Senin, Agustus 10, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Kasus UAS dan Pentingnya Memperkuat Dialog Antar Agama

Mujaddid by Mujaddid
2019/08/22
in Islam
Reading Time: 2 mins read
0
Bagikan di Facebook
Bagikan di Twitter
Bagikan di Whatsapp

TAJDID.ID-Medan || Dosen UINSU  Suheri Harahap MSi mengatakan, kasus Ustadz Abdul Somad (UAS)  seyogianya menjadi pembelajaran bagi semua pihak dan jadikan untuk memperkuat dialog antariman dan agama, bukan disebarkan dan dipolitisir, serta dianggap pemecah belah persatuan bangsa.

Disebutkannya, UAS adalah sosok ulama berpengaruh dan menjadi tokoh yang kharismatik. Pendapatnya dalam berdakwah senantiasa berdasarkan dalil al-Qur’an dan al-Hadits. Dan kasus yang lagi dipersoalkan disampaikan di mesjid kalangan internal (Islam) untuk menjawab pertanyaan jamaah.

“Jadi, hal ini tentu menarik dilihat dari perspektif sosiologis-antropologis, bukan politis dan hukum saja,” ujarnya di Medan, Kamais (22/8).

Bila ditilik lagi kebelakang, kata Suheri, kehidupan keberagamaan di Indonesia sejak Orde Baru terus menjaga dan menjalin tri kerukunan. Kemudian di zaman reformasi dan era rezim Jokowi sekarang ini upaya memperkuat hubungan antar umat beragama dengan pemerintah terus dilakukan. Dan konsepsi negara Pancasila menjadi alat perekat dan pemersatu bangsa.

Selama ini, lanjutnya, kebebasan beragama dan menjalankannya tidak pernah dipersoalkan dan antarumat beragama hidup rukun. “Lantas, apa yang mengusik kita sehingga tidak rukun? Kenapa ceramah UAS  yang  disebarkan? Apa motif di belakang  ini?,” tanyanya.

Suheri berpendapat, dalam mengkaji agama sebaiknya memang berdasarkan keyakinan masing-masing tanpa melakukan interpretasi dan intervensi terhadap agama orang lain.

Sedangkan memperkuat emosi/identitas keagamaan menjadi hak azasi . Menurutnya, subyektivitas selalu hadir dalam menjelaskan kebenaran absolut yang datangnya dari Tuhan dan penjelasan kitab suci oleh beberapa kalangan agamawan menjelaskan ajaran agama-agama monoteisme secara apa adanya dan perlu diperkuat kontekstualisasi dalam konsep Islam keindonesiaan  dan dakwah bagi komunitas berbeda agama ( pluralitas).

Suheri menilai, perspektif  keindonesiaan damai dan isu munculnya kesalahpahaman serta  pola indoktrinasi terhadap teks tanpa melihat konteks sosio-historis dan perenial. Dialog tanpa batas dan sekat-sekat primordial.

Dia menuturkan, para filosof dan ahli sosial (sosiolog dan antropolog) sejak zaman klasik, modern dan kontemporer selalu menggelar diskursus agama-agama  secara akademis. Bahkan termasuk juga ideologi yang berkembang era modern seperti liberalisme, sosialisme dan komunisme yang notabene memiliki  doktrin  yang  menyinggung esensi dan eksistensi juga jadi kajian yang dinamis.

Di Indonesia, kata Suheri,  kita mengenal alm Prof  Dr  Mukti Ali, tokoh perbandingan agama yang membuka program studi perbandingan agama di IAIN dulu (sekarang program studi Agama-agama di UIN). Bersama Dr Nurcholis Madjid (Cak Nur), ia aktif mengkaji hal yang terkait dengan  titik temu agama-agama (kalimatun sawa’).

Suheri berharap,  fondasi dan tradisi  itu bisa terus diperkuat, bukan hanya mempersoalkan keterlibatan tokoh agama dalam pentas politik, mempersoalkan islam radikal, khilafah, NKRI syariah dan lain sebagainya.

“Yang diperlukan sekarang  adalah internalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.(*)

Tags: dialog antar ummat beragamasuheri harahapUAS
Previous Post

Bersamaan dengan Pengukuhan PCM, SD Muhammadiyah Tolonuo Diresmikan

Next Post

Mantan Rektor UMMU Ishak Djamaludin Siap Bertarung di Pilkada Halut 2020

Related Posts

Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak

Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak

8 Agustus 2026
103
Benarkah Agustus Membawa Dua Gerhana?

Benarkah Agustus Membawa Dua Gerhana?

5 Agustus 2026
115
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Waryono: Tujuan LAZ Mengentaskan Kemiskinan Wujudkan Kesejahteraan

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Waryono: Tujuan LAZ Mengentaskan Kemiskinan Wujudkan Kesejahteraan

3 Agustus 2026
104
Batang Toru, Jalur Bersejarah yang Menyatukan Perjalanan dan Peradaban

Batang Toru, Jalur Bersejarah yang Menyatukan Perjalanan dan Peradaban

1 Agustus 2026
112
Menakar Koordinasi Keislaman: Tantangan Fatwa, Pendanaan, hingga Tata Kelola

Menakar Koordinasi Keislaman: Tantangan Fatwa, Pendanaan, hingga Tata Kelola

1 Agustus 2026
106
Menelusuri Metodologi Baru untuk Peradaban Islam Modern

Menelusuri Metodologi Baru untuk Peradaban Islam Modern

1 Agustus 2026
109
Next Post

Mantan Rektor UMMU Ishak Djamaludin Siap Bertarung di Pilkada Halut 2020

Kemajemukan Berbangsa Meniscayakan Kearifan Kolektif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20096 shares
    Share 8038 Tweet 5024
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11918 shares
    Share 4767 Tweet 2980
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9190 shares
    Share 3676 Tweet 2298
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6315 shares
    Share 2526 Tweet 1579
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6102 shares
    Share 2441 Tweet 1526

OPINI

Muhammadiyah dan Seni Berkompromi: Melawan Arus Tanpa Kehilangan Arah
Jufri Daily

Muhammadiyah dan Seni Berkompromi: Melawan Arus Tanpa Kehilangan Arah

9 Agustus 2026
112
Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah
Jufri Daily

Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah

8 Agustus 2026
133
UNIMUS Jadi Saksi! Muktamar Tapak Suci XVI, Meneguhkan Iman & Pukulan
Nasional

UNIMUS Jadi Saksi! Muktamar Tapak Suci XVI, Meneguhkan Iman & Pukulan

7 Agustus 2026
112
Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas
Daerah

Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas

7 Agustus 2026
124
Marbot Bukan Sekadar Penjaga Masjid, tetapi Penjaga Peradaban
Daerah

Marbot Bukan Sekadar Penjaga Masjid, tetapi Penjaga Peradaban

7 Agustus 2026
129
Gelanggang yang Menempa Kader Muhammadiyah
Nasional

Dari Gelanggang Menuju Peradaban: Rekonstruksi Tapak Suci sebagai Organisasi Berbasis Pengetahuan

6 Agustus 2026
170

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan