Selasa, Juli 21, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Pancasila Hilang di Mana?

Mujaddid by Mujaddid
2026/06/01
in Kebangsaan, Muhammadiyah, Nasional, Opini, Pedoman
Reading Time: 2 mins read
0
Pancasila Hilang di Mana?
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Haedar Nashir

Ketua Umum PP Muhammadiyah

 

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tahun. Semoga peringatan hari kelahiran Pancasila tidak berhenti pada kemegahan upacara dan pidato kata-kata. Sementara agenda terpenting mengenai implementasi nilai-nilai luhur Pancasila terabaikan di dunia nyata. Tuntutan utamanya ialah lahir gerakan politik yang kuat secara kolektif dan tersistem untuk mewujudkan Pancasila dalam berbangsa dan bernegara.

Pancasila mesti benar-benar dijadikan praktik hidup pribadi, kolektif, dan sistem bernegara. Bagaimana mewujudkan praktik berpolitik yang menggambarkan Pancasila. Yakni politik berbasis musyawarah dan hikmah kebijaksanaan, bukan politik kuasa untuk menang-menangan. Mengelola partai politik mesti menjunjung tinggi nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan sebagaimana terkandung dalam lima sila Pancasila.

Negara membikin lembaga untuk pembinaan ideologi Pancasila. Apakah nilai dasar Pancasila terbukti dilembagakan dalam sistem kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan penyelenggaraan ketatanegaraan secara nyata.

Melembagakan Pancasila cukup pada pokok-pokok nilai dasarnya yang melahirkan alam pikiran, etika, dan orientasi kebijakan yang adiluhung. Melembagakan nilai Pancasila tidak perlu detail dan diarahkan menjadi pedoman praktis ala Orde Baru.

Pancasila itu ideologi moderat, dengan seluruh nilai dari lima silanya bersifat tengahan yang tidak ekstrem. Pancasila tidak berwatak sekuler, liberal, dan kapitalistik maupun marxisme dan ideologi ekstrem lainnya.

Pancasila sejalan dan tidak bertentangan dengan ajaran agama. Paham Pancasila moderat dalam memandang agama, tidak anti dan alergi agama. Karenanya pandangan tentang Pancasila maupun paham kebangsaan dan kenegaraan harus tetap moderat, tidak dibawa ke kanan atau ke kiri.

Pancasila mesti menjadi nilai dasar membangun Indonesia. Refleksikan apakah arah dan kebijakan pemerintahan Negara Republik Indonesia saat ini benar-benar sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Apakah berbagai perundang-undangan, peraturan, dan cara mengelola pemerintahan berbanding lurus dengan Pancasila.

Jangan sampai berbagai produk perundang-undangan dan kebijakan-kebijakan strategis negara lebih berkiblat pada kepentingan-kepentingan tertentu yang tidak sejalan dengan hajat hidup orang banyak dan nilai luhur Pancasila.

Pancasila penting dibumikan ke dunia nyata Indonesia. Indonesia masih memiliki masalah-masalah serius yang bersifat struktural. Korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, eksploitasi sumber daya alam, kesenjangan sosial, premanisme, dan praktik oligarki masih menjadi problem serius di negeri tercinta.

Apakah ada kebijakan-kebijakan signifikan untuk memecahkan masalah-masalah krusial itu secara masif dan sistematik dari pusat sampai daerah?

Agenda utama yang diperlukan saat ini ialah implementasi Pancasila secara serius dan sistemik dalam seluruh perikehidupan berbangsa-bernegara. Kuncinya terletak pada komitmen dan ikhtiar optimal seluruh aktor pelaksana Pancasila yakni para pejabat dan seluruh elite negeri yang mengawal Republik ini.

Pola pikir dan praktik hidup para penyelenggara pemerintahan negara maupun elite dan warga bangsa penting dicek-list apakah sudah sejalan dan mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila? Jangan anomali, jauh panggang dari api.

Apakah generasi milenial, generasi-Z, dan generasi Alfa di negeri tercinta mengetahui dan memahami Pancasila? Generasi belia Indonesia biasanya menuntut bukti dan keteladanan, bagaimana nilai-nilai luhur Pancasila itu benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Mereka perlu role-model dari seluruh pejabat, elite politik, dan tokoh bangsa sebagai guru bangsa yang benar-benar dapat digugu dan ditiru. Bagaimana berbangsa dan bernegara dengan benar, baik, dan penuh keluhuran yang membawa Indonesia makin maju, adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat sarat makna.

Jika nilai dari setiap sila Pancasila sudah benar-benar diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan pribadi, kolektif, dan penyelenggaraan bernegara maka Pancasila itu berarti hadir di Negara Indonesia tercinta. Jangan sampai wujud Pancasila itu ada seperti tiada. Kaya kata-kata tapi miskin praktik nyata. Sebab, jika Pancasila tidak terwujud dalam kehidupan nyata berbangsa dan bernegara, maka sejatinya ia hilang dari bumi Indonesia! (*)

 

Sumber: FB Haedar Nashir

Tags: Haedar NashirHari Lahir PancasilaPancasila dalam Pandangan Muhammadiyah
Previous Post

Pancasila: Nama yang Ditemukan Bangsa, Nilai yang Dihidupkan Muhammadiyah

Next Post

Ketika Keadilan Menjadi Milik yang Kuat: Membaca Plato di Tengah Realitas Indonesia

Related Posts

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

21 Juli 2026
106
Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

20 Juli 2026
108
Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

20 Juli 2026
123
Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

20 Juli 2026
108
Milad IMM ke-62 se-UMSU, DPP Ajak Kader Sukseskan Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah 2027

Milad IMM ke-62 se-UMSU, DPP Ajak Kader Sukseskan Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah 2027

20 Juli 2026
105
Business Gathering UMKM Jawa Timur 2026: Muhammadiyah Perkuat Agenda Industrialisasi melalui Ekosistem Wirausaha Berkemajuan

Business Gathering UMKM Jawa Timur 2026: Muhammadiyah Perkuat Agenda Industrialisasi melalui Ekosistem Wirausaha Berkemajuan

20 Juli 2026
102
Next Post
Ketika Keadilan Menjadi Milik yang Kuat: Membaca Plato di Tengah Realitas Indonesia

Ketika Keadilan Menjadi Milik yang Kuat: Membaca Plato di Tengah Realitas Indonesia

Muhammadiyah: Berpikir Radikal, Bertindak Moderat

Muhammadiyah: Berpikir Radikal, Bertindak Moderat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20084 shares
    Share 8034 Tweet 5021
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6313 shares
    Share 2525 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6100 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua
AUM

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

21 Juli 2026
106
Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara
Nasional

Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

20 Juli 2026
108
Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 
'Aisyiyah

Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

20 Juli 2026
123
Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia
Daerah

Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

20 Juli 2026
108
Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda
Jufri Daily

Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda

19 Juli 2026
164
Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”
Nasional

Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”

19 Juli 2026
125

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan