TAJDID.ID~Yogyakarta || Muhammadiyah mulai mengelola ratusan juta rupiah transaksi kurban melalui sistem digital terintegrasi tahun ini sebagai bagian dari transformasi layanan keumatan berbasis teknologi.
Melalui kolaborasi antara LabMu dan Lazismu, Muhammadiyah menghadirkan QurbanMu di aplikasi MASA untuk membantu masyarakat menjalankan ibadah kurban dengan proses yang lebih mudah, lebih transparan, dan lebih nyaman. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah membangun fondasi pengelolaan amanah umat yang lebih modern dan lebih siap menghadapi kebutuhan skala besar di era digital.
Di tengah meningkatnya adopsi layanan digital masyarakat Indonesia, transformasi pengelolaan kurban dinilai menjadi kebutuhan penting agar proses ibadah dan distribusi manfaat dapat berjalan lebih efisien, lebih terukur, dan menjangkau lebih luas.
Melalui sistem digital QurbanMu, masyarakat dapat melakukan seluruh proses kurban dalam satu ekosistem, mulai dari pemilihan hewan kurban, pembayaran digital, hingga pengelolaan dan distribusi yang dilakukan melalui jaringan Muhammadiyah dan Lazismu.
Inisiatif ini tidak hanya mempermudah masyarakat dalam berkurban, tetapi juga memperkuat tata kelola pengelolaan kurban berbasis transparansi dan akuntabilitas.
Perwakilan Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., selaku ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan bahwa berkurban melalui MASA di Lazismu merupakan pilihan yang tepat di era digital saat ini. “Berkurban di Lazismu melalui MASA merupakan langkah tepat untuk kurban di zaman Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang terpercaya dan amanah,” ujarnya.
LabMu sebagai pengembang ekosistem digital Muhammadiyah menghadirkan infrastruktur teknologi yang memungkinkan proses pengelolaan berjalan lebih terintegrasi dan terukur. Sementara itu, Lazismu memastikan proses pengelolaan dan distribusi kurban tetap berjalan sesuai prinsip amanah, profesionalitas, dan kebermanfaatan sosial.
Muhammadiyah melihat antusiasme masyarakat terhadap layanan kurban digital terus meningkat, terutama dari masyarakat yang membutuhkan proses ibadah yang lebih praktis tanpa mengurangi nilai spiritual dan sosial dari ibadah kurban itu sendiri.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari visi jangka panjang Muhammadiyah dalam membangun ekosistem layanan umat berbasis teknologi yang dapat mendukung berbagai kebutuhan sosial, filantropi, dan ekonomi umat secara lebih terintegrasi di masa depan.
Ahmad Mujadid Rais selaku Ketua Lazismu menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan implementasi digitalisasi kurban melalui aplikasi MASA yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban. “Alhamdulillah, kami bersyukur dengan adanya digitalisasi kurban melalui aplikasi MASA yang sungguh menjadi jalan keberkahan bagi semua. Dengan total terhimpun 13 sapi, 30 kambing, dan 22 domba, sinergi dan kolaborasi antara Lazismu dan MASA benar-benar memudahkan para mudhohi (pekurban) untuk menyalurkan kurbannya hanya dengan sentuhan jemari di gawainya,” ujarnya.
“Terima kasih atas kepercayaan para mudhohi (pekurban) kepada kami. Insya Allah kurban bapak ibu diproses sesuai syariat, dan kurban tersalurkan dengan amanah kepada yang membutuhkan. Semoga kedepan jumlah penghimpunan kurban dapat terus meningkat dan memberi dampak seluas-luasnya kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk di kawasan 3T, program pencegahan stunting, serta daerah rawan maupun terdampak bencana,” imbuhnya.
Ke depan, Muhammadiyah akan terus memperkuat pengembangan layanan digital keumatan melalui kolaborasi lintas ekosistem agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia.
Tentang QurbanMu
QurbanMu merupakan layanan kurban digital dalam aplikasi MASA yang memungkinkan masyarakat menjalankan proses kurban secara lebih mudah, transparan, dan terintegrasi melalui ekosistem digital Muhammadiyah.
Tentang Muhammadiyah
Muhammadiyah adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai amal usaha di seluruh Indonesia.
Tentang LabMu
LabMu merupakan arsitek ekosistem digital muslim pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara di bawah Muhammadiyah yang berfokus pada pengembangan solusi teknologi untuk memperkuat layanan sosial, ekonomi, dan keumatan berbasis digital.
Tentang Lazismu
Lazismu adalah lembaga amil zakat nasional Muhammadiyah yang mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya secara profesional, transparan, dan amanah untuk pemberdayaan masyarakat. Kontak Media Marketing Communications and PR LabMu Labs Muhammadiyah. (*)













