• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Rabu, Mei 20, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Bukan Cuma Penguasa, Rakyat Juga Ingin Kaya Raya!

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2026/05/20
in Nasional, Opini, Tilikan
0
Bukan Cuma Penguasa, Rakyat Juga Ingin Kaya Raya!

Gambar ilustrasi.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: M. Risfan Sihaloho

 

“Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya, tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup dengan layak, dengan baik.” Sebuah kalimat syahdu, puitis, dan penuh empati meluncur dari podium Gedung DPR RI, Rabu (20/5/2026). Presiden Prabowo Subianto, di hadapan sidang paripurna KEM PPKF, seolah bertindak sebagai juru bicara bagi isi kepala lebih dari 270 juta manusia Indonesia.

Sepintas, alangkah indahnya pernyataan itu. Betapa “nrimo-nya” rakyat republik ini di mata penguasa.

Namun, mari kita bedah narasi romantis ini dengan sedikit akal sehat yang tersisa. Apa benar rakyat Indonesia tidak pernah bermimpi jadi kaya raya? Dan sejak kapan negara punya wewenang untuk memasang batas atas (plafon) pada imajinasi, mimpi dan cita-cita rakyatnya?

Jika benar rakyat Indonesia hanya bermimpi “hidup layak” dan enggan kaya raya, mari kita uji realitas di lapangan:

Pertama, fenomena Judol (Judi Online): Mengapa jutaan orang bertaruh nasib pada slot dan judi online hingga perputaran uangnya mencapai ratusan triliun? Apakah mereka sekadar ingin mencari uang untuk beli beras besok pagi, atau mereka sedang mengejar mimpi get rich quick alias kaya mendadak demi memutus rantai kemiskinan?

Kedua, Kecanduan Pinjol (Pinjaman Online): Mengapa jeratan pinjol begitu masif? Karena standar “hidup layak” hari ini sudah bergeser, dan ada hasrat besar untuk menikmati kenyamanan finansial yang selama ini hanya jadi tontonan.

Ketiga, Konten Flexing yang Laris Manis: Mengapa penonton konten “Crazy Rich” di media sosial menembus angka jutaan? Karena ada distopia kolektif: rakyat yang tidak kaya senang melihat orang kaya, sambil diam-diam merapal doa; “Kapan giliran saya?”

Jadi, mengatakan rakyat tidak bermimpi kaya adalah bentuk romantisasi kemiskinan. Itu adalah cara halus untuk menghibur orang-orang yang lelah berjuang, sekaligus menjadi tameng yang nyaman bagi pembuat kebijakan.

Apa lagi selama ini sesungguhnya rakyat negeri ini cukup sadar bahwa negara mereka sangat kaya raya, dan itu  jadi alasan yang cukup logis bagi mereka pantas bermimpi mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan.

Mengapa Mendikte Mimpi Rakyat?

Ada ironi yang pekat ketika seorang pemimpin—yang dikelilingi oleh fasilitas negara, jaminan hari tua, dan lingkaran elite yang bergelimang aset—berbicara tentang betapa bersahajanya mimpi rakyat jelata.

Pertanyaan etisnya: sejak kapan tugas pemerintah bergeser dari “mengentaskan kemiskinan” menjadi “mendefinisikan batas mimpi” rakyatnya?

Ketika penguasa mendikte bahwa rakyat hanya butuh hidup “layak”, ada bahaya sistemis yang mengintai:

Pertama, Justifikasi Kebijakan Minimalis: Jika rakyat dianggap hanya ingin hidup layak (baca: cukup makan, cukup sandang), maka target pembangunan ekonomi tidak perlu mulia-mulia amat. Cukup guyurkan bantuan sosial (bansos). Standar kesejahteraan diturunkan demi mengamankan rapor kinerja pemerintah.

Kedua, Melanggengkan Kesenjangan: Narasi ini secara tidak langsung mengkotak-kotakkan kelas sosial. “Kami yang di atas boleh menguasai hajat hidup orang banyak dan menjadi kaya raya, sementara kalian yang di bawah, tolong tetaplah bersahaja dan bermimpi yang logis-logis saja.”

 

Jangan Diskon Mimpi Rakyat

Rakyat Indonesia bermimpi untuk kaya raya bukan karena mereka serakah. Mereka ingin kaya karena di negeri ini, menjadi “sekadar layak” sering kali tidak cukup untuk bertahan hidup ketika ada anggota keluarga yang sakit keras, atau ketika anak-anak mereka ingin menembus bangku kuliah yang UKT-nya makin mencekik. Mereka ingin kaya karena kaya adalah satu-satunya perisai dari jaring pengaman sosial yang kerap bolong-bolong.

Tugas pemerintah dalam KEM PPKF bukanlah memangkas sayap imajinasi publik agar pas dengan anggaran yang ada. Tugas negara adalah menciptakan ekosistem di mana setiap orang yang bermimpi kaya memiliki kesempatan yang sama adilnya untuk mencapainya—tanpa harus menjadi anak presiden, keponakan hakim, atau bagian dari dinasti politik.

Jadi, Pak Presiden, maaf. Rakyat tidak sedang mendiskon mimpinya. Tolong jangan bantu mendiskonkannya dari atas podium.

Tegas kami sampaikan: “Bukan cuma elit penguasanya, kami rakyat Indonesia juga ingin kaya raya!(*)

Tags: Prabowo SubiantoRakyat Indonesia
Previous Post

FKIP UMSU Lepas Mahasiswa Ikuti Program Innovillage 2026 di Telkom University

Next Post

Tabligh Akbar RendangMu di OKU Timur, Lazismu Dorong Transformasi Pengelolaan Qurban Modern

Related Posts

Kritik Gratis, Jembatan Tidak Jadi

Kritik Gratis, Jembatan Tidak Jadi

9 April 2026
120
Menjaga Batas di Tengah Godaan Kekuasaan

Menjaga Batas di Tengah Godaan Kekuasaan

6 April 2026
133
Peran Perguruan Tinggi Strategis Bantu KY Jaga Martabat Hakim melalui Catur Dharma

Fordek FH PTM Desak Presiden Terbitkan Perppu dan Kembalikan 57 Eks Pegawai KPK

24 Oktober 2025
126
Gebrakan Prabowo: Dejokowisasi?

Gebrakan Prabowo: Dejokowisasi?

15 September 2025
237
Pakar Soal Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto: Keputusan Efektif Presiden

Pakar Soal Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto: Keputusan Efektif Presiden

1 Agustus 2025
138
ICMI Aceh Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo: Jadikan sebagai Iktibar

ICMI Aceh Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo: Jadikan sebagai Iktibar

18 Juni 2025
126
Next Post
Tabligh Akbar RendangMu di OKU Timur, Lazismu Dorong Transformasi Pengelolaan Qurban Modern

Tabligh Akbar RendangMu di OKU Timur, Lazismu Dorong Transformasi Pengelolaan Qurban Modern

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In