TAJDID.ID~Medan || Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof. Dr. Akrim, M.Pd menyerahkan insentif publikasi batch dua tahun 2025 kepada 316 dosen senilai Rp. 1,4 Miliar. Sebelumnya, pada batch satu telah disearahkan senilai Rp.1,4 Miliar sehingga total insentif Rp.2,8 Miliar. Penyerahan dilakukan secara langsung pada Selasa (26/5) di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.
Berdasarkan laporan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMSU Assoc. Prof. Dr. Muhammad Fitra Zambak, S.T., M.Sc terdapat berbagai capaian dan peningkatan publikasi di antaranya, peringkat UMSU di SINTA mengalami peningkatan signifikan. UMSU berada di posisi keempat nasional dan berhasil melampaui sejumlah perguruan tinggi seperti UAD, UMM, UMY, dan UMJ. Peningkatan dokumen Scopus UMSU mencapai 762 dokumen, sebelumnya 672 dokumen. Kemudian, memperoleh pendanaan hibah LLDikti wilayah 1 terbanyak yaitu 34 proposal hingga terindeks pemeringkatan Internasional di SCImago Institutions Rankings. Sebelumnya telah dilakukan pendampingan sekitar 670 dosen untuk program penelitian hibah dikti tahun 2027, termasuk pendampingan terkait pencegahan plagiarisme dan pengembangan riset berbasis produk.
Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, menegaskan bahwa publikasi ilmiah menjadi bagian penting dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi selain penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dia mengaku bangga atas capaian UMSU yang kini berhasil masuk lima besar SINTA nasional dan menembus pemeringkatan Scimago.
“Capaian SINTA kita masuk lima besar, peringkat empat. Ini menggembirakan, kita sudah masuk Scimago. Ini mimpi kita sejak 2018 lalu,” katanya.
Menurut Prof. Akrim, reputasi internasional perguruan tinggi saat ini tidak dapat dipisahkan dari publikasi dan kolaborasi internasional.
“Reputasi UMSU tingkat internasional tidak bisa dihindari namanya publikasi internasional. Alhamdulillah hasilnya pada hari ini UMSU sudah masuk ke Scimago. Ini capaian yang luar biasa,” tuturnya.
Dia juga mengapresiasi seluruh dosen yang terus produktif menghasilkan karya ilmiah dan berharap seluruh dosen UMSU telah memiliki ID Scopus pada tahun 2030.
“Rekognisi internasional perguruan tinggi itu sangat ditentukan oleh kekuatan publikasi dan kolaborasi Internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP menyampaikan bahwa capaian yang diraih saat ini merupakan hasil perjuangan panjang yang dimulai sejak lebih dari satu dekade lalu.
“Capaian hari ini tidak terlepas dari perjuangan dan proses masa lalu. Ini menjadi modal bagi kita dari era ke era,” katanya.
Menurutnya, perencanaan strategis yang dijaga secara konsisten akan menghasilkan capaian besar bagi institusi.
“Sebuah perencanaan yang dilakukan dan dijaga dengan baik maka akan menghasilkan yang baik,” katanya.
Dia berharap roadmap pengembangan UMSU terus meningkat dan melahirkan berbagai terobosan baru di masa mendatang.
“Saya bersyukur roadmap UMSU ini terus meningkat. Ke depan kita harapkan banyak terobosan yang bisa meningkatkan jadi lebih baik,” pungkasnya.
Insentif diserahkan secara simbolis oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd bersama Ketua BPH Prof. Dr. Agussani, M.AP., Wakil Rektor I Prof. Dr. Muhammad Arifin, M.Hum, Ketua LPPM Assoc. Prof. Dr. Muhammad Fitra Zambak, S.T., M.Sc, Sekretaris BPH Dr. Muthalib, M.M. (*)







