Rabu, Juli 15, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Delay Gratification dan Masa Depan Generasi Berkemajuan

Mujaddid by Mujaddid
2026/06/11
in Kemuhammadiyahan, Muhammadiyah, Nasional, Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Delay Gratification dan Masa Depan Generasi Berkemajuan
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Marta Pujiono

Di tengah pesatnya perkembangan digital, generasi muda berada dalam budaya yang serba cepat. Informasi dapat diakses dalam beberapa detik, hiburan bisa dinikmati kapan saja,berbagai kebutuhan dapat terpenuhi hanya dengan menyentuh layar. Kenyamanan ini memberikan banyak keuntungan, namun menimbulkan masalah terkait dengan penurunan kemampuan untuk menunda kepuasan atau yang disebut delay gratification.

Delay gratification merupakan kemampuan individu untuk menahan dorongan sementara untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di waktu mendatang.

Dalam kehidupan anak-anak dan remaja, kemampuan ini tercermin dari punya kesadaran diri untuk belajar dengan lebih serius dibandingkan menghabiskan waktu untuk bermain gadget, menabung lebih baik daripada belanja tanpa dampak manfaat, serta lebih memusatkan perhatian pada tujuan jangka panjang daripada kesenangan sesaat. Kemampuan ini berperan penting dalam membangun karakter yang kuat dan berfokus pada masa depan.

Muhammadiyah, sejak awal telah memberikan contoh teladan berupa prinsip-prinsip kemajuan yang berbasiskan pengetahuan, disiplin, dan usaha yang gigih. KH Ahmad Dahlan mengajarkan bahwa transformasi yang signifikan muncul melalui langkah-langkah yang panjang, dedikasi, dan ketekunan. Oleh karena itu, semangat untuk maju tidak terbentuk dari budaya yang instan maupun praktis , melainkan dari keinginan untuk menjalani proses yang ada demi kebaikan bersama yang lebih luas.

Namun, budaya serba cepat sekarang semakin memiliki dampak besar terhadap generasi muda. Fenomena FOMO ,serta kemudahan layanan transaksi Digital sering kali mendorong anak muda untuk memenuhi hasrat mereka tanpa berpikir panjang. Jika situasi ini terus dibiarkan, akan muncul generasi yang tidak kuat menghadapi proses dan mudah menyerah saat menghadapi kesulitan.

Padahal, saat ini memerlukan generasi yang Tangguh dapat berpikir maju kedepan, memiliki disiplin tinggi, serta mampu mengendalikan diri. Prestasi dalam pendidikan, karir, maupun interaksi sosial tidak datang secara cepat, akan tetapi melalui kesungguhan dalam menjalani proses.

Dalam pandangan Islam, kemampuan untuk menahan diri adalah bagian dari budi pekerti yang baik. Ajaran tentang kesabaran, kedisiplinan, dan pengendalian diri yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis sangat berkaitan dengan konsep menunda kepuasan. Maka dari itu, keluarga, institusi pendidikan, dan komunitas harus bekerja sama, kolaborasi saling kuat menguatkan untuk membangun budaya menunda kepuasan demi mencapai tujuan yang lebih penting.

Generasi yang Berkemajuan bukanlah kelompok yang selalu menerima apa yang mereka inginkan dengan segera, tetapi adalah generasi yang bisa mengendalikan diri untuk mencapai tujuan di masa depan. Di zaman yang serba cepat ini, menunda kepuasan bukanlah sekadar pilihan, melainkan suatu keharusan. Dari kemampuan ini, akan muncul individu yang kuat, pemimpin yang memiliki visi, dan Generasi Tangguh yang semakin berkembang.(*)

 

Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan Prodi Bimbingan dan Konseling

Tags: Delay GratificationGenerasi BerkemajuanMarta Pujiono
Previous Post

Ketua Pemuda Muhammadiyah Simalungun Apresiasi Film Children of Heaven: Dakwah Kultural Muhammadiyah yang Inspiratif

Next Post

Komunitas Lintas Iman Rumuskan Agenda Bersama untuk Keadilan Iklim

Related Posts

Ethics of Care: Kelangkaan BBM Berulang di Sumut adalah Kegagalan Sistemik, Bukan Insiden

Ethics of Care: Kelangkaan BBM Berulang di Sumut adalah Kegagalan Sistemik, Bukan Insiden

15 Juli 2026
105
Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

15 Juli 2026
108
Dosen Prodi Manajemen Program Doktor UMSU Laksanakan Visiting Lecture di UMAM Malaysia

Dosen Prodi Manajemen Program Doktor UMSU Laksanakan Visiting Lecture di UMAM Malaysia

15 Juli 2026
110
Pertamina: Agonizing Indonesia

Pertamina: Agonizing Indonesia

15 Juli 2026
145
Prodi Manajemen Program Doktor SPs UMSU dan UMAM Perlis Malaysia Perkuat Implementasi Kolaborasi Akademik Internasional

Prodi Manajemen Program Doktor SPs UMSU dan UMAM Perlis Malaysia Perkuat Implementasi Kolaborasi Akademik Internasional

15 Juli 2026
111
Kolaborasi Prodi Manajemen Program Doktor UMSU dan UMAM Laksanakan PkM Internasional di PRIM Perlis Malaysia

Kolaborasi Prodi Manajemen Program Doktor UMSU dan UMAM Laksanakan PkM Internasional di PRIM Perlis Malaysia

15 Juli 2026
109
Next Post
Komunitas Lintas Iman Rumuskan Agenda Bersama untuk Keadilan Iklim

Komunitas Lintas Iman Rumuskan Agenda Bersama untuk Keadilan Iklim

Ethics of Care Kritisi Proyek BRT Mebidang Rp1,9 Triliun: Mengurai Macet atau Memacetkan Kota?

Ethics of Care Kritisi Proyek BRT Mebidang Rp1,9 Triliun: Mengurai Macet atau Memacetkan Kota?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20082 shares
    Share 8033 Tweet 5021
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6311 shares
    Share 2524 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6099 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah
Daerah

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

15 Juli 2026
108
Pertamina: Agonizing Indonesia
Daerah

Pertamina: Agonizing Indonesia

15 Juli 2026
145
Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya
Esai

Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya

14 Juli 2026
105
Ketika Orang Batak Mengajarkan Kelembutan
Daerah

Ketika Orang Batak Mengajarkan Kelembutan

14 Juli 2026
117
Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan
Daerah

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

13 Juli 2026
114
Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’
Daerah

Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’

13 Juli 2026
117

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan