wamenko Pangan, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor Tegaskan Karya Monumental Harus Lahir dari Gerakan Intelektual

Dihadiri Wamenko Pangan, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor Tegaskan Karya Monumental Harus Lahir dari Gerakan Intelektual

5 Juni 2026
114
Pancasila Hilang di Mana?

Pancasila Hilang di Mana?

1 Juni 2026
130
Mendidik dengan Keteladanan

Mendidik dengan Keteladanan

2 Mei 2026
156
Haedar Nashir: 700 Ribu Mahasiswa Muhammadiyah yang Tersebar di 173 PTMA Terintegrasi dalam Satu Rumpun

Ihsan Menjalani Hidup

21 Juni 2024
197
Martabat Bangsa

Menebar Jiwa Berkurban

18 Juni 2024
195
Martabat Bangsa

Martabat Bangsa

3 Januari 2024
282
Next Post
HMJ Kessos FISIP UMSU Gagas “Kencleng BaPer” untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

HMJ Kessos FISIP UMSU Gagas “Kencleng BaPer” untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Alumni Talks Part 4: Suka Duka Keliling Indonesia Jadi relawan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan