• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Minggu, April 19, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Medan di Titik Genting: Begal Merajalela, Negara Jangan Absen

Farid Wajdi by Farid Wajdi
2026/04/19
in Daerah, Opini
0
Medan di Titik Genting: Begal Merajalela, Negara Jangan Absen

Gambar ilustrasi.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Farid Wajdi

Kota Medan kembali berada dalam sorotan keras. Dalam beberapa pekan terakhir, rangkaian kasus begal bermunculan nyaris tanpa jeda.

Seorang pedagang mi pecal diserang kawanan begal bersenjata tajam dan terpaksa menyelamatkan diri.

Di lokasi lain, komplotan pelaku merampas sepeda motor korban dengan ancaman senjata. Seorang pelajar SMA diberitakan menjadi sasaran begal yang menggunakan alat setrum.

Di kawasan Belawan, keresahan warga terhadap maraknya begal bahkan memunculkan tuntutan patroli dan tindakan tegas.

Kalangan DPRD Medan juga mendesak pemberlakuan jam malam di titik rawan serta patroli intensif.

Deretan peristiwa tersebut menunjukkan satu fakta telanjang: kriminalitas jalanan bukan insiden terpisah, melainkan pola yang sedang membesar.

Ketika warga mulai menyebut Medan seperti “kota koboi”, ungkapan itu lahir dari rasa takut yang nyata. Jalanan yang seharusnya menjadi ruang ekonomi dan mobilitas berubah menjadi wilayah ancaman. Orang yang pulang bekerja malam hari, pedagang yang berangkat dini hari, mahasiswa yang berkendara sendirian, hingga pelajar yang berangkat sekolah sama-sama merasa rentan.

Kota modern tidak boleh memelihara situasi ketika keselamatan bergantung pada keberuntungan.
Masalah begal bukan sekadar kejahatan pencurian kendaraan. Fenomena tersebut merupakan gejala rusaknya ekosistem keamanan. Ada pelaku lapangan, ada jaringan penadah, ada kawasan rawan yang seolah dibiarkan, ada jam-jam tertentu yang diketahui berbahaya, dan ada rasa percaya diri pelaku bahwa peluang tertangkap kecil.

Ketika kawanan begal berani membawa senjata tajam, alat setrum, bahkan beraksi berkelompok, kondisi itu menandakan keberanian kriminal meningkat karena efek gentar terhadap hukum menurun.

Hidup dalam Ancaman
Pertanyaan masyarakat menjadi sangat sahih: ke mana aparat keamanan?

Polisi tentu telah melakukan penindakan di berbagai kasus, penyelidikan, penangkapan, dan patroli. Namun ukuran utama bukan konferensi pers setelah kejadian, melainkan pencegahan sebelum warga menjadi korban. Jika kasus terus berulang di berbagai sudut kota, publik akan menilai respons negara masih tertinggal beberapa langkah di belakang pelaku.

Bahaya paling serius dari situasi tersebut adalah lahirnya aksi main hakim sendiri. Saat warga merasa negara lambat atau tidak hadir, kemarahan sosial akan mencari salurannya sendiri. Pelaku yang tertangkap massa berpotensi dipukuli, diseret, bahkan dibakar hidup-hidup.

Tindakan itu jelas melanggar hukum dan berbahaya, tetapi negara juga harus memahami akar psikologinya: masyarakat frustrasi karena terus-menerus hidup dalam ancaman.

Ironisnya, ketika massa bereaksi, yang pertama diingatkan justru warga agar tidak main hakim sendiri. Tentu seruan itu benar dalam prinsip negara hukum. Namun negara tidak bisa hanya pandai menasihati warga, sementara rasa aman gagal dipenuhi. Masyarakat membayar pajak kendaraan, pajak penghasilan, PPN, retribusi daerah, dan berbagai pungutan sah lainnya. Imbal balik paling dasar dari seluruh kewajiban tersebut adalah keamanan di ruang publik.

Kondisi makin kompleks karena kejahatan lain juga marak, termasuk pencurian besi fasilitas umum, kabel, penutup drainase, dan aset kota lainnya. “rayap besi” merusak infrastruktur serta menambah kesan bahwa ruang publik sedang kehilangan penjaga.

Yang dibutuhkan Medan bukan retorika, melainkan operasi keamanan yang terukur. Patroli malam harus fokus pada titik rawan dan jam rawan.

Jaringan penadah kendaraan curian harus dibongkar sampai akar. Kamera pengawas kota wajib diintegrasikan dengan pusat komando respons cepat. Pos polisi di kawasan rawan harus aktif, bukan sekadar papan nama.

Pendekatan sosial terhadap remaja rentan, narkoba, dan geng jalanan juga harus dijalankan serentak.

Medan adalah kota besar, pusat perdagangan, gerbang Sumatera Utara. Kota ini tidak pantas dicap kota koboi. Namun jika begal terus menguasai jalanan dan warga dibiarkan menanggung ketakutan sendirian, stigma itu akan tumbuh makin kuat.

Negara harus segera hadir, tegas, cepat, dan terlihat bekerja. Jika tidak, yang hilang bukan hanya motor atau harta benda, tetapi kepercayaan publik terhadap hukum. (*)

 

Penulis adalah Founder Ethics of Care/Anggota Komisi Yudisial 2015-2020

Tags: Begal di MedanKriminalitas di Medan
Previous Post

Flexing Relegius: Ketika Ibadah Jadi Konten

Related Posts

Ethics of Care: Teror Begal Semakin Menakutkan

Alarm Menyala, Sumut sebagai Darurat Kejahatan Begal!

3 Mei 2025
180
PC IMM Kota Medan Himbau Kapolrestabes Medan Tingkatkan Kinerja Demi Keamanan

PC IMM Kota Medan Himbau Kapolrestabes Medan Tingkatkan Kinerja Demi Keamanan

1 Juli 2023
248

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In