No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Muhammadiyah

Cerita Haedar Nashir tentang Sosok Kahar Muzakkir

by Mujaddid
8 Mei 2020
in Muhammadiyah, Tokoh Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
0
0
SHARES
568
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID-Bantul || Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, tidak banyak orang yang banyak mengenal sosok Prof. KH. Abdul Kahar Muzakkir, lebih-lebih generasi milenial, mungkin yang tahu hanya generasi kolonial saja.

Haedar mengungkapkan hal itu  pada Seminar Kemuhammadiyahan dan Kebangsaan ‘Prof. KH. Abdul Kahar Muzakkir, Ulama dan Pejuang Muslim’ bertempat di Ampitheater Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (23/10).

Abdul Kahar Muzakkir.

Menurut Haedar, ada dua sisi yang kita pelajari dari beliau (Kahar Muzakkir-red), dalam usia muda, secara relawan sudah menjadi diplomat Indonesia di luar negeri, ketika Indonesia sedang berjuang untuk kemerdekaan pada tahun 1930-an.

Pada usia masih muda, setelah bermukim di Makkah, kemudian ambil studi di Al-Azhar dan di Darul Ulum Kairo selama 12 tahun di sana. Jadi ini satu sisi dari perjalanan beliau,” kata Haedar.

Yang kedua, lanjut Haedar, dalam konteks Indonesia, Pak Kahar adalah anggota Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), kemudian dia juga masuk di dalam panitia 9 dalam rumusan pembukaan UUD 45 sekaligus Piagam Jakarta.

Menurut Haedar, tiga segmen ini menjadi sangat penting. Pertama pada konsep Internasional, orang selalu mengenal K.H. Agus Salim, Ali Sastro Wijoyo, sebagai diplomat-diplomat ulung Indonesia, dan memang sosok ini sangat menonjol, lagi-lagi K.H Agus Salim menjadi orator yang sangat luar biasa, tetapi orang jarang tau siapa K.H Kahar Muzakir.

Padahal sebelum keduanya berperan, kata Haedar, justru Kahar muda ini pada usia 24 tahun, di Mesir bahkan juga di Palestina Ia pernah tampil untuk menjadi sekretariat dalam forum kongres Internasional, dan juga memperoleh mandat dari Indonesia.

“Saat itu orang studi di timur tengah itu tidak banyak, berarti ketika dia diangkat menjadi sekretaris dalam forum internasional, untuk seorang Indonesia di Jazirah Arab, itu mesti bahasa Arabnya bagus dan juga rektualitasnya juga melampaui. Dan disitulah Ia memperkenalkan Indonesia yang sedang berjuang untuk kemerdekaan, dan itu sangat luar biasa,” kata Haedar.

Lanjut Haedar, sejarah itu terkait dengan kontruksi juga sering tidak bisa semua diangkat dari semua sosok atau aktor pelakunya.

“Kadang sosok-sosok yang menonjol yang lahir dipanggung sejarah, orang-orang yang tidak menonjol itu, tetapi punya kekuatan perang, intelektualitas dan integritas tinggi, mungkin karena pembawaannya yang dingin, dan bersahaja,” sebut Haedar.

Pak Kahar dihadirkan kembali agar Indonesia mengenal beliau yang mempunyai tinta emas dan kepeloporan dalam sejarah pergerakan, perjuangan kemerdekaan di forum internasional, dan saat itu pengakuan internasional sangat diperlukan.

“Bahkan di saat setelah kita merdeka beberapa hari dan beberapa bulan, beliau masih terus menggalang hubungan internasional dari Dunia Arab, itu sungguh luar biasa. Karena itu kita ingin sampaikan sinyal kuat dari kampus UMY untuk Indonesia ada seorang Kahar Muzakir yang berperan besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia di forum internasional untuk pengakuan Indonesia sebagai negara merdeka,” terangnya.

Sementara dalam konteks Sekolah Tinggi Islam, Haedar mengisahkan Pak Kahar sebagai sosok yang berkarakter pemikir Islam, yang ingin menghadirkan intelaktualisme itu dalam bentuk Institusi.

“Orang banyak bergeruk dan berpikir dalam dunia pemikiran lebih pada pergumulan-pergumulan yang sifatnya akademik, dan dalam sejarah, baik sejarah Islam dan sejarah barat itu lahir embrio-embrio komunitas-komunitas pemikir ini,” kata Haedar.

Di Indonesia lahirnya Perguruan tinggi itu sejak Muhamamdiyah lahir tahun 1912.

“Yang saat itu sidang tahunan pertama telah ada keputusan Muhammadiyah ingin melahirkan Universitas yang megah, saat itu ketika gagasan itu muncul ditertawain orang karna itu sesuatu yang terlalu ambisius. Boleh jadi benih itu muncul pada Abdul Kahar yang juga anak Kota Gede dan anak Muhammadiyah yang kemudian bersenyawa dengan tokoh-tokoh lain termasuk Bung Hatta. Ini menjadi satu jejak sejarah yang penting sehingga UII itu bukan hanya milik tertentu tetapi milik bangsa Indonesia dan juga umat Islam yang perintisnya adalah seorang Kahar Muzakir dan menjadi Rektor yang pertama sejak tahun 45 sampai tahun 63,” kisah Haedar.

Haedar tegas mengatakan bahwa jejak ini adalah bentuk kemajuan lahirnya institusi, dalam konteks Muhammadiyah ini adalah bentuk pranata modern.

“Muhammadiyah ini melopori banyak hal yang disebut sebagai pembaharuan karena ingin mewujudkan gagasan-gagasan pembaruan itu pada institusi yang modern. Tapi baru Muhamamdiyah melahirkan Perguruan Tinggi pada tahun 56 di Padang Panjang, di Jakarta, ini menjadi embrio yang melahirkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang sekarang jumlahnya 166,” jelas Haedar. (Syifa).


Sumber: muhammadiyah.or.id

Tags: Abdul Kahar MuzakkirBerita MuhammadiyahHaedar NashirMuhammadiyah

Related Posts

Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah
Jufri Daily

Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah

8 Agustus 2026
44
SatuMu: Menyatukan Data, Menguatkan Gerakan Muhammadiyah
Jufri Daily

SatuMu: Menyatukan Data, Menguatkan Gerakan Muhammadiyah

4 Agustus 2026
22
Sinergi Bareng Dewan Pers, PP Muhammadiyah Siap Gelar Hari Pers dan Literasi 2026 di UMJ
Kemuhammadiyahan

Sinergi Bareng Dewan Pers, PP Muhammadiyah Siap Gelar Hari Pers dan Literasi 2026 di UMJ

4 Agustus 2026
6
Menjadi Pimpinan Muhammadiyah adalah Kesediaan untuk Berkorban
Jufri Daily

Menjadi Pimpinan Muhammadiyah adalah Kesediaan untuk Berkorban

24 Juli 2026
40
Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan
Daerah

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

13 Juli 2026
22
Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’
Daerah

Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’

13 Juli 2026
26

Recent Posts

  • Perkuat Ekosistem Digital Kampus, Rektor UMSU Temui Menteri Komdigi Meutya Hafid
  • Jadi Kontingen Terbesar di ASEAN, UMSU Utus 47 Mahasiswa Kuliah dan Studi Pengalaman di Malaysia
  • Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
  • Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara
  • Memperkuat Karakter dan Pengabdian, FH UMSU Lepas 441 Mahasiswa Peserta KKN 2026

Recent Comments

  1. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  2. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  3. Ashsaism mengenai IMM Sumsel Dukung Zaki Nugraha jadi Caketum pada Muktamar IMM XX Palembang
  4. Ay mengenai Temanku
  5. Akuntansi mengenai Dukung Swasembada Pangan Nasional, Penyuluh Pertanian OKUT Normalisasi Saluran Irigasi

Follow Global Journal on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

© 2026 JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.