TAJDID.ID~Medan 🔳 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Lubuk Pakam Pekan kembali mengaktifkan roda dakwah dengan menggelar pengajian rutin dua mingguan. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan pada Selasa malam (5/5/2026) di Masjid Taqwa Lubuk Pakam, Deli Serdang.
Pengajian ini menjadi momentum penguatan iman sekaligus ajang silaturahmi bagi pengurus, anggota, serta simpatisan Muhammadiyah di tingkat ranting. Bertindak sebagai ahli bait atau tuan rumah pada pertemuan kali ini adalah Irwansyah, SE.
Persiapan menuju Bulan Dzulhijjah
Menyongsong datangnya bulan Dzulhijjah, panitia menghadirkan Ustadz Fakhruddin AR Manurung, MA sebagai penceramah. Dalam tausiahnya, ia membedah secara mendalam mengenai panduan dan esensi “Ibadah Kurban” sesuai dengan tuntunan syariat.
Ustadz Fakhruddin menekankan bahwa bagi umat Muslim yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji, terdapat amalan utama yang sangat dianjurkan, yaitu:
1. Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
2. Menghidupkan Takbir Idul Adha, yang menurut keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah sudah dapat dimulai sejak setelah waktu shalat Subuh pada tanggal 9 Dzulhijjah.
“Ini sebenarnya merupakan keputusan lama dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, namun dalam praktiknya di lapangan masih jarang diamalkan oleh jamaah,” ujar Ustadz Fakhruddin mengingatkan.
Panduan Kurban menurut Majelis Tarjih
Dalam pemaparannya, beliau juga menjelaskan definisi serta ketentuan teknis kurban. Mengenai hukum berkurban, terdapat dua pandangan besar di kalangan ulama yang disampaikan:
Pertama, Wajib bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial.
Kedua, Sunnah Muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan).
Terkait pemilihan hewan kurban, jamaah diimbau untuk tidak asal-asalan. Hewan yang dikurbankan haruslah yang terbaik, sehat secara fisik, memiliki tanduk yang utuh, serta warna bulu yang cerah sebagai simbol kesungguhan dalam beribadah.
Tidak hanya soal pemilihan hewan, ustadz juga memberikan edukasi mengenai tata cara penyembelihan yang sesuai dengan standar syariah agar ibadah kurban sah dan sempurna.
Menutup ceramahnya, Ustadz Fakhruddin mengajak jamaah mengambil ibrah (pelajaran) dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ia menegaskan dua poin utama hikmah berkurban:
Pertama, manifestasi syukur: Kurban adalah bentuk nyata rasa syukur atas rezeki dan harta yang dititipkan Allah SWT.
Kedua: bukti cinta dan pendidikan: Kurban merupakan bukti cinta tertinggi kepada Sang Pencipta, sekaligus media pendidikan karakter mengenai pengorbanan dan ketaatan.
Acara diakhiri dengan diskusi ringan dan ramah tamah antarjamaah. Semangat kebersamaan yang tercipta diharapkan mampu memperkokoh eksistensi dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat Lubuk Pakam. (*)




