Minggu, Juli 19, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Mitos Super Power dan Ilusi Film Hollywood

Mujaddid by Mujaddid
2026/04/15
in Editorial, Esai, Internasional, Nasional, Opini
Reading Time: 4 mins read
0
Mitos Super Power dan Ilusi Film Hollywood
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, baru-baru ini bukan hanya sekadar ejekan diplomatik. Ini adalah batu nisan bagi arogansi Amerika yang selama ini dibangun di atas panggung ilusi.

Dengan tenang namun menusuk, Araghchi berkata kepada Donald Trump: “Kalian bukanlah kekuatan super di tempat berada Iran. Silakan terus menonton film Hollywood.”

Sembari memegang popcorn, tampaknya para pemimpin di Gedung Putih perlu duduk manis di kursi bioskop. Karena jika selama ini mereka mengira dunia adalah panggung The Avengers dan mereka adalah Captain America, maka tahun 2026 adalah musim ketika skenario itu terbukti hanya fiksi belaka.

 

Doktrin Koboi Vs Fakta di Lapangan

Arogansi AS selalu dibalut dengan jargon muluk. Mereka mengaku sebagai “Polisi Dunia”, penegak demokrasi, dan pembela HAM. Namun di balik seragam koboi itu, yang terlihat hanyalah gaya “tembak dari pinggul” yang kacau dan penuh muslihat.

Coba kita buka lembar sejarah kelam AS pasca-Perang Dingin. Jika benar mereka super power, kenapa rekor perang mereka begitu memalukan?

Data dan analisis dari berbagai sumber menunjukkan bahwa meskipun memiliki anggaran militer lebih dari 800 miliar dolar AS per tahun (terbesar di dunia), AS justru kalah atau gagal dalam hampir setiap konflik besar yang mereka mulai sejak Perang Dunia II .

Vietnam (1955-1975): Lebih dari 58,000 tentara AS tewas. Mereka angkat kaki dalam aib, meninggalkan Saigon jatuh. Tapi di film Rambo, mereka “memenangkannya kembali” di layar perak.

Afghanistan (2001-2021): Dua puluh tahun berperang, menghabiskan lebih dari $2 triliun (biaya yang cukup untuk membangun kembali infrastruktur Amerika beberapa kali lipat), hasilnya: Taliban kembali berkuasa. AS pergi dengan tergesa-gesa, meninggalkan perlengkapan militer senilai miliaran dolar.

Irak (2003-2011): Dalih “Senjata Pemusnah Massal” ternyata hanya kebohongan publik. Hasilnya: kekacauan, kelahiran ISIS, dan penderitaan rakyat Irak yang tak berkesudahan.

Seperti yang diungkapkan oleh pensiunan Letnan Jenderal Daniel Bolger dalam bukunya “Why We Lost”, militer AS memang hebat dalam operasi cepat, tetapi “kami tidak cocok untuk perang gerilya yang panjang. Kami tidak mengenal musuh, dan kami menyalahgunakan pasukan kami sendiri untuk menyisir desa-desa” . Ini bukanlah ciri “kekuatan super”. Ini adalah ciri bullies (pengganggu) yang tersesat di gang buta.

 

Selat Hormuz: Di Mana Kekuatan Super Memohon

Sindiran paling pedas Araghchi adalah tentang Selat Hormuz. “Jika kalian benar-benar super power, kenapa sudah 40 hari berlalu, kalian masih belum bisa membuka Selat Hormuz?”

Pernyataan ini merujuk pada realitas memalukan yang coba ditutup-tutupi media mainstream. Meskipun mengerahkan armada, AS dan sekutunya tidak bisa begitu saja “membuka” jalur air vital tersebut tanpa izin Iran. Faktanya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menyatakan bahwa mereka memiliki “kendali penuh” atas Selat Hormuz dan akan mencegah setiap upaya kapal perang melintas .

Bahkan yang lebih lucu (atau menyedihkan) adalah ketika AS harus “meminta bantuan ke Spanyol, Jepang, dan Korea” untuk mengamankan jalur tersebut. Sebuah “kekuatan super” yang tidak bisa mengamankan selat di depan halaman rumahnya sendiri? Itu bukanlah hegemoni; itu adalah babysitting internasional. Seperti yang ditulis oleh Modern Diplomacy, kebijakan luar negeri Trump saat ini hanyalah “doktrin pertunjukan” —penuh ancaman media dan aksi simbolis, tetapi minim strategi .

 

Hollywood: Mesin Propaganda di Balik Reruntuhan

Mengapa AS begitu percaya diri meskipun faktanya kalah? Jawabannya ada di Hollywood.

Sinema Barat telah menjadi pabrik mimpi terbesar bagi arogansi AS. Dari Top Gun yang merekrut tentara melalui sensasi adrenalin, hingga Captain America yang menjadi misionaris demokrasi, Hollywood menjual ilusi bahwa Amerika adalah “pahlawan” yang menyelamatkan dunia .

Mereka memenangkan perang di Vietnam melalui Rambo, membunuh Osama bin Laden dengan keren dalam Zero Dark Thirty, dan “menstabilkan” Timur Tengah lewat aksi fiksi. Padahal, realitas di lapangan adalah kebalikannya.

Sebuah analisis dari The Hollywood Reporter mengakui bahwa era di mana dunia menerima pahlawan Amerika begitu saja mungkin sudah berakhir. Kebencian global terhadap kebijakan luar negeri AS yang agresif (terkait Gaza, tarif dagang, dan ancaman invasi ke Greenland) telah menyebabkan “diskon” besar-besaran terhadap budaya pop Amerika. Di Eropa, sentimen positif terhadap AS ambruk drastis; di Jerman turun dari 52% menjadi hanya 32% .

Dunia kini sadar: Senjata nuklir dan kapal induk tidak menjadikan Anda kekuatan moral. Amerika saat ini lebih mirip “pemilik sarang” yang ketakutan, yang meskipun memiliki banyak senjata, tetapi negaranya sendiri sedang membusuk karena utang, shutdown pemerintah, dan kesenjangan sosial yang menganga .

 

Menu atau Memohon?

Kesombongan AS pernah diungkapkan oleh mantan Menteri Luar Negeri Antony Blinken dengan jargon keji: “Jika Anda tidak duduk di meja makan, Anda akan ada di menu”. Artinya: jika tidak bersama kami, Anda akan kami santap.

Namun, di hadapan Iran dan poros Perlawanan, rahang “hantu” Amerika itu retak. Mereka tidak bisa “menelan” Iran. Sebaliknya, merekalah yang memohon. Mereka memohon pada Spanyol, Korea, dan Pakistan untuk menjadi perantara.

Apa yang terjadi? AS telah jatuh ke dalam jebakan yang mereka buat sendiri. Seperti yang ditulis oleh pengamat MUI, gaya koboi AS hanya menghasilkan “bencana yang sangat mahal” di Irak, Libya, dan Suriah . Kini, mereka mencoba resep yang sama di Iran, tetapi gagal total.

 

Kesimpulan

Pesan Araghchi adalah alarm bagi seluruh dunia: Jangan takut pada koboi itu. Dia tidak memiliki peluru sungguhan.

Selama 40 tahun terakhir, Revolusi Iran telah membuktikan bahwa satu-satunya “Kekuatan Super” adalah logika, kemandirian, dan iman. Amerika mungkin masih memiliki efek khusus kelas atas seperti di film Transformers, tetapi di dunia nyata—di medan perang Selat Hormuz dan jalanan Gaza—kartu “Super Power” mereka telah kadaluwarsa.

Jadi, silakan, Tuan Trump dan para jenderal Pentagon. Pergilah ke bioskop, belilah popcorn, dan tontonlah film-film lama kalian. Karena itulah satu-satunya tempat di mana Amerika masih bisa menang. Di dunia nyata, kalian hanya penonton yang mulai kehabisan kursi. (*)

 

Artikel ini disusun oleh Tim Riset & Investigasi TAJDID.ID

Tags: Amerika SerikatASHollywoodIranSuper Power
Previous Post

Kick Off Program ToPP GreenAbility, Eco Bhinneka Muhammadiyah Rangkul Difabel, Lintas Iman, dan Pegiat Lingkungan di Bojonegoro

Next Post

Ketua Prodi KS Jadi Narasumber LKPJ dan FISIP UMSU Teken MoA dengan DPRD Batam

Related Posts

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

19 Juli 2026
109
Teror ‘Rem Blong’

Teror ‘Rem Blong’

19 Juli 2026
289
Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta

Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta

18 Juli 2026
114
Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada

Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada

18 Juli 2026
122
Prodi IKO FISIP UMSU Studi Banding ke INTI International University dan PKL Internasional ke Malaysia

Prodi IKO FISIP UMSU Studi Banding ke INTI International University dan PKL Internasional ke Malaysia

18 Juli 2026
115
Mahupiki Apresiasi Peningkatan Kinerja Kejaksaan Agung

Kasus Eks Jampidsus FA, Azmi Syahputra: Jangan Geser Supremasi Hukum jadi Supremasi Jabatan

18 Juli 2026
117
Next Post
Ketua Prodi KS Jadi Narasumber LKPJ dan FISIP UMSU Teken MoA dengan DPRD Batam

Ketua Prodi KS Jadi Narasumber LKPJ dan FISIP UMSU Teken MoA dengan DPRD Batam

50 Perempuan Mustahik Ikut Program Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Aisyiyah

50 Perempuan Mustahik Ikut Program Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Aisyiyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20083 shares
    Share 8033 Tweet 5021
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6311 shares
    Share 2524 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6099 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”
Esai

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

19 Juli 2026
109
Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta
IPM

Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta

18 Juli 2026
114
Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada
Esai

Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada

18 Juli 2026
122
Dari Abu Pasar Nauli, Al-Ma’un Menyala Kembali
Islam

Dari Abu Pasar Nauli, Al-Ma’un Menyala Kembali

16 Juli 2026
130
Media Sosial Menggugat Dominasi Narasi Barat, tetapi Manipulasi Mengintai
Internasional

Media Sosial Menggugat Dominasi Narasi Barat, tetapi Manipulasi Mengintai

16 Juli 2026
106
Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah
Daerah

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

15 Juli 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan