• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Senin, Juni 1, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Biografi Ringan Achraf Hakimi, Bek Kanan Terbaik Dunia

Lahir di Spanyol, Bersinar di Eropa, Hati ke Maroko

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2026/05/31
in Internasional, Olah Raga, Opini, Sosok
0
Biografi Ringan Achraf Hakimi, Bek Kanan Terbaik Dunia
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Di atas lapangan hijau, Achraf Hakimi adalah lambang kecepatan murni. Larinya kencang, tusukannya tajam, dan ketenangannya di lini belakang Paris Saint-Germain maupun tim nasional Maroko kerap membuat penonton berdecak kagum. Namun, jika kita menepis riuh rendah stadion dan gemerlap lampu sorot Eropa, kita akan menemukan kisah seorang anak imigran yang berlari bukan cuma untuk mengejar bola, melainkan untuk mengubah takdir keluarganya.

Berikut adalah potret kehidupan Achraf Hakimi—sebuah perjalanan tentang kecepatan, bakat besar, pengorbanan orang tua, dan sujud syukur yang membekas di hati jutaan pencinta sepak bola.

Getafe, Pengorbanan, dan Sepatu Bola Pertama

Kisah Hakimi tidak dimulai di Rabat atau Casablanca, melainkan di pinggiran kota Madrid bernama Getafe. Lahir pada tahun 1998 dari orang tua yang berimigrasi dari Maroko demi mencari kehidupan yang lebih baik, masa kecil Hakimi jauh dari kata mewah. Ibunya bekerja membersihkan rumah, sementara ayahnya menjadi pedagang kaki lima di jalanan Madrid.

“Kami adalah keluarga miskin yang berjuang untuk bertahan hidup. Ibu dan ayah saya mengorbankan hidup mereka untuk saya. Mereka merenggut kebahagiaan saudara-saudara saya agar saya bisa berhasil,” kenang Hakimi dalam sebuah wawancara jujur.

Melihat bakat lari dan olah bola putranya yang menonjol sejak usia dini, sang ayah membelikan sepatu bola pertamanya meskipun uang di dompet sedang pas-pasan. Pengorbanan itu tidak sia-sia. Pada usia delapan tahun, pencari bakat Real Madrid mencium potensinya. Hakimi resmi masuk ke La Fabrica, akademi legendaris milik El Real.

Setiap hari, sang ibu dengan sabar mengantarnya berlatih, memastikan bahwa peluh yang dikeluarkan suaminya di jalanan Getafe menjelma menjadi masa depan yang cerah bagi sang anak.

 

Melesat dari Madrid, Matang di Dortmund, Bersinar di Paris

Menembus tim utama Real Madrid yang bertabur bintang tentu bukan perkara mudah. Meski sempat mencicipi trofi Liga Champions bersama Madrid, Hakimi harus merantau untuk menemukan jati dirinya.

Langkah pertamanya adalah menjalani masa peminjaman di Borussia Dortmund. Di Bundesliga Jerman inilah Hakimi bertransformasi dari seorang bek muda berbakat menjadi salah satu bek kanan modern paling mematikan di dunia. Kecepatannya yang mencatatkan rekor di liga membuat Inter Milan kepincut dan memboyongnya ke Italia, di mana ia langsung mempersembahkan gelar Scudetto.

Puncak karier klubnya membawanya ke Paris Saint-Germain (PSG). Di kota mode tersebut, ia tidak hanya menjadi andalan lini belakang, tetapi juga menjalin persahabatan karib yang ikonik dengan megabintang Prancis, Kylian Mbappé.

Romansa Piala Dunia dan Pelukan Ibu

Meski tumbuh besar di Spanyol dan sempat mendapat tawaran untuk membela tim matador, hati Hakimi selalu tertinggal di tanah leluhurnya, Maroko. Keputusan memilih timnas Maroko terbukti menjadi salah satu babak paling indah dalam sejarah sepak bola modern.

Dunia tidak akan pernah lupa pada momen perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar. Maroko menjelma menjadi “Singa Atlas” yang menumbangkan raksasa-raksasa Eropa hingga menembus semifinal—pencapaian tertinggi sepanjang sejarah sepak bola Afrika.

Namun, gambar yang paling ikonik dari turnamen itu bukanlah tendangan penalti ala Panenka milik Hakimi yang menyingkirkan Spanyol. Gambar paling membekas adalah ketika Hakimi berlari ke tribun penonton usai laga, mencari ibunya, Saida Mouh. Ia mengecup kening sang ibu, sementara sang ibu memegang pipinya dengan penuh bangga.

Di panggung terbesar di bumi, Hakimi mengingatkan semua orang bahwa ia masihlah anak laki-laki kecil dari Getafe yang berutang budi pada doa dan keringat ibunya.

Keyakinan sebagai Jangkar Hidup

Di tengah kehidupan Eropa yang serba bebas dan glamor, Hakimi tetap memegang teguh identitasnya sebagai seorang Muslim. Baginya, Islam bukan sekadar identitas di atas kertas, melainkan jangkar yang membuatnya tetap membumi di tengah sanjungan dunia.

Ia kerap merayakan hari raya keagamaan bersama keluarganya secara hangat, dan tak jarang menunjukkan gestur religius di lapangan, seperti bersujud atau menengadahkan tangan sebelum peluit dibunyikan. Nilai-nilai disiplin, menghormati orang tua, dan kesederhanaan yang diajarkan dalam agamanya menjadi tameng utama dalam menghadapi pasang surut kehidupan pribadi, termasuk saat ia harus melewati proses perceraian yang sempat menyita perhatian media global.

Bagi Hakimi, popularitas bisa memudar, kontrak bisa habis, tetapi akar—yaitu keluarga dan keyakinan kepada Sang Pencipta—adalah apa yang membuatnya tetap berdiri tegak sebagai seorang pria tangguh, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.

Tadi malam, Hakimi kembali mengukir sejarah membawa PSG juara UCL back to back mengalahkan Arsenal. Capaian itu makin melambungkan nama Hakimi di pentas sepak bola global sebagai bek kanan terbaik.

Akankah bersama Maroko, Hakimi bisa kembali membuat kejutan di World Cup 2026?. Kita tunggu aksinya. (*)

✍️ M. Risfan Sihaloho

Tags: Achraf HakimiMarokoPSG
Previous Post

Habibie dan Pelajaran Besar tentang Kekuasaan yang Tidak Digenggam Mati-matian

Related Posts

Bungkam Ejekan “Liga Petani”, PSG Segel Status Penguasa Eropa Back-to-Back!

Bungkam Ejekan “Liga Petani”, PSG Segel Status Penguasa Eropa Back-to-Back!

31 Mei 2026
128

Achraf Hakimi Terima Anugerah “Arab Sportsman of the Year”

24 Januari 2023
216

{Foto} Mbappe kepada Hakimi: Jangan Sedih Bro!

16 Desember 2022
217

Singa Atlas Makin Mengganas, Lolos ke Semi Final Usai Terkam Portugal

11 Desember 2022
191

Foto: Pemain Maroko Rayakan Kemenangan dengan Mencium Kening Ibunda

3 Desember 2022
196
PM Usmani, PJD Maroko dan Suwung

PM Usmani, PJD Maroko dan Suwung

13 September 2021
182

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In