Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Desa Siluman dan Formalisme Birokrasi

Oleh: Shohibul Anshor Siregar

Mujaddid by Mujaddid
2019/11/08
in Ulasan
Reading Time: 2 mins read
0
Desa Siluman dan Formalisme Birokrasi

Ilustrasi desa siluman.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Dalam sejarah birokrasi ada yang disebut gejala formalisme. Gejala ini muncul ketika ide kelembagaan pemerintahan yang diciptakan untuk tujuan efisiensi, efektivitas dan kadar rasionalitas yang menjamin terlaksananya good governance dan clean government, tetapi gagal mengimplementasikan fungsi yang diharapkan.

Sebagai gantinya muncul perilaku hipokrit dan deviasi, yakni menonjolkan formalisme baik dalam kelembagaan, narasi dan prosedur, namun pada saat bersamaan justru semakin menjauh dari efisiensi dan efektivitas. Pada tahap tertentu gejala ini pun dapat tiba pada posisi menentang ide dasar dan tujuan birokrasi.

Korps di balik birokrasi yang mengutamakan formalisme ini akan terus mendua (double speak), karena tahu kebobrokan yang terjadi namun terus mewacanakan keberhasilannya sendiri.

Saya beri satu contoh. BPJS dengan segenap kemelencengannya dari tujuan pendirian negara dan pemerintahan yakni melindungi seluruh bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, sesungguhnya dimaksudkan untuk menjamin tertanggulanginya masalah kesakitan seluruh rakyat.

BPJS masih sebatas urusan kesakitan, dan sesungguhnya masih belum memikirkan kesehatan karena urusannya hanya terbatas pada rumah sakit, pelayanan dokter dan resep (obat).

Tetapi pemerintah menilai tepat membebani rakyat dan ketika rakyat gagal bayar iyuran diancam dan dipelorotkan status kewarganegaraannya dengan berbagai sanksi.

Dalam praktiknya program ini ia sudah melenceng dari fungsi manifestnya itu (menjamin penanggulangan kesakitan), sehingga yang tersisa dalam pengarusutamaan program ini sekarang ialah fungsi laten (deviasi) yakni memberi peluang istimewa bagi rumah sakit dan jejaring farmakologi tertentu di Indoneia untuk menikmati keuntungan tak sah di atas penderitaan rakyat.

Aspek pengawasan dalam demokrasi yang berkembang belakangan di Indonesia memang terus mengalami penurunan fungsi dan kapasitas sejak 4 tahun terakhir. Hal itu mengakibatkan terlestarikannya fenomena formalisme yang meluas hampir ke seluruh sektor.

Dalam kasus Dana Desa yang oleh media diberitakan adanya desa siluman, secara kritis dapat diduga bahwa apa yang mengemuka itu barulah sebatas puncakgunung es. Saya yakin masih banyak masalah di luar yang mengemuka.

Diketahui proses penyaluran Dana Desa begitu rumit dan itumengesankan peluang zero tolerant to deviation (nol penyimpangan). Beberapa kementerian terlibat di dalamnya selain Kepala Daerah hingga Camat. Tetapi mengapa sejak tahun 2015 baru terungkap?

Sekali lagi, pengawasan dalam demokrasi yang trend di Indonesia sangat tak mendapat tempat. Budaya media dan LSM serta civil society gagal tumbuh sebagai penyerta kritis dan dinamis demokrasi.

Presiden tidak bisa tak bertanggungjawab dan malah dengan berjanji akan membawa KPK untuk penuntasannya, makin kelihatan bahwa Presiden gagal membereskan birokrasi yang bersih (clean) dan cakap (good).

Beberapa kasus lain yang mungkin potensil terjadi dalam kasus Dana Desa ialah tidak tepat sasaran dan asal jadi, meski dengan pertanggungjawaban keuangan (dokumen) yang terkesan justified. Ini potensi lagi sebagai penyakit formalisme. (*)


 

 

 

 

Shohibul Anshor Siregar, Dosen FISIP UMSU, Ketua LHKP PWM Sumut dan Koordinator n’BASIS.

Tags: dana desadesa silumanformalismeformalisme birokrasishohibul anshor siregar
Previous Post

Tanpa Medsos, Nabi Muhammad SAW Punya 1.7 Milyar Followers

Next Post

Prof KH Kahar Muzakkir Jadi Pahlawan Nasional, Ini kata Haedar Nashir

Related Posts

Menjinakkan Watak “Raja” Presiden: Belajar dari Sjafruddin, Assaat, dan Ilusi Konstitusi Sempurna

Menjinakkan Watak “Raja” Presiden: Belajar dari Sjafruddin, Assaat, dan Ilusi Konstitusi Sempurna

28 Mei 2026
123
Hukum sebagai Senjata, Bukan Perisai: Refleksi dari Perjalanan Kontroversial Ahmad Khozinuddin

Hukum sebagai Senjata, Bukan Perisai: Refleksi dari Perjalanan Kontroversial Ahmad Khozinuddin

1 Mei 2026
173
Melampaui Bayang-bayang Patriarki: Menguak Kembali Gelora Perjuangan Perempuan Nusantara

Melampaui Bayang-bayang Patriarki: Menguak Kembali Gelora Perjuangan Perempuan Nusantara

22 April 2026
148
Menghidupkan Warisan Sang Naualuh Damanik

Menghidupkan Warisan Sang Naualuh Damanik

17 April 2026
150
Sang Raja yang Tak Pernah Tunduk: 5 Pelajaran Terlupakan dari Perlawanan Ontologis Sang Naualuh Damanik

Sang Raja yang Tak Pernah Tunduk: 5 Pelajaran Terlupakan dari Perlawanan Ontologis Sang Naualuh Damanik

17 April 2026
155
Sarung: Pakaian Sejuta Umat yang Terlupakan di Tengah Gempuran Mode Global

Sarung: Pakaian Sejuta Umat yang Terlupakan di Tengah Gempuran Mode Global

11 April 2026
155
Next Post
Prof KH Kahar Muzakkir Jadi Pahlawan Nasional, Ini kata Haedar Nashir

Prof KH Kahar Muzakkir Jadi Pahlawan Nasional, Ini kata Haedar Nashir

Larang Pejabat Muslim Ucapkan Salam Agama Lain, Anwar Abbas: Imbauan MUI Jatim Sudah Tepat

Larang Pejabat Muslim Ucapkan Salam Agama Lain, Anwar Abbas: Imbauan MUI Jatim Sudah Tepat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
108
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
116
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
117

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan