Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Cerita Haedar Nashir tentang Sosok Kahar Muzakkir

Mujaddid by Mujaddid
2019/10/25
in Muhammadiyah, Tokoh Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID-Bantul || Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, tidak banyak orang yang banyak mengenal sosok Prof. KH. Abdul Kahar Muzakkir, lebih-lebih generasi milenial, mungkin yang tahu hanya generasi kolonial saja.

Haedar mengungkapkan hal itu  pada Seminar Kemuhammadiyahan dan Kebangsaan ‘Prof. KH. Abdul Kahar Muzakkir, Ulama dan Pejuang Muslim’ bertempat di Ampitheater Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (23/10).

Abdul Kahar Muzakkir.

Menurut Haedar, ada dua sisi yang kita pelajari dari beliau (Kahar Muzakkir-red), dalam usia muda, secara relawan sudah menjadi diplomat Indonesia di luar negeri, ketika Indonesia sedang berjuang untuk kemerdekaan pada tahun 1930-an.

Pada usia masih muda, setelah bermukim di Makkah, kemudian ambil studi di Al-Azhar dan di Darul Ulum Kairo selama 12 tahun di sana. Jadi ini satu sisi dari perjalanan beliau,” kata Haedar.

Yang kedua, lanjut Haedar, dalam konteks Indonesia, Pak Kahar adalah anggota Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), kemudian dia juga masuk di dalam panitia 9 dalam rumusan pembukaan UUD 45 sekaligus Piagam Jakarta.

Menurut Haedar, tiga segmen ini menjadi sangat penting. Pertama pada konsep Internasional, orang selalu mengenal K.H. Agus Salim, Ali Sastro Wijoyo, sebagai diplomat-diplomat ulung Indonesia, dan memang sosok ini sangat menonjol, lagi-lagi K.H Agus Salim menjadi orator yang sangat luar biasa, tetapi orang jarang tau siapa K.H Kahar Muzakir.

Padahal sebelum keduanya berperan, kata Haedar, justru Kahar muda ini pada usia 24 tahun, di Mesir bahkan juga di Palestina Ia pernah tampil untuk menjadi sekretariat dalam forum kongres Internasional, dan juga memperoleh mandat dari Indonesia.

“Saat itu orang studi di timur tengah itu tidak banyak, berarti ketika dia diangkat menjadi sekretaris dalam forum internasional, untuk seorang Indonesia di Jazirah Arab, itu mesti bahasa Arabnya bagus dan juga rektualitasnya juga melampaui. Dan disitulah Ia memperkenalkan Indonesia yang sedang berjuang untuk kemerdekaan, dan itu sangat luar biasa,” kata Haedar.

Lanjut Haedar, sejarah itu terkait dengan kontruksi juga sering tidak bisa semua diangkat dari semua sosok atau aktor pelakunya.

“Kadang sosok-sosok yang menonjol yang lahir dipanggung sejarah, orang-orang yang tidak menonjol itu, tetapi punya kekuatan perang, intelektualitas dan integritas tinggi, mungkin karena pembawaannya yang dingin, dan bersahaja,” sebut Haedar.

Pak Kahar dihadirkan kembali agar Indonesia mengenal beliau yang mempunyai tinta emas dan kepeloporan dalam sejarah pergerakan, perjuangan kemerdekaan di forum internasional, dan saat itu pengakuan internasional sangat diperlukan.

“Bahkan di saat setelah kita merdeka beberapa hari dan beberapa bulan, beliau masih terus menggalang hubungan internasional dari Dunia Arab, itu sungguh luar biasa. Karena itu kita ingin sampaikan sinyal kuat dari kampus UMY untuk Indonesia ada seorang Kahar Muzakir yang berperan besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia di forum internasional untuk pengakuan Indonesia sebagai negara merdeka,” terangnya.

Sementara dalam konteks Sekolah Tinggi Islam, Haedar mengisahkan Pak Kahar sebagai sosok yang berkarakter pemikir Islam, yang ingin menghadirkan intelaktualisme itu dalam bentuk Institusi.

“Orang banyak bergeruk dan berpikir dalam dunia pemikiran lebih pada pergumulan-pergumulan yang sifatnya akademik, dan dalam sejarah, baik sejarah Islam dan sejarah barat itu lahir embrio-embrio komunitas-komunitas pemikir ini,” kata Haedar.

Di Indonesia lahirnya Perguruan tinggi itu sejak Muhamamdiyah lahir tahun 1912.

“Yang saat itu sidang tahunan pertama telah ada keputusan Muhammadiyah ingin melahirkan Universitas yang megah, saat itu ketika gagasan itu muncul ditertawain orang karna itu sesuatu yang terlalu ambisius. Boleh jadi benih itu muncul pada Abdul Kahar yang juga anak Kota Gede dan anak Muhammadiyah yang kemudian bersenyawa dengan tokoh-tokoh lain termasuk Bung Hatta. Ini menjadi satu jejak sejarah yang penting sehingga UII itu bukan hanya milik tertentu tetapi milik bangsa Indonesia dan juga umat Islam yang perintisnya adalah seorang Kahar Muzakir dan menjadi Rektor yang pertama sejak tahun 45 sampai tahun 63,” kisah Haedar.

Haedar tegas mengatakan bahwa jejak ini adalah bentuk kemajuan lahirnya institusi, dalam konteks Muhammadiyah ini adalah bentuk pranata modern.

“Muhammadiyah ini melopori banyak hal yang disebut sebagai pembaharuan karena ingin mewujudkan gagasan-gagasan pembaruan itu pada institusi yang modern. Tapi baru Muhamamdiyah melahirkan Perguruan Tinggi pada tahun 56 di Padang Panjang, di Jakarta, ini menjadi embrio yang melahirkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang sekarang jumlahnya 166,” jelas Haedar. (Syifa).


Sumber: muhammadiyah.or.id

Tags: Abdul Kahar MuzakkirBerita MuhammadiyahHaedar NashirMuhammadiyah
Previous Post

Jawab Tantangan Era Industri 4.0, UMSU dan Polda Sumut Gelar Pelatihan Jurnalistik Digital

Next Post

Muhammadiyah Wacanakan Buka Rumah Sakit Nuklir di Masa Depan

Related Posts

Jateng Sabet Juara Umum Putra LPB V Nasional Hizbul Wathan: Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

Jateng Sabet Juara Umum Putra LPB V Nasional Hizbul Wathan: Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

1 Juli 2026
102
Mahasiswa PPG FKIP UMSU Ikuti Bela Negara

Mahasiswa PPG FKIP UMSU Ikuti Bela Negara

1 Juli 2026
107
Perkuat Keadilan Ekologis, FH UMSU dan WALHI Nasional Jalin Sinergi Strategis Advokasi Hukum Lingkungan

Perkuat Keadilan Ekologis, FH UMSU dan WALHI Nasional Jalin Sinergi Strategis Advokasi Hukum Lingkungan

30 Juni 2026
108
FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

30 Juni 2026
146
UMSU dan Telkom Gelar Pelatihan AI Gemini Academy

UMSU dan Telkom Gelar Pelatihan AI Gemini Academy

30 Juni 2026
103
Kunjungi UMSU, Chosun University Korea Selatan Gelar Pertunjukan Tari Tradisional

Kunjungi UMSU, Chosun University Korea Selatan Gelar Pertunjukan Tari Tradisional

30 Juni 2026
103
Next Post

Muhammadiyah Wacanakan Buka Rumah Sakit Nuklir di Masa Depan

Muhammadiyah Dukung Pembangunan “Museum Rasulullah SAW” di Indonesia

Muhammadiyah Dukung Pembangunan "Museum Rasulullah SAW" di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
108
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
116
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
117

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan