Oleh : Jufri
Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi
Rabu, 10 Juni 2026, menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS). Pada waktu yang sangat bersejarah itu , Assoc. Prof. Dr. Darliana Sormin, M.A. resmi dikukuhkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai Rektor UMTS. Sebuah amanah besar yang tidak hanya bermakna pergantian kepemimpinan, tetapi juga menandai dimulainya babak baru perjalanan kampus dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Di tengah perubahan dunia yang berlangsung begitu cepat, harapan masyarakat, civitas akademika, alumni, dan Persyarikatan Muhammadiyah tertuju kepada kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa UMTS semakin maju, unggul, dan berdaya saing tanpa kehilangan jati dirinya sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, Irwansyah Putra, M.A., menyampaikan harapan agar UMTS semakin maju pada masa yang akan datang. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk melupakan berbagai hal yang kurang baik yang pernah terjadi di masa lalu dan menatap masa depan dengan optimisme. Menurutnya, tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada pula lembaga yang sepanjang perjalanannya bebas dari kekurangan. Yang menentukan masa depan bukanlah kesalahan yang pernah terjadi, melainkan kemauan untuk belajar, memperbaiki diri, dan bergerak maju.
Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diwakili oleh Bendahara Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Andi Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan harapan agar UMTS di bawah kepemimpinan rektor yang baru semakin maju dan berkembang. Ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah lainnya di seluruh Indonesia. Menurutnya, kemajuan sebuah perguruan tinggi pada era sekarang tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri. Kolaborasi, pertukaran pengalaman, penguatan jejaring akademik, serta semangat saling mendukung menjadi modal penting dalam membangun kampus yang unggul dan berkemajuan.
Pesan tersebut sesungguhnya mengandung makna yang sangat mendalam. Kemajuan tidak selalu lahir dari kompetisi, tetapi sering kali tumbuh dari kolaborasi. Dalam tradisi Muhammadiyah, keberhasilan satu amal usaha sejatinya adalah keberhasilan bersama. Karena itu, semakin kuat UMTS membangun sinergi dengan kampus Muhammadiyah lainnya, semakin besar peluangnya untuk berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi yang diperhitungkan di kawasan Tapanuli Bagian Selatan.
Acara yang turut dihadiri oleh Rektor UMSU, Prof. Akrim, berlangsung lancar dan khidmat. Namun lebih dari sekadar seremoni, pengukuhan ini sesungguhnya menjadi momentum refleksi tentang arah masa depan UMTS. Ke mana kampus ini akan dibawa? Warisan apa yang akan ditinggalkan bagi generasi mendatang? Dan kontribusi apa yang akan diberikan bagi kemajuan Tapanuli Bagian Selatan, Sumatera Utara, dan Indonesia?
Sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, UMTS memiliki fondasi yang sangat kuat. Muhammadiyah sejak awal berdirinya telah menjadikan pendidikan sebagai jalan dakwah dan jalan perubahan sosial. KH Ahmad Dahlan meyakini bahwa kemajuan umat hanya dapat dicapai melalui ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan kerja nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu, sekolah, universitas, rumah sakit, panti asuhan, dan berbagai amal usaha Muhammadiyah tidak pernah sekadar menjadi bangunan fisik, melainkan pusat pemberdayaan dan pencerahan.
Di sinilah relevansi gagasan Islam Berkemajuan. Islam Berkemajuan mengajarkan bahwa umat Islam tidak boleh terjebak dalam nostalgia masa lalu ataupun larut dalam keluhan terhadap keadaan. Islam Berkemajuan mengajak umat untuk menjadi pelaku perubahan, menguasai ilmu pengetahuan, memanfaatkan teknologi, membangun peradaban, dan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan kemanusiaan.
Tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini semakin kompleks. Kecerdasan buatan, transformasi digital, perubahan sosial, tantangan ekonomi, hingga kompetisi global menuntut kampus untuk terus beradaptasi. Karena itu, UMTS tidak cukup hanya menjadi tempat memperoleh gelar akademik. Kampus harus menjadi pusat lahirnya gagasan, inovasi, penelitian, dan kader-kader pemimpin masa depan yang mampu menjawab tantangan zamannya.
Lebih dari itu, kampus harus menjadi rumah bagi tumbuhnya karakter. Sebab bangsa ini sesungguhnya tidak kekurangan orang pintar. Yang sering kita rasakan adalah kurangnya orang-orang berilmu yang menggunakan ilmunya untuk kemaslahatan bersama. Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga jujur, amanah, peduli, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.
Tapanuli Bagian Selatan memiliki potensi besar untuk berkembang. Kekayaan alam, budaya, kearifan lokal, dan sumber daya manusia yang dimiliki daerah ini membutuhkan dukungan perguruan tinggi yang kuat. UMTS memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus melahirkan solusi atas berbagai persoalan daerah.
Tentu tugas besar ini tidak hanya berada di pundak rektor seorang diri. Kemajuan kampus merupakan hasil kerja kolektif seluruh civitas akademika. Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, Persyarikatan Muhammadiyah, pemerintah, dan masyarakat harus bergerak dalam satu visi yang sama. Kampus besar tidak dibangun oleh satu orang hebat, tetapi oleh banyak orang yang memiliki cita-cita besar.
Pesan untuk melupakan hal-hal kurang baik di masa lalu bukan berarti menghapus sejarah. Sebaliknya, sejarah harus menjadi pelajaran agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali. Masa lalu cukup dijadikan cermin, bukan dijadikan beban. Energi yang ada lebih baik digunakan untuk membangun masa depan yang lebih cerah.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah perguruan tinggi bukan hanya jumlah gedung yang berdiri, banyaknya mahasiswa yang kuliah, atau tingginya peringkat yang diraih. Keberhasilan sejati terletak pada kemampuannya melahirkan manusia-manusia yang membawa manfaat bagi sesama. Manusia yang mampu menerangi lingkungannya dengan ilmu, akhlak, dan pengabdiannya.
Semoga kepemimpinan Assoc. Prof. Dr. Darliana Sormin, M.A. menjadi awal lahirnya berbagai kemajuan baru di UMTS. Kemajuan dalam mutu akademik, penelitian, tata kelola, pengabdian kepada masyarakat, serta pembentukan karakter generasi muda. Lebih dari itu, semoga UMTS yang berada di jantung Pulau Sumatera bagian utara semakin kokoh menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, dakwah pencerahan, dan pembangunan peradaban.
Sebagai bagian dari gerakan Islam Berkemajuan, UMTS diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang lahirnya pemikiran, inovasi, dan keteladanan yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. Sebab kampus yang besar bukan hanya menghasilkan sarjana, melainkan melahirkan generasi yang mampu menjadi solusi bagi zamannya.
Dalam kearifan masyarakat Tapanuli Selatan dikenal ungkapan, “Tukkot di na landit, Suluh di na golap.” Tongkat bagi yang tergelincir dan pelita bagi yang berada dalam kegelapan. Semoga UMTS mampu menjalankan peran mulia itu, menjadi penopang bagi mereka yang membutuhkan arah dan menjadi cahaya yang menerangi jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya. Dari Tapanuli Selatan, semoga cahaya ilmu dan peradaban itu terus menyala, menerangi Indonesia dan memberi manfaat bagi semesta. (*)














