TAJDID.ID~Medan 🔳 Program Pembinaan Usaha Ekonomi Kreatif Bekerjasama dengan May Bank Syariah Indonesia
Perempuan Pengusaha UMKM disiapkan untuk Sukseskan Muktamar 49 Muhammadiyah & Aisyiyah
Sebanyak 50 perempuan tergolong mustahik mengikuti program pemberdayaan ekonomi Kreatif Aisyiyah. Pembukaan berlangsung di ruang Istanbul, Hotel Madani, Medan, Rabu (15/4) dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Utara Dr. Nur Rahmah Amini MAg.
Program pemberdayaan Ekonomi Kreatif Aisyiyah dilakukan bekerjasama dengan MayBank Islamic Malaysia / MayBank Syariah Indonesia akan berlangsung 15- 18 April 2026. Sedangkan program pemberdayaan 50 peserta ekonomi kreatif akan berlangsung hingga Februari 2027 melalui berbagai proses kegiatan pelatihan.
Hadir pada pembukaan program, Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Utara Drs. Mario Kasduri, Ketua PW Aisyiyah Sumatera Utara, Dr. Nur Rahmah Amini MAg, Kepala Bidang Pemberdayan Usaha Kecil daan Menengah Hubaidah Mahfuza, Area Branch Manager MayBank Syariah Liusnawati, Regional Syariah Bisnis Head MayBank Syariah Muhadsyah, dan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah dari 8 daerah se-Sumatera Utara.
Ketua PW Aisyiyah Sumatera Utara Dr. Nur Rahmah Amini MAg menegaskan komitmen Aisyiyah untuk mendorong tumbuhnya pelaku UMKM perempuan di Sumatera Utara. “Bila hari ini, 50 peserta tegolong mustahik, ke depannya mereka akan bergeser menjadi tolongan muzzaki,” kata Nur Rahmah Amini.
Dijelaskan, kerjasama PW Aisyiyah Sumatera Utara akan melibatkan banyak mitra kerja, selain dengan MayBank, juga akan melibatkan institusi pemerintah seperti Dinas Koperasi dan Usaha Kecil, dan 15 mitra usaha untuk lokasi magang peserta. Diharapkan, pada puncak program, 50 peserta akan mampu menghasilkan produk yang siap di pasarkan. Produk yang dihasilkan diharapkan dapat tampil ke even expo Milad Aisyiyah dan Expo Pra-Muktamar 49 dan tentu saja mewarnai kegiatan bazar pada Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah tahun 2027 mendatang.
Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Utara Drs. Mario Kasduri MA memberi apresiasi kepada PW Aisyiyah Sumatera Utara yang telah menginisiasi program pemberdayaan ekonomi perempuan di Sumatera Utara. Kata Mario Kasduri, persoalan pembinaan sektor ekonomi masih menjadi persoalan dilingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah.
“Muhammadiyah dan Aisyiyah sukses melalui program pendidik, kesehatan dan sosial, tapi belum untuk sektor ekonomi. Untuk itulah, program yang dilakukan Aisyiyah layak mendapat apresiasi,” kata Mario.
Area Brach Manager MayBank Syariah Liusnawaty mengatakan kerjasama antara MayBank dan Aisyiyah Sumatera Utara diharapkan dapat menjadi kerjasama yang baik bagi usaha mendorong perempuan yang tangguh dibidang ekonomi. Perempuan harus kuat dibidang ekonomi guna menopang kehidupan keluarga,” jelas Liusnawaty, Managemen Mie Ayam Jamur Hendri Siregar, Management Biestro Indonesia, Muhammad Irsyad M.I.kom, dan Eksekutif LazisMu Sumatera Utara Taufiq Ramadan.
MayBank Syariah memilih Aisyiyah sebagai mitra pada program pemberdayaan perempuan karena diakui Aisyiyah adalah organisasi perempuan yang andal dan amanah.
Ketua Program Pemberdayaan Perempuan golongan Mustahik melalui pembinaan usaha ekonomi kreatif, Dr. Zubaidah Pohan didampingi Dr. Syafrida Hani (Sekretaris) dan Elizar Sinambela MSi menjelaskan, 50 peserta yang berasal dari delapan daerah di Sumatera Utara, seperti Medan, Binjai, Langkat, Tebingtinggi, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Pematang Siantar dan Karo. Pimpinan Daerah Kota Medan mengutus peserta terbanyak, yakni 28 peserta dan 22 peserta berasal dari tujuh daerah lainnya.
Pemilihan 50 peserta pelatihan dilakukan bekerjasama dengan pengurus LazisMu Sumatera Utara dengan menjaring peserta yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan bersama antara PW Aisyiyah dan MayBank Syariah Indonesia.
Zubaidah Pohan melaporkan, program pelatihan pemberdayaan akan berlangsung sampai Februari 2027 dengan materi pelatihan, pengelolaan keuangan perbankan, marketing, packaging produk, dlsb. ” Mereka akan dimagangkan di 15 perusahaan yang dinilai sukses, seperti Mie Ayam Jamur H. Mahmud, Biestro Indonesia,” jelas Zubaidah. PW Aisyiyah Sumatera Utara juga akan melaksanakan pendampingan selama program berlangsung.
Proses pemberdayaan perempuan Mustahik melalui pembinaan usaha ekonomi kreatif ditandai dengan pemberian modal kerja kepada pelaku usaha untuk dapat mengembangkan usahanya. (SHd)

