TAJDID.ID~Medan 🔳 Ketua Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, Seftian Eko Pranata, mengecam keras terjadinya blackout atau padam total listrik di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera yang berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu siang dan menyebabkan lumpuhnya berbagai aktivitas masyarakat.
Menurutnya, kejadian ini merupakan bentuk kegagalan serius dalam pelayanan publik yang tidak bisa dianggap sebagai gangguan teknis biasa. Dampaknya telah menciptakan efek domino yang luas terhadap kehidupan masyarakat.
“Ini bukan sekadar lampu mati. Jalanan macet karena traffic light padam, aktivitas ekonomi lumpuh, jaringan komunikasi terganggu, masyarakat resah, pelaku usaha merugi, bahkan pelayanan publik ikut terdampak. Blackout sebesar ini menunjukkan lemahnya antisipasi dan mitigasi sistem kelistrikan kita,” tegas Seftian.
Ia menilai PLN tidak cukup hanya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Menurutnya, rakyat adalah konsumen yang selama ini membayar layanan listrik dan memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang stabil serta bertanggung jawab.
“PLN jangan hanya pandai meminta maaf setiap kali terjadi gangguan besar. Masyarakat tidak hidup dengan permintaan maaf. Ada kerugian ekonomi, kerugian waktu, ketidaknyamanan, hingga rasa cemas yang harus ditanggung rakyat akibat blackout ini,” katanya.
Seftian mendesak PLN memberikan kompensasi nyata dan otomatis kepada seluruh pelanggan terdampak tanpa prosedur berbelit, mulai dari pengurangan tagihan listrik, token gratis, hingga mekanisme cepat penggantian alat elektronik yang rusak akibat gangguan tegangan saat listrik kembali menyala.
Ia juga meminta pemerintah pusat turun tangan melakukan evaluasi total terhadap sistem ketahanan energi dan jaringan kelistrikan Sumatera agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kalau blackout lintas provinsi seperti ini bisa terjadi berjam-jam, artinya ada persoalan serius dalam tata kelola dan kesiapan sistem. Negara tidak boleh abai. Infrastruktur listrik adalah urat nadi kehidupan masyarakat dan ekonomi. Ketika listrik padam massal, maka negara juga ikut lumpuh,” pungkasnya. (*)



