Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Medan 1939: Ketika Mimbar Dakwah Bertemu Panggung Kepemimpinan

Mujaddid by Mujaddid
2026/04/17
in Jufri Daily, Kemuhammadiyahan, Muhammadiyah, Muktamar 49, Nasional, Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Medan 1939: Ketika Mimbar Dakwah Bertemu Panggung Kepemimpinan

Buya Hamka

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Jufri

Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi

 

Sejarah sering bergerak pelan, tetapi pada momen tertentu ia tiba-tiba melompat jauh. Tahun 1939 di Medan adalah salah satu lompatan itu. Di sebuah kota perkebunan yang hiruk-pikuk oleh mesin kolonial, berlangsung Kongres ke-28 Muhammadiyah. Bagi sebagian orang, ia mungkin hanya peristiwa organisasi. Namun bagi perjalanan Hamka, ia adalah titik balik yang mengubah mimbar dakwah menjadi panggung kepemimpinan regional.

Medan pada akhir 1930-an bukan kota biasa. Ia adalah simpul ekonomi kolonial, kota perkebunan yang dihuni buruh, pedagang, intelektual, dan elite birokrasi. Di ruang sosial seperti itu, dakwah tidak cukup hanya menjadi ceramah. Ia harus menjadi gagasan, gerakan, sekaligus keberanian. Dan di sinilah Hamka menemukan panggilannya.

Sebelum kongres itu digelar, Hamka telah menempuh perjalanan dakwah yang panjang: dari Makassar, Padang Panjang, hingga Medan. Ia bukan sekadar mubalig yang berpindah kota, melainkan penggerak yang membangun sekolah, menghidupkan majalah, dan menyalakan semangat pembaruan. Ia menulis, berbicara, dan mengorganisasi. Dakwah baginya bukan sekadar menyampaikan, tetapi menghidupkan.

Kongres Muhammadiyah ke-28 menjadi panggung tempat semua perjalanan itu menemukan muaranya. Tidak lama setelah kongres berlangsung, Hamka terpilih menjadi Konsul Muhammadiyah Sumatera Timur. Jabatan ini bukan sekadar posisi struktural; ia adalah amanah untuk memimpin gerakan di wilayah yang menjadi jantung ekonomi kolonial.

Di sinilah kita melihat wajah lain dari dakwah: dakwah sebagai kepemimpinan. Sebab memimpin gerakan Islam di wilayah perkebunan bukan perkara ringan. Ia berhadapan dengan realitas sosial yang keras: ketimpangan ekonomi, pluralitas masyarakat, tekanan politik kolonial, dan kebutuhan pendidikan umat yang mendesak. Jabatan itu menuntut keberanian, visi, sekaligus kemampuan komunikasi lintas golongan.

Menariknya, perjalanan Hamka memperlihatkan bahwa legitimasi kepemimpinan tidak lahir dari jabatan, tetapi dari kerja panjang yang sunyi. Ia tidak tiba-tiba menjadi pemimpin; ia menjadi pemimpin karena telah lama bekerja. Ia telah menulis sebelum diminta memimpin. Ia telah berdakwah sebelum diberi jabatan. Ia telah membangun sebelum diberi mandat.

Kongres Medan 1939 seakan menegaskan satu hal penting: organisasi hanya mempercayakan kepemimpinan kepada mereka yang telah membuktikan diri di lapangan. Dan Hamka adalah bukti bahwa kerja intelektual, dakwah, dan organisasi bisa menyatu dalam satu sosok.

Namun ada pelajaran yang lebih dalam dari peristiwa ini. Dakwah yang kuat selalu membutuhkan ruang organisasi. Ide yang besar membutuhkan struktur agar dapat bertahan lama. Tanpa organisasi, gagasan mudah hilang. Tanpa gagasan, organisasi kehilangan arah. Hamka berada di persimpangan keduanya: ia adalah ulama yang menulis, penulis yang berdakwah, dan mubalig yang memimpin.

Medan 1939 menjadi simbol pertemuan tiga hal: kota kolonial, gerakan pembaruan, dan lahirnya kepemimpinan baru. Dari sana, perjalanan Hamka memasuki fase yang lebih berat—fase memimpin di tengah badai sejarah yang segera datang: pendudukan Jepang, revolusi kemerdekaan, dan perubahan besar bangsa.

Sejarah kadang tidak menuliskan suara tepuk tangan. Ia hanya mencatat tanggal dan peristiwa. Tetapi di balik Kongres Muhammadiyah 1939 di Medan, ada kisah tentang kerja keras, kepercayaan, dan keberanian mengambil amanah.

Dan dari mimbar dakwah, Hamka melangkah ke panggung kepemimpinan. Bukan untuk mencari kuasa, tetapi untuk memperluas makna pengabdian.(*)

 

Silaturahmi Kolaborasi sinergi Harmoni

Tags: HAMKAKongres Muhammadiyah 1939 di MedanMuktamar 49
Previous Post

Menghidupkan Warisan Sang Naualuh Damanik

Next Post

Kriminalisasi Suara Kritis

Related Posts

Perkuat Keadilan Ekologis, FH UMSU dan WALHI Nasional Jalin Sinergi Strategis Advokasi Hukum Lingkungan

Perkuat Keadilan Ekologis, FH UMSU dan WALHI Nasional Jalin Sinergi Strategis Advokasi Hukum Lingkungan

30 Juni 2026
108
FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

30 Juni 2026
119
Potret Reformasi Polri

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
UMSU dan Telkom Gelar Pelatihan AI Gemini Academy

UMSU dan Telkom Gelar Pelatihan AI Gemini Academy

30 Juni 2026
103
Kunjungi UMSU, Chosun University Korea Selatan Gelar Pertunjukan Tari Tradisional

Kunjungi UMSU, Chosun University Korea Selatan Gelar Pertunjukan Tari Tradisional

30 Juni 2026
103
LPPM UMSU Hadir di Desa Gung Pinto, Wujudkan Pengabdian Nyata untuk Lingkungan, Kesehatan, dan Kemandirian Masyarakat

LPPM UMSU Hadir di Desa Gung Pinto, Wujudkan Pengabdian Nyata untuk Lingkungan, Kesehatan, dan Kemandirian Masyarakat

29 Juni 2026
115
Next Post
Kriminalisasi Suara Kritis

Kriminalisasi Suara Kritis

Pemuda Muhammadiyah Kota Medan Nilai Kebijakan Kacabdis Wilayah I soal MTQ Intoleran

Pemuda Muhammadiyah Kota Medan Nilai Kebijakan Kacabdis Wilayah I soal MTQ Intoleran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
116
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan