Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Jurus Diam Ala Ibnu Sina

Mujaddid by Mujaddid
2026/04/20
in Islam, Keislaman, Nasional, Syahdan
Reading Time: 2 mins read
0
Jurus Diam Ala Ibnu Sina

Gambar ilustrasi.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Syahdan. Pada suatu hari, Ibnu Sina — yang dikenal sebagai Bapak Kedokteran Dunia– melakukan perjalanan dengan menunggangi kuda kesayangannya.

Sampai pada suatu tempat yang dianggap nyaman, ia pun memutuskan berhenti untuk beristirahat. Ia menambatkan kudanya di tempat yang sedikit teduh sembari memberikannya makanan berupa jerami yang dicampur rumput pilihan. Ibnu Sina tahu binatang itu binatang memang selayaknya disayang dan diperlakukan dengan baik, karena ia telah membantu manusia. Karenanya binatang tidak boleh dimusuhi, apalagi disiksa.

Setelah mengurus kudanya, Ibnu Sina duduk di bawah sebuah pohon rindang tak jauh dari kuda. Ia menyandarkan badannya pada batang pohon itu sambil menikmati bekal yang dibawanya.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba muncul seseorang menunggang keledai. Ia turun dan mengikat keledai berdekatan dengan kuda milik Ibnu Sina. Maksud orang itu supaya keledainya bisa memakan jerami dan rumput pilihan yang dimakan kuda Ibnu Sina.

Usai mengikat keledainya, orang itu duduk di dekat Ibnu Sina. Tidak lama kemudian Ibnu Sina berkata kepada orang itu; “Kalau dapat, jauhkan keladaimu dari Kudaku, supaya nanti tidak ditendang.”

Mendengar Ibnu Sina bicara, orang itu cuma tersenyum sinis sambil menoleh ke kuda dan keledai.

Namun, tiba-tiba terdengar suara; “Plak!!!”. Si keledai ditendang kuda hingga terluka dan cedera.

Melihat insiden itu, pemilik keledai marah-marah kepada Ibnu Sina dan meminta tanggung jawabnya. Ibnu Sina diam saja dan tidak memberikan tanggapan. Sampai akhirnya kemudian si pemilik keledai mengajak Ibnu Sina untuk mendatangi hakim untuk menyelesaikan konfilk mereka.

Ibnu Sina tetap diam. Tapi dia menuruti keinginan si pemilik keledai itu untuk menemui Hakim.

Singkat cerita, sampailah mereka di rumah Hakim yang kebetulan tidak begitu jauh dari tempat tersebut.

Masih dengan nada penuh emosi, di depan Hakim pemilik keledai itu meminta agar Ibnu Sina membayar atas cedera luka yang dialami keledainya.

Saat ditanya oleh Hakim pun Ibnu Sina tetap terdiam. Tak sepatah katapun keluar dari mulutnya.

Hakim kemudian berkata kepada si pemilik kelai; “Apakah ia bisu?”

“Tidak, tadi dia bicara padaku,” jawab si pemilik keledai.

Lalu Hakim bertanya lagi; “Apa yang ia katakan padamu tadi?”

“Begini. Tadi dia mengatakan: kalau dapat, jauhkan keladaimu dari kudaku, supaya nanti tidak ditendang,” jelas si pemilik keledai.

Setelah mendengar jawaban itu, sang Hakim tersenyum dan berkata kepada Ibnu Sina; “Anda ternyata sangat cerdas. Cukup dengan diam dan kebenaran terungkap,”.

Sambil tersenyum Ibnu Sina berkata kepada Hakim; “Tidak ada cara lain untuk menghadapi orang bodoh adalah dengan diam. Dan kebenaran akan menunjukkan jalannya sendiri. Itulah kenapa sebabnya kenapa saya memilih diam,”. (*)

Tags: diamibnu sinakeledaikisah islamikisah penuh hikmahkuda
Previous Post

Era Baru Pemidanaan di Indonesia: Harapan Restoratif vs Realitas Tantangan di Lapangan

Next Post

Kisah Hati Pencuri yang Tercuri

Related Posts

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

30 Juni 2026
119
Potret Reformasi Polri

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
116
Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

29 Juni 2026
104
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Next Post
Kisah Hati Pencuri yang Tercuri

Kisah Hati Pencuri yang Tercuri

Allah SWT Tidak Menciptakan Kejahatan

Allah SWT Tidak Menciptakan Kejahatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
116
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan