Rabu, Juli 22, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Begal Jalanan

Mujaddid by Mujaddid
2026/06/13
in Daerah, Nasional, Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Begal Jalanan
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Farid Wajdi

Fenomena begal tidak layak dibaca sebagai kriminalitas jalanan semata. Pembegalan hanyalah satu potongan dari puzzle yang jauh lebih besar tentang bagaimana kejahatan telah menemukan ruang hidup di berbagai sudut kehidupan sosial.

Sulit menutup mata terhadap kenyataan tersebut. Dalam birokrasi, publik berulang kali disuguhi kasus korupsi yang menyeret pejabat dari berbagai tingkatan.

Dalam pelayanan publik, praktik pungutan liar masih muncul meskipun reformasi birokrasi terus dikampanyekan.

Dalam dunia usaha terdapat penipuan dan manipulasi.

Dalam ruang digital berkembang kejahatan siber dengan berbagai modus baru.

Di jalanan, masyarakat berhadapan dengan begal yang sewaktu-waktu dapat merampas harta sekaligus mengancam nyawa.

Gambaran tersebut melahirkan kesan yang mengganggu: kejahatan seperti sedang menyempurnakan dirinya sendiri. Korupsi merampas uang rakyat melalui meja kekuasaan. Pungutan liar memeras masyarakat melalui pelayanan. Narkotika merusak generasi melalui ketergantungan. Begal meneror warga melalui kekerasan di jalanan. Masing-masing bekerja dengan cara berbeda, tetapi menuju tujuan yang sama: menggerus kepercayaan publik terhadap hukum dan negara.

Yang lebih mengkhawatirkan, berbagai bentuk kejahatan tersebut sering tampak lebih adaptif dibandingkan sistem yang berusaha memberantasnya. Ketika satu modus dipatahkan, modus lain muncul. Ketika satu jaringan dibongkar, jaringan baru tumbuh. Ketika satu pelaku ditangkap, pelaku lain mengambil tempat yang kosong. Kejahatan bergerak cepat, sedangkan pembenahan sistem sering berjalan lambat.

Di tengah situasi seperti itu, masyarakat menyaksikan pergantian kepemimpinan yang terus berlangsung. Kapolda berganti. Kapolres berganti. Gubernur berganti. Wali kota berganti. Bupati berganti. Setiap pergantian disertai janji perubahan, strategi baru, program baru, slogan baru, dan optimisme baru.

Namun jalanan sering kali memberikan kesaksian yang berbeda. Korupsi tetap muncul dalam pemberitaan. Pungutan liar tetap terdengar dalam keluhan masyarakat. Narkotika tetap beredar.
Begal tetap beraksi. Pergantian pemimpin seolah berlangsung lebih cepat daripada perubahan yang dirasakan masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan yang tidak nyaman tetapi perlu diajukan: apakah masalah sesungguhnya terletak pada figur, atau justru pada sistem yang belum berhasil diperbaiki secara mendasar?

Sebab apabila persoalan terus berulang selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, sulit menjelaskan semuanya sebagai kesalahan individu semata. Ada sesuatu yang lebih dalam. Ada kelemahan struktural yang memungkinkan berbagai bentuk kejahatan terus bereproduksi. Ada celah yang tidak pernah benar-benar ditutup. Ada akar masalah yang belum disentuh secara serius.

Wibawa Hukum

Dalam konteks begal, misalnya, publik hampir setiap waktu menyaksikan pola yang sama. Pelaku ditangkap. Barang bukti diamankan. Konferensi pers digelar. Pernyataan keras disampaikan. Operasi besar dilaksanakan.

Namun beberapa pekan atau beberapa bulan kemudian muncul kasus baru dengan pola yang nyaris serupa. Muncul kesan bahwa negara terlalu sering sibuk mengobati gejala, tetapi belum sepenuhnya berhasil menyembuhkan penyakitnya.

Tidak berarti kerja aparat harus diabaikan. Banyak anggota kepolisian bekerja keras, bahkan mempertaruhkan keselamatan dalam menghadapi pelaku kejahatan. Banyak pengungkapan kasus patut diapresiasi. Namun keberhasilan penegakan hukum tidak dapat diukur hanya dari jumlah tersangka yang berhasil ditangkap. Ukuran yang jauh lebih penting adalah rasa aman yang dirasakan masyarakat.

Apakah warga merasa tenang saat berkendara pada malam hari? Apakah orang tua tidak lagi khawatir ketika anaknya pulang larut? Apakah masyarakat dapat menggunakan ruang publik tanpa dihantui ketakutan menjadi korban berikutnya?

Jika jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut masih belum memuaskan, berarti pekerjaan besar masih menunggu untuk diselesaikan.

Begal sesungguhnya merupakan indikator yang menunjukkan kondisi kesehatan sosial sebuah daerah. Tingginya intensitas pembegalan tidak hanya berbicara tentang pelaku kriminal. Fenomena tersebut berbicara tentang lemahnya pengawasan sosial, rapuhnya ketahanan keluarga, pengaruh narkotika, ketimpangan ekonomi, efektivitas pendidikan, serta kapasitas negara dalam menjaga keamanan warga.

Karena itu, penyelesaiannya tidak dapat bergantung pada operasi penertiban yang bersifat sesaat. Dibutuhkan pendekatan yang jauh lebih menyeluruh. Penegakan hukum harus konsisten dan tidak mengenal kompromi. Pemberantasan narkotika harus dilakukan secara serius. Pendidikan karakter perlu diperkuat.

Kesempatan ekonomi harus diperluas. Sistem pengawasan wilayah rawan harus dimodernisasi. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan hingga ke jalan-jalan yang selama ini dianggap rawan.

Jika tidak, masyarakat akan terus menyaksikan paradoks yang sama: pemimpin berganti, jabatan berganti, slogan berganti, program berganti, tetapi rasa takut tetap tinggal.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah daerah bukan terletak pada banyaknya baliho pembangunan, megahnya gedung pemerintahan, atau tingginya angka investasi. Ukuran yang paling sederhana justru terletak pada pertanyaan berikut: dapatkah masyarakat hidup dengan aman?

Sebab ketika korupsi masih merajalela di ruang kekuasaan, pungutan liar masih mengganggu pelayanan publik, dan begal masih bebas meneror jalanan, sesungguhnya yang sedang menghadapi krisis bukan hanya sektor keamanan. Yang sedang dipertaruhkan adalah kewibawaan hukum, kredibilitas institusi, dan kepercayaan masyarakat terhadap negara itu sendiri.

Tidak ada ancaman yang lebih berbahaya bagi sebuah daerah selain keadaan ketika masyarakat mulai menganggap kejahatan sebagai sesuatu yang normal. Ketika rasa takut berubah menjadi kebiasaan, sesungguhnya alarm darurat telah lama berbunyi. (*)

 

Penulis adalah Founder Ethics of Care, Anggota Komisi Yudisial 2015-2020, dan Dosen UMSU

 

Tags: BegalkorupsiPencuianPerampokan
Previous Post

SUMU Catalyst Kenalkan Peluang Bisnis Perak melalui Webinar Bersama SilverMu

Next Post

Pertamina Dex Turun, Pertamax Naik: Membaca Kebijakan Harga BBM melalui Kacamata John Rawls

Related Posts

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah

22 Juli 2026
205
Mahasiswa Prodi Kebidanan dan Adminkes UMJT Asah Kompetensi dengan PKL di RSI Siti Aisyah Madiun

Mahasiswa Prodi Kebidanan dan Adminkes UMJT Asah Kompetensi dengan PKL di RSI Siti Aisyah Madiun

22 Juli 2026
102
Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Posisi Strategis PNFI dalam Ekosistem Pendidikan Nasional

Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Posisi Strategis PNFI dalam Ekosistem Pendidikan Nasional

22 Juli 2026
103
Rektor UMSU Panen Melon Hydroponik Fakultas Pertanian: Dorong Pengembangan Greenhouse sebagai Inovasi Pertanian Modern

Rektor UMSU Panen Melon Hydroponik Fakultas Pertanian: Dorong Pengembangan Greenhouse sebagai Inovasi Pertanian Modern

22 Juli 2026
115
FH UMSU bersama Posbakum Aisyiyah Sumut Edukasi Masyarakat Cegah Kejahatan “Rayap Besi” melalui Literasi Hukum dan Teknologi Laporan-150

FH UMSU bersama Posbakum Aisyiyah Sumut Edukasi Masyarakat Cegah Kejahatan “Rayap Besi” melalui Literasi Hukum dan Teknologi Laporan-150

22 Juli 2026
112
Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

21 Juli 2026
119
Next Post
Pertamina Dex Turun, Pertamax Naik: Membaca Kebijakan Harga BBM melalui Kacamata John Rawls

Pertamina Dex Turun, Pertamax Naik: Membaca Kebijakan Harga BBM melalui Kacamata John Rawls

Syeikh Reza dan Peggy Melati Sukma Undang Mahasiswa UMSU Magang di New Zealand

Syeikh Reza dan Peggy Melati Sukma Undang Mahasiswa UMSU Magang di New Zealand

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20086 shares
    Share 8034 Tweet 5022
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6313 shares
    Share 2525 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6100 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah
Nasional

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah

22 Juli 2026
205
Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua
AUM

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

21 Juli 2026
119
Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara
Nasional

Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

20 Juli 2026
110
Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 
'Aisyiyah

Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

20 Juli 2026
126
Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia
Daerah

Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

20 Juli 2026
110
Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda
Jufri Daily

Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda

19 Juli 2026
173

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan