Oleh: Andi Hariyadi
Ketua Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi PDM Surabaya
Muhammadiyah dalam dakwahnya berusaha hadir memberikan solusi, baik dalam aspek keagamaan, sosial hingga lingkungan sebagai bagian perjuangan untuk beramal sholeh sehingga peran yang dilakukan merupakan wujud dari nilai nilai keimanan yang terintegrasi dengan dinamika kehidupan. Prinsip implementasi keimanan dan ketaqwaan tidak sebatas dalam refleksi spiritual tetapi mampu menjangkau berbagai realitas sehingga dakwah Muhammadiyah tidak sebatas wacana tetapi terwujud dalam aksi nyata yang berkelanjutan.
Kehadiran orang yang beriman merupakan hidayah dariNya, dan mampu menggunakan hidayah dan potensi diri tersebut untuk dioptimalkan sehingga membawa kemanfaatan bukan kerusakan yang menghinakan. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Yunus 100 : “Dan tidak ada seorangpun akan beriman, kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang – orang yang tidak mempergunakan akalnya”.
Prof. Dr. Wahbah Az- Zuhaili, dalam tafsirnya Al-Wajiz, menyatakan, “Tidak ada seorangpun bisa beriman kecuali atas kehendak dan pertolongan Allah. Tidak ada yang terjadi tanpa kehendakNya dan kami tidak mampu menunjukkan orang kepada jalannya. Sesungguhnya hal itu dikembalikan kepada Allah SWT. Allah menimpakan azab-Nya atas orang-orang yang tidak berpikir tentang ayat-ayatNya” .
Ada dua kata kunci yang saling berkaitan, yaitu iman dan akal sebagai pijakan kehidupan dimana dengan iman diharapkan kita Istiqomah menjaga ketauhidan dan kebenaran, dan akal diharapkan kita mampu membuka rahasia kekuasaanNya sehingga semakin tawadhu’ dengan penuh kesadaran dan mampu mengembangkan kesempurnaan ciptaanNya untuk kebaikan dan kebahagiaan kehidupan, serta menjauhi dari sikap pengrusakan yang sangat membahayakan kehidupan.
Dari prespektif inilah sehingga Muhammadiyah tidak berhenti berdakwah dalam beramal soleh serta berkarya konstruktif dalam berbagai amal usaha yang sudah ada, bahkan dikembangkan pada upaya kepedulian pada isu isu lingkungan yang menjadi bagian utama dari isu global yang harus diperhatikan, sebelum terjadinya kerusakan yang lebih parah, bentuk tanggungjawab sebagai kholifah di bumi untuk memakmurkannya dan mampu mengimplementasikan konsep Ecoteologi, dalam ruang dakwah nyata, bumi yang hanya satu sebagai tempat hunian kita harus dijaga dan jangan sampai dirusak karena akan membawa petaka peradaban global.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia (World Environment Day) pada 5 Juni 2026 yang mengambil tema *Now for Climate*, merupakan momen yang sangat tepat menguatkan dan memperluas dakwah Muhammadiyah dalam persoalan lingkungan. Tidak lagi menunggu waktu apakah nanti apalagi besuk, tetapi sekarang (now), karena beban persoalan iklim di bumi ini begitu serius. Al-Qur’an juga sudah memotivasi untuk ber-fastabiqul khoirot, berlomba lomba dalam kebaikan, sehingga untuk melakukan kebaikan, jangan ditunda tunda dan lakukan secepatnya sebisa apa yang dapat dilakukan, segera lakukan.
Kenyamanan hidup di bumi sangat tergantung bagaimana kondisi iklim yang terjadi, dan Allah SWT sudah merancang sedemikian rupa, seperti pengaturan suhu, terjadinya curah hujan, hembusan angin, serta pengaruh cuaca sebagaimana posisi matahari yang begitu presisi, ditambah adanya atmosfer bumi berupa gas diantaranya ada Nitrogen, Oksigen, Karbondioksida dan lainnya dengan kadar prosentase yang tepat untuk menjaga kehidupan di bumi.
Saat ini sedang terjadi krisis iklim, sejak dicanangkan revolusi industri, manusia melakukan eksploitasi besar besaran tambang bakar batu bara, minyak, gas dan lainnya, serta diperparah penggundulan hutan kehidupan flora dan fauna mulai punah untuk pesta keserakahan.
Hutan sebagai paru paru dunia semakin ringkih, jutaan hektar pohon telah tumbang untuk alasan pembangunan namun lupa bahwa apa yang dilakukan juga menumbuhkan kehidupan lainnya termasuk manusia itu sendiri.
Ulah tangan manusia yang membuat kerusakan lingkungan, korban jiwanya melebihi korban perang dan efeknya bisa kita rasakan yang bersifat global. Dan dampak ke iklim bumi terjadinya kenaikan suhu bumi, curah hujan tidak menentu sehingga diantaranya dapat mengganggu kestabilan ketahanan pangan serta mempengaruhi kecukupan gizi, kesehatan dan kesejahteraan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum 4 : “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusi.” Ayat ini benar benar memberikan petunjuk bahwa telah terjadinya kerusakan sekaligus kejahatan kemanusiaan pada sistem lingkungan kehidupan khususnya pada kondisi iklim.
Now For Climate, sekarang untuk peduli iklim, sekarang untuk menanam tumbuhan, sekarang mampu memilah sampah, sekarang mengurangi penggunaan plastik, sekarang hemat energi, sekarang lebih peduli lingkungan yang asri, bersih dan menyehatkan, sekarang tidak membuang sampah sembarang, sekarang berkomitmen menjadi insan beriman berwawasan global peduli lingkungan, sekarang berdakwah lingkungan, sekarang jadikan rumah, masjid, sekolah, dan lingkungan sekitar untuk menjadi bagian dari masyarakat dunia peduli lingkungan.
Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tidak sekedar dirayakan dalam ucapan tetapi diwujudkan dalam aksi kepedulian lingkungan. (✴️)








