Oleh: Jufri
Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi
Sore ini saya sengaja meminta diphoto ketika menandatangani beberapa surat berkaitan dengan Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi. Diantaranya surat undangan dan berbagai administrasi lain sehubungan dengan rencana pelaksanaan pengkaderan pada bulan Juni yang akan datang. Bagi sebagian orang, mungkin itu hanyalah rutinitas biasa. Sekedar tanda tangan di atas lembar administrasi organisasi. Namun sesungguhnya, dibalik setiap tanda tangan itu ada amanah, ada gerakan dan ada harapan untuk menjaga nyala persyarikatan agar tetap hidup ditengah masyarakat.
Muhammadiyah sejak awal memang dikenal sebagai gerakan. Bukan sekedar organisasi yang hanya ramai pada momentum tertentu, tetapi gerakan dakwah, gerakan pendidikan, gerakan sosial dan gerakan tajdid yang terus berjalan dari masa ke masa. Karena itu Muhammadiyah tidak boleh berhenti bergerak. Walaupun harus diakui, intensitas gerakan di setiap daerah tentu berbeda-beda tergantung kapasitas, kemampuan, sumber daya dan dinamika masing-masing wilayah.
Ada daerah yang memiliki amal usaha besar, sekolah yang maju dan dukungan sumber daya yang kuat. Ada pula daerah yang bergerak dengan segala keterbatasan. Namun yang paling penting bukanlah seberapa besar fasilitas atau seberapa megah kegiatannya, melainkan apakah semangat geraknya tetap hidup atau tidak. Sebab organisasi yang berhenti bergerak perlahan akan kehilangan ruh perjuangannya.
Rencana pengkaderan yang akan dilaksanakan bulan Juni mendatang merupakan bagian dari gebyar Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Sumatera Utara dengan tema “Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya.” Tema ini bukan sekedar slogan seremonial, tetapi mengandung pesan besar bahwa Muhammadiyah harus terus melahirkan kader-kader yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, kuat secara moral dan mampu memberi cahaya bagi lingkungan serta bangsanya.
Pengkaderan bukan hanya soal kegiatan formal atau memenuhi program kerja organisasi. Pengkaderan adalah proses menanamkan nilai, membangun karakter dan menyiapkan generasi penerus yang siap melanjutkan estafet perjuangan Muhammadiyah di masa depan. Karena sebesar apapun amal usaha Muhammadiyah, semuanya tetap akan bergantung pada kualitas kader yang mengelolanya.
Hari ini mungkin hanya terlihat beberapa lembar surat yang ditandatangani. Namun sesungguhnya dibalik itu ada persiapan untuk membangun masa depan persyarikatan. Ada harapan agar Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi tetap hidup, tetap bergerak dan tetap hadir memberi manfaat bagi umat, masyarakat dan bangsa.
Kadang perjuangan besar memang dimulai dari hal-hal sederhana. Dari rapat kecil, dari diskusi sederhana, dari surat undangan, bahkan dari sebuah tanda tangan. Tetapi jika semua dilakukan dengan niat yang baik dan semangat keikhlasan, maka hal-hal sederhana itu dapat menjadi bagian dari gerakan dakwah yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Menjaga nyala Muhammadiyah tidak selalu harus melalui panggung besar dan pidato yang panjang. Kadang ia dijaga melalui kesungguhan menjalankan amanah kecil, melalui kerja-kerja sunyi organisasi dan melalui kaderisasi yang terus dirawat tanpa lelah. Sebab selama gerakan itu masih hidup, selama kaderisasi masih berjalan dan selama semangat berkhidmat masih terjaga, maka Muhammadiyah akan terus hadir menjadi cahaya bagi bangsa dan semesta. (*)





