Rabu, Juli 15, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Habis Gelap, Terbitlah Maaf

Mujaddid by Mujaddid
2026/05/25
in Daerah, M. Risfan Sihaloho, Nasional, Opini, Tilikan
Reading Time: 3 mins read
0
Habis Gelap, Terbitlah Maaf
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: M. Risfan Sihaloho

Beberapa hari lalu, pulau terbesar keenam di dunia bernama Sumatera tidak sedang berpuisi tentang malam yang sunyi. Sumatera benar-benar gelap gulita. Blackout. Sebuah panggung sandiwara kolosal di mana jutaan rakyat dipaksa menjadi penonton sekaligus korban dalam kegelapan, sementara roda ekonomi mendadak mati suri.

Menariknya, drama ini disusul oleh pertunjukan komedi yang sudah sangat familiar di telinga kita. Pihak otoritas—lewat PLN—dengan sigap merilis “kambing hitam” andalan mereka: cuaca buruk. Sebuah alasan klasik, usang, dan luar biasa sepele untuk sebuah bencana infrastruktur yang melumpuhkan satu pulau. Hebat sekali cuaca di negeri ini, ya? Begitu berkuasa sampai-sampai investasi triliunan rupiah untuk sistem kelistrikan bisa takluk begitu saja oleh hembusan angin atau rintik hujan.

Lalu, seperti naskah yang sudah dihafal luar kepala, drama ini ditutup dengan senyuman tipis dan kalimat magis: “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini.”

Selesai. Begitu enteng, begitu murah.

 

Ritual “Ngeles” dan Romantisasi Kesabaran Rakyat

Ada anomali yang menggelitik dalam cara negara ini diurus. Setiap kali terjadi ketidakbecusan publik—mulai dari mati lampu massal, kebocoran data, hingga banjir bandang—respons pertama birokrasi kita jarang sekali berupa evaluasi radikal atau pengunduran diri pejabat sebagai bentuk tanggung jawab moral. Tidak, itu terlalu keren untuk standar kita.

Senjata utama mereka adalah taktik “ngeles” yang dibungkus dengan imbauan agar rakyat “memaklumi” dan “bersabar”.

Rakyat selalu diposisikan seperti orang tua penyabar yang harus selalu memaafkan anaknya yang nakal dan tidak pernah belajar dari kesalahan. Padahal, hubungan antara rakyat dan negara bukanlah hubungan keluarga yang penuh permakluman tanpa batas. Ini adalah hubungan kontraktual!

Di satu sisi, rakyat dituntut membayar pajak tepat waktu (bahkan didenda kalau telat). Rakyat membayar tagihan listrik tanpa modal “minta maaf” kalau uangnya kurang.

Di sisi lain, sebagai gantinya, mestinya negara wajib memberikan pelayanan yang becus dan maksimal.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Saat rakyat telat bayar listrik, meteran dicopot tanpa ampun. Saat PLN memadamkan listrik satu pulau dan merugikan miliaran rupiah sektor UMKM serta industri, mereka cukup membayar kerugian itu dengan selembar siaran pers permohonan maaf. Sungguh sebuah transaksi yang sangat adil… bagi mereka.

 

Mengurus Negara atau Mengurus Proyek?

Kejadian “Sumatera Gelap” ini adalah tamparan keras yang membongkar fakta telanjang: manajemen krisis dan keandalan infrastruktur kita masih selevel amatir. Mengapa sistem interkoneksi kita begitu rapuh? Mengapa tidak ada sistem cadangan (back-up) yang memadai untuk wilayah se-strategis Sumatera?

Jawabannya mungkin karena energi para pemangku kebijakan lebih banyak habis untuk memikirkan seremoni peresmian proyek daripada merawat fungsi jangka panjangnya.

Sepertinya, ada esensi dasar yang sering terlupakan: bahwa mengurus negara itu makna sejatinya adalah melayani rakyat dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggungjawab. Melayani berarti memastikan hak-hak dasar publik terpenuhi tanpa interupsi konyol. Mengurus negara bukan sekadar mengumpulkan pundi-pundi dari tarif yang terus naik, lalu bersembunyi di balik kata “bencana alam” saat sistem Anda rontok.

Jika untuk urusan menjaga lampu tetap menyala saja negara harus terus-menerus minta dimaklumi, lalu untuk apa kita punya kementerian, direksi berbiaya mahal, dan dewan komisaris yang berderet itu? Apakah mereka digaji besar hanya untuk menjadi humas yang bertugas menyusun kalimat permohonan maaf yang estetik saat keadaan darurat?

Stop Permakluman!

Sampai kapan rakyat harus terus menjadi pihak yang maklum? Kegelapan di Sumatera kemarin bukan sekadar perkara mati lampu, melainkan simbolisasi dari redupnya akuntabilitas dan padamnya rasa bersalah dari para pengelola negeri ini.

Jika cuaca buruk selalu bisa dijadikan pembenaran atas kegagalan sistemik, maka besok-besok kita tidak perlu ahli teknik atau manajemen mumpuni untuk mengelola fasilitas publik. Cukup sewa dukun hujan atau pawang angin, lalu serahkan nasib hajat hidup orang banyak pada arah mata angin.

Permintaan maaf tanpa adanya perbaikan radikal dan sanksi tegas hanyalah penghinaan terhadap kecerdasan publik. Rakyat sudah kenyang dengan kata “maklum”. Yang dibutuhkan hari ini adalah kompetensi, bukan komedi retorika di tengah kegelapan. (*)

Tags: Blackout SumateraListrik PadamPLN
Previous Post

Transformasi AUMSOS dan LKSA Muhammadiyah Jadi Agenda Strategis Penguatan Layanan Sosial

Next Post

Cerita Mahasiswi Kebidanan UMJT Ikuti Praktik: Hadapi Momen Krusial Bantu Ibu Hamil Melahirkan

Related Posts

Ethics of Care: Kelangkaan BBM Berulang di Sumut adalah Kegagalan Sistemik, Bukan Insiden

Ethics of Care: Kelangkaan BBM Berulang di Sumut adalah Kegagalan Sistemik, Bukan Insiden

15 Juli 2026
105
Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

15 Juli 2026
108
Pertamina: Agonizing Indonesia

Pertamina: Agonizing Indonesia

15 Juli 2026
142
Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya

Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya

14 Juli 2026
105
Puisi-puisi Zahra Nur Alfiyah

Puisi~puisi Zahra Nur Alfiyah (2)

14 Juli 2026
108
BBM Kembali Langka, IMM Sumut Geruduk Kantor Pertamina

BBM Kembali Langka, IMM Sumut Geruduk Kantor Pertamina

14 Juli 2026
140
Next Post
Cerita Mahasiswi Kebidanan UMJT Ikuti Praktik: Hadapi Momen Krusial Bantu Ibu Hamil Melahirkan

Cerita Mahasiswi Kebidanan UMJT Ikuti Praktik: Hadapi Momen Krusial Bantu Ibu Hamil Melahirkan

Menolak Maaf dari PLN

Menolak Maaf dari PLN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20082 shares
    Share 8033 Tweet 5021
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6311 shares
    Share 2524 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6099 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah
Daerah

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

15 Juli 2026
108
Pertamina: Agonizing Indonesia
Daerah

Pertamina: Agonizing Indonesia

15 Juli 2026
142
Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya
Esai

Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya

14 Juli 2026
105
Ketika Orang Batak Mengajarkan Kelembutan
Daerah

Ketika Orang Batak Mengajarkan Kelembutan

14 Juli 2026
117
Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan
Daerah

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

13 Juli 2026
114
Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’
Daerah

Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’

13 Juli 2026
117

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan