TAJDID.ID~Medan || Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (SPs UMSU) menggelar kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama yang dirangkai dengan pengajian dan kuliah umum di Auditorium Kampus SPs UMSU, Jl. Denai 217 Medan. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan ukhuwah sekaligus refleksi spiritual bagi sivitas akademika di bulan suci Ramadan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UMSU Prof. Dr. H. Agussani, MAP, WR I Prof Dr Muhammad Arifin SH MHum, WR II Prof Dr Akrim MPd, WR III Assoc Prof Dr Rudianto MSi, Direktur SPs UMSU Prof. Dr. H. Triono Eddy, SH, MHum, Wakil Direktur SPs UMSU Assoc. Prof. Dr. Adi Mansar, SH, MHum, jajaran pimpinan program studi magister dan doktoral, para dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan SPs UMSU.
Wakil Direktur SPs UMSU, Adi Mansar, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan hari itu merupakan rangkaian agenda yang padat dan produktif. “Alhamdulillah, hari ini SPs UMSU sukses melaksanakan tiga kegiatan sekaligus, yakni pengajian, kuliah umum, dan buka puasa bersama. Ini menunjukkan bahwa semangat akademik dan spiritual dapat berjalan beriringan,” ujarnya.
Ia juga melaporkan bahwa kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 undangan yang terdiri dari sivitas akademika SPs UMSU. Kehadiran yang solid ini, menurutnya, menjadi cerminan komitmen kebersamaan dan kekompakan keluarga besar Pascasarjana.
Rektor UMSU, Prof. Dr. H. Agussani, MAP, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai ruang penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan kampus. “Kampus bukan hanya pusat pengembangan ilmu, tetapi juga tempat pembentukan karakter. Momentum Ramadan seperti ini harus kita maknai sebagai sarana memperkuat integritas dan kebersamaan,” tuturnya.
Sebagai penceramah, Irwansyah Putra, MA, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, menyampaikan tausyiah tentang keutamaan Ramadan sebagai Syahrur Mubarak—bulan yang penuh keberkahan. Ia menekankan dua keutamaan utama Ramadan, yakni keampunan dosa dan pahala yang berlipat ganda bagi setiap amal kebaikan.
“Ramadan adalah kesempatan emas bagi setiap insan untuk kembali kepada Allah dengan hati yang bersih. Keampunan dibuka selebar-lebarnya, dan setiap amal dilipatgandakan nilainya,” ungkapnya.
Lebih jauh, Irwansyah mengaitkan ibadah puasa dengan kehidupan akademik. Menurutnya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga latihan disiplin diri, penguatan integritas, dan kemampuan mengelola waktu. “Dalam dunia akademik, disiplin dan integritas adalah fondasi. Puasa melatih kita untuk jujur, konsisten, serta mampu mengendalikan diri dari hal-hal yang merusak etika ilmiah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kebersamaan atau soliditas dalam membangun institusi pendidikan. Ramadan, katanya, adalah momentum mempererat ukhuwah, memperkuat sinergi, dan menumbuhkan kepedulian antarwarga kampus.
Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan shalat maghrib berjamaah yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai spiritual yang menopang kualitas akademik.
Melalui kegiatan ini, SPs UMSU kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam fondasi moral dan spiritual. Ramadan menjadi pengingat bahwa kecemerlangan akademik sejatinya harus sejalan dengan kematangan karakter. (*)








