TAJDID.ID 🔳 Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengecam keras tindakan Israel yang menutup akses ke Masjid Al-Aqsa menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui akun resmi media sosial X, Selasa (17/3), Anwar menilai langkah tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional sekaligus mencederai nilai-nilai kemanusiaan.
Diketahui, di saat umat Muslim di seluruh dunia bersiap menyambut Idul Fitri, umat Islam di Palestina justru tidak dapat menunaikan ibadah di salah satu situs paling suci dalam Islam itu.
Anwar menilai, penutupan Masjid Al-Aqsa selama hari-hari terakhir Ramadan hingga Idul Fitri sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Tidak ada dasar hukum yang sah, moralitas, ataupun penghormatan terhadap martabat manusia dalam tindakan ini,” tegas Anwar Ibrahim.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut mencerminkan tingkat impunitas yang semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, pembiaran terhadap tindakan semacam ini hanya akan memperparah ketidakadilan yang telah berlangsung lama di kawasan tersebut.
Anwar juga menegaskan bahwa penutupan Masjid Al-Aqsa merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Oleh karena itu, ia menyerukan kepada komunitas global, khususnya negara-negara yang memiliki pengaruh, untuk tidak hanya berhenti pada pernyataan sikap.
“Malaysia menyerukan agar pintu Masjid Al-Aqsa segera dibuka. Kami mendesak pemerintah-pemerintah yang memiliki pengaruh nyata untuk melampaui retorika dan mengambil langkah konkret guna memastikan akses kembali dibuka secepatnya,” ujarnya.
Lebih jauh, Anwar menyampaikan solidaritasnya kepada rakyat Palestina yang harus menjalani Idul Fitri dalam situasi penuh pembatasan dan tekanan. Ia menegaskan bahwa perjuangan dan keteguhan mereka tidak luput dari perhatian dunia.
“Kepada umat Muslim Palestina yang merayakan Idul Fitri dalam kondisi ini, iman, kesabaran, dan ketekunan Anda terlihat. Anda tidak sendirian,” katanya.
Ia memastikan bahwa Malaysia akan terus menyuarakan keadilan bagi Palestina di berbagai forum internasional serta mengambil langkah-langkah yang memungkinkan untuk mendukung perjuangan tersebut.
Pernyataan Anwar Ibrahim ini kembali menegaskan posisi konsisten Malaysia dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk tindakan yang membatasi kebebasan beragama, khususnya di situs-situs suci umat Islam. (*)







