Oleh: M. Risfan Sihaloho
Ada kalanya sebuah peristiwa suksesi tidak sekadar menjadi pergantian jabatan administratif, tetapi hadir sebagai penanda zaman, arah baru, dan harapan yang diperbarui. Pelantikan Prof. Dr. Akrim, M.Pd sebagai Rektor ke-8 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) adalah salah satu momen penting itu.
Tongkat estafet kepemimpinan yang sebelumnya diemban Prof. Dr. H. Agussani, M.A.P kini beralih ke tangan figur baru yang diharapkan mampu melanjutkan sekaligus memperkuat jejak kemajuan kampus.
Dalam dunia akademik, pergantian kepemimpinan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis yang memadukan kesinambungan visi dengan semangat regenerasi.
Baca juga: Tetap “A”
UMSU sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Sumatera Utara tentu membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga visi besar untuk menjawab tantangan zaman. Dalam konteks itulah, kehadiran Prof. Akrim membawa optimisme baru.
Menariknya, nama Akrim sendiri menyimpan makna yang begitu dalam. Berasal dari bahasa Arab, اَكْرِمْ (Akrim) berarti “muliakanlah” atau “hormatilah.” Kata ini merupakan bentuk perintah fi’il amr yang sarat nilai etis, mengandung ajakan untuk menghadirkan kemuliaan, penghormatan, serta sikap memanusiakan sesama.
Makna nama ini terasa seolah menyatu dengan amanah kepemimpinan yang kini beliau emban. Seorang rektor pada hakikatnya bukan hanya administrator kampus, tetapi juga penjaga marwah institusi, pemulia ilmu pengetahuan, dan penggerak peradaban akademik.
Nama itu seperti membawa pesan simbolik: memuliakan ilmu, menghormati tradisi akademik, dan meninggikan martabat perguruan tinggi.
Di tengah perubahan dunia yang bergerak sangat cepat—transformasi digital, persaingan global, hingga tantangan mutu pendidikan tinggi—kepemimpinan baru di UMSU diharapkan mampu menjadi motor penguatan inovasi. Regenerasi ini bukan semata pergantian figur, tetapi juga peneguhan bahwa kampus harus terus tumbuh dengan semangat pembaruan.
Dukungan dan apresiasi patut diberikan atas kepercayaan yang diamanahkan kepada Prof. Akrim. Tugas besar di hadapan tentu tidak ringan, namun pengalaman, kapasitas intelektual, dan dedikasi beliau menjadi modal penting untuk melanjutkan capaian-capaian yang telah dirintis sebelumnya.
Pada saat yang sama, penghormatan tinggi juga layak disampaikan kepada kepemimpinan Prof. Agussani yang telah membawa UMSU menorehkan banyak kemajuan. Estafet ini menunjukkan bahwa sebuah institusi besar bertumbuh bukan melalui satu sosok semata, melainkan melalui kesinambungan kepemimpinan yang saling menguatkan.
Kini, harapan publik akademik tertuju pada langkah-langkah baru yang akan diambil. Semoga di bawah kepemimpinan Prof. Akrim, UMSU semakin maju, semakin unggul, dan semakin bermartabat sebagai pusat ilmu, pengabdian, dan peradaban.
Karena pada akhirnya, makna Akrim bukan hanya nama, tetapi juga doa:
memuliakan kampus, memuliakan ilmu, dan memuliakan masa depan.
Selamat menunaikan amanah Prof Akrim. (*)
Penulis adalah Pemred TAJDID.ID, Alumni UMSU







