• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Jumat, Maret 27, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Titipan Angin dari Lamongan

Nashrul Mu'minin by Nashrul Mu'minin
2026/03/25
in Daerah, Esai, Opini
0
Titipan Angin dari Lamongan
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

✍️ Nashrul Mu’minin

 

Bus malam menurunkan aku di perempatan pasar, lalu aku menyeberang ke gang ujung kampung. Dari Jogja ke Lamongan, tujuh jam terasa ringan karena ada alamat rindu yang jelas: rumah beratap genting, pagar bambu, dan pohon jambu yang dulu jadi pos rahasia waktu main petak umpet.

Gerimis baru saja lewat. Bau tanah basah mengikatku pada sore masa kecil, saat aku pulang dengan lutut lecet dan ibu memarahi sambil menyiapkan obat merah. Kampung menyambu tanpa banyak kata—cukup dengan angin yang masuk dari celah daun pisang.

Malam pertama, kami duduk di tikar ruang tengah. Mamaku menyuguh teh terlalu manis, bapaku berkomentar soal berita di TV, dan mbakku mengunci momen dengan video pendek. Kami tertawa untuk hal remeh; haru datang sendiri, mengisi sela sendok beradu piring.

Lebaran kami sederhana: ketupat, opor yang diperbaiki garamnya pagi-pagi, dan kipas angin yang bunyinya seperti mesin jahit nenek. Tapi di ruang sempit itu, aku merasa utuh. Rumah, aku paham lagi, bukan soal ukuran. Ia soal siapa yang mengenali diam kita.

Pagi raya, aku mencium punggung tangan mamaku, menempelkan dahi ke tangan bapak yang mulai keriput. Mbakku merangkum semua jadi bingkai foto dadakan. Di sana, semua jarak menguap—tenggat di Jogja, kiriman uang bulanan, kelelahan yang kusembunyikan lewat telepon.

Kami main ke tetangga, mengunjungi makam kakek, kembali dengan kaki berdebu. Setiap kali aku membantu mamaku menata piring atau menemani bapak mengantar beras ke warung, aku merasa sedang membayar utang yang tak pernah disebut angkanya.

Malam takbir, anak-anak kampung menyalakan petasan di lapangan. Aku duduk di teras, mendengarkan bunyi yang lomba-lomba dengan jangkrik. Fitrah, pikirku, bukan hanya bersih secara ritual; ia juga rasa kembali jadi anak yang tahu letak gelas tanpa bertanya.

Hari-hari setelahnya melambat. Aku mengantar mbakku ke tempat arisan, duduk bengong di pos ronda, memperbaiki engsel pintu yang berderit. Di celah-celah itu sabar dan ikhlas belajar tanpa kuliah: lewat menunggu nasi matang, lewat antre gas, lewat memaafkan salah paham kecil.

Tapi waktu tidak bisa dibujuk. Tanggal 29 tumbuh di kalender, grup kelas berbunyi notif tugas, dan draft tulisanku tidur di laptop. Berat meninggalkan rumah bukan metafora—aku menimbang barang bawaan, mencoba menyisakan ruang untuk oleh-oleh meski yang paling ingin kubawa justru rasa aman yang tak muat di tas.

Malam sebelum berangkat, mamaku membereskan ransel. Bapak menambah uang saku diam-diam; mbakku menyelipkan koyak tiket bus lama “biar ingat jalan pulang”. Kalimat mereka pendek, tapi bagi perantau ia bekal: fonem doa yang hidup lebih lama dari rangkaian nasihat.

Pagi itu aku pamit di depan pintu. Tangan mamaku menggenggam sebentar, bapak mengangguk, mbakku melambaikan tangan sambil menahan senyum. Aku melangkah, menahan keinginan menoleh terlalu sering.

Di stasiun, aku duduk menghadap barat. Kereta datang, pelan awalnya, lalu konstan. Rumah menjauh bersama pohon jambu yang makin kecil hingga hilang di tikungan rel.

Jogja menanti dengan kelas dan revisi. Tapi aku membawa sesuatu: ingatan akan dapur yang hangat, tawa yang gampang pecah, dan ajaran bahwa cinta paling jujur muncul dalam tindakan kecil—teh yang disiapkan, pintu yang dibetulkan, tangan yang menunggu di daun pintu.

Setiap kali perantauan terasa terlalu bising, aku akan mengingat jalan pulang. Bukan untuk melarikan diri, melainkan untuk menyentuh alasan kenapa aku bisa pergi: karena ada tempat yang tetap.

Sejauh apa pun langkahku, aku pergi dengan satu keyakinan sederhana. Ada alamat yang tidak pernah berubah, dan itu cukup untuk membuat pergi terasa bukan sepenuhnya pergi. (*)

Previous Post

Alumni Madrasah Ramadan

Next Post

Sastra Diuji, Agama Dihafal: Krisis Pendidikan di Kampus yang Kehilangan Makna

Related Posts

SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial

SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial

27 Maret 2026
103
Ustadz Dwi Jatmiko Serukan Puasa Sunah 6 Hari di Bulan Syawal

Ustadz Dwi Jatmiko Serukan Puasa Sunah 6 Hari di Bulan Syawal

27 Maret 2026
112
Ahmad Rasyid Sutan Mansur: Penakluk Hati dari Ranah Minang untuk Nusantara

Ahmad Rasyid Sutan Mansur: Penakluk Hati dari Ranah Minang untuk Nusantara

27 Maret 2026
112
Mengenal Prodi Biokewirausahaan UMMAD Madiun, Prodi Kewirausahaan Terbaik Berbasis Science

Mengenal Prodi Biokewirausahaan UMMAD Madiun, Prodi Kewirausahaan Terbaik Berbasis Science

27 Maret 2026
113
Budaya Tertib Berlalu Lintas

Budaya Tertib Berlalu Lintas

27 Maret 2026
113
Guru Besar UMSU Prof Maya Sari Raih Best Presenter di INSIS 2026

Guru Besar UMSU Prof Maya Sari Raih Best Presenter di INSIS 2026

26 Maret 2026
122
Next Post
Sastra Diuji, Agama Dihafal: Krisis Pendidikan di Kampus yang Kehilangan Makna

Sastra Diuji, Agama Dihafal: Krisis Pendidikan di Kampus yang Kehilangan Makna

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In